MENEMUKAN JATI DIRI

inbound4106038035588901480.jpg

MENEMUKAN JATI DIRI
By Siti Suci Winarni

Kita sering membaca dan mendengar istilah mencari dan menemukan jati diri. Sebuah usaha yang tidak mudah untuk menemukan jati diri, tentu membutuhkan waktu yang lama, sejalan dengan bertambahnya usia. Jati diri merupakan identitas yang penting dimiliki oleh semua individu, sebagai ciri khas yang membedakan dengan orang lain. Maka dari itu, banyak orang selalu berusaha untuk menemukan jati dirinya yang sesungguhnya, walaupun sulit. Tidak putus asa dan hanya berdiam diri saja menunggu hingga jati diri dimiliki.

Bukti yang menunjukkan bahwa seseorang telah menemukan jati diri.

1. Mampu mengambil keputusan dengan tepat sesuai langkah-langkah yang benar antara lain :
a.Berusaha menyelidiki situasi atau masalah secara detail.
b.Mampu mengumpulkan berbagai informasi terkait situasi dan masalahnya.
c. Menciptakan beberapa alternatif keputusan yang baik dijadikan opsi untuk dipertimbangankan.
d. Mengidentifikasi resiko, kelayakan, dan implikasinya dari setiap opsi keputusan.
e. Memilih solusi atau keputusan terbaik dari proses identifikasi yang sebelumnya sudah dilakukan.
f. Mengevaluasi kembali atau check and recheck keputusan sebelum diimplementasikan

2. Berpendirian kuat.

Pendirian kuat adalah sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Adapun menurut istilah istikamah adalah tetap dalam pendirian yaitu ketetapan hati untuk selalu melaksanakan pekerjaan dan aktivitas yang menurut dia sesuai, sehingga memiliki ketetapan hati, tekun, dan terus-menerus menggiatkan usahanya untuk mencapai cita-cita.

3. Tidak lagi mementingkan pengakuan dari orang lain

Seseorang yang cenderung belum menemukan jati dirinya, maka akan sering mencari pengakuan (validasi) dari orang lain. Hal apa pun yang dilakukan olehnya semua semata-mata bukan untuk diri sendiri atau orang lain, tapi untuk mengais atau mendapatkan validasi. Validasi adalah pengakuan dari seseorang ketika kita telah melakukan sesuatu hal. Kenyataannya, kalau kita melakukan hal tersebut justru membuat lelah, karena selalu ingin terus mencari pengakuan dari orang lain walaupun yang dilakukan tidak sesuai dengan hati nurani.

Jika sudah menemukan jati diri, maka tidak butuh lagi pengakuan. Sebab telah sadar bahwa menyakiti diri sendiri serta memforsir diri demi mendapatkan pengakuan justru membuat hidup jadi tidak tenang bahkan menyakitkan, sementara orang lain hanya menonton dan terkadang mentertawakan.

4. Berani mengambil arah yang berbeda.( melawan arus)

Banyak orang yang takut mencoba beda versi dalam mengekspresikan diri, karena merasa khawatir nantinya ada stigma dari orang lain memandang buruk terhadap dirinya. Sehingga lebih memilih mengambil langkah yang dianggap lazim bagi kebanyakan orang. Walaupun melakukannya bertentangan dengan hati nurani. Tidak heran jika merasa tidak nyaman. Kalau sudah menemukan jati diri, hal seperti itu tidak dipedulikan lagi. Alhasil, akan berani melawan arus tanpa perlu memikirkan pendapat dari orang lain, tentu dengan konsekuensi yang sudah dipikirkan resikonya.

5. Arah dan tujuan hidup sudah tergambar jelas

Setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda. Namun, dalam proses menemukannya ada perasaan bimbang dan ragu dalam menentukan tujuan hidup. Seiring berjalannya waktu, jati diri pun akan mulai kelihatan arahnya, sehingga, akan menyadari bahwa apa sebenarnya yang ingin digapai suatu saat nanti. Bagaimanapun juga, kalau sudah menemukan tujuan hidup akan lebih terarah dalam mengambil langkah. Sehingga tidak mudah goyah atau diperdaya oleh orang lain.

6. Semakin besar Perhatian dan rasa cinta kepada diri sendiri ( bukan chauvinisme)

Pada kenyataannya, masih banyak orang yang justru selalu mendahulukan dan mencintai orang lain sebelum mencintai diri sendiri. Sebenanya hal itu justru terbalik. Walaupun kita semua tahu bahwa mencintai diri sendiri bukanlah perkara yang mudah, namun kalau kita sudah memahami hal itu dengan baik, pasti jati diri dapat ditemukan dengan mudah dan dalam waktu singkat. Jika kita sudah menemukan bukti yang disebutkan di atas, tentu menjalani kehidupan akan lebih terarah dan mudah.

7. Memiliki keyakinan kuat sesuai agama yang dianut. Seseorang yang sudah menemukan jati diri, sudah memiliki keyakinan yang kuat dalam hal religi, karena semua langkah dan sepak terjangnya didasarkan pada norma-norma yang ada terutama norma agama, sebagai pengendali dan pengatur semua segi kehidupan dalam bermasyarakat.

Demikian sekelumit paparan sederhana singkat tentang mencari untuk menemukan jati diri … Maaf sekadar pendapat paling pribadi, sebatas pengetahuan yang saya miliki. Salam Literasi membangun peradaban negeri 👆👆

Subang, 4 September 2022
#SSW

(Visited 264 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan