INDAHNYA MENGADU DI SEPERTIGA MALAM Siti Suci Winarni Indahnya keheningan “di sepertiga malam” hanyalah sepenggal kisah sebagai pembuktian tentang makna cinta sejati, bukan hanya janji-janji palsu tanpa bukti. Sebab, “di sepertiga malam” itu Sang Kekasih tak sekadar menanti. Tapi, memberikan

  Air Mataku Jatuh. Mengawali kembali pengajian rutin setiap hari Jumat, dan Senin. Tepatnya setelah liburan Idul Fitri 1442 H. Rasa bahagia dan haru yang saya rasakan. Setelah sekian hari sakit. Alhamdulillah kini  sudah sehat wal’afiat. Sudah bisa beraktifitas, mengikuti

Tak Terduga Virus Covid-19 adalah virus yang mematikan. Saat Ini Virus Covid-19 Sedang menyerang seluruh dunia termasuk Tanah Air tercinta kita yaitu Negara Indonesia. virus ini pertama muncul di Wuhan China. Pagi yang cerah, Aisyah sedang bermain bersama Fatimah. mereka

Pandemi bagai Mimpi OLEH : REISHA PUTRI Langit cerah menjadi suram Kegelapan perlahan datang Alam mencekam Bumi pun berduka Fondasi dunia terguncang Datanglah dia si pengacau Tanpa ancang-anacang Merusak semua rancangan Kau seperti apai yang membara Yang membakar dengan amarah

Sang Kekasih Karya : Syifa Naura Nazifa Terlahir dijuluki yatim Mengais pilu dalam sanubari Mencampakan insan-insan penuh dengki Merangkai hidup bersama Ummi Dikala melontarkan Kalam-Nya Diterjang segudang rintangan Namun, api semangat tak kunjung padam Dalam menyebarkan dinnul Islam Wahai kekasihku

  Penolongku   Langkah demi langkah Menuju perubahan baru Meninggalkan masa lampau Demi tercapai tujuan Kukira semua baik-baik saja Tapi ternyata aku salah Hantaman masalah datang silih berganti Membuat diri menjadi tidak percaya diri Lalu….. Datang seorang penuh ketenangan Memelukku

Demi Sang Wali Jarum jam bergerak berlalu Matahari terbenam mengundang pilu Awan biru bersama angin lalu Bergerak bersama debu Lonceng bunyi tanda sedari Berlarian masuk kesana kemari Diberi ilmu oleh sang pengerti Diserap dan dipahami Mendengarkan dan memahami Demi membanggakan

Bosan Dunia indah tanpa memakai masker Dunia indah tanpa membawa hand sanitizer Dunia indah tanpa menjaga jarak Dunia indah tanpa sesak Kemana kalian semua Ku bosan dengan semua yang terjadi Mengapa kau datang dan menetap wahai covid Mengapa kau merubah

Pushi “Bukkk,” seekor kucing dipukul dengan kerasnya. Kucing yang dipukuli itu bernama Pushi, Pushi mempunyai bulu putih dan cantik. Terlihat seseorang sedang membawa tongkat dan menatap Pushi dengan tatapan tidak suka.Ternyata dia adalah Bu Tini, alasan Pushi dipukul karena Bu

Garda Terdepan (Kado buat Guru ) Oleh : Reisha Putri Kaulewati jalan penuh bebatuan Menghalau beragam rintangan Kaujalani dengan keikhlasan Tiada rasa resah Senyummu yang terpancar Sebunyi dari kenyataan Seperti tiada beban Namun Nampak kewalahan Usia kian merambat Tubuhmu pun

Kukenang Oleh : Reisha Putri Ketika dering telepon mencetak rekor Gawai penuh berita duka Tak ada yang bisa menyangkal Bahwa kematian di pelupuk mata Keceriana seketika lenyap Tertelan gelapnya malam Kutatapi dengan nanar Haus ilmuku tertahan sudah Perlahan canda mulai

Pandemi bagai Mimpi Oleh : Reisha Putri Langit cerah menjadi suram Kegelapan perlahan datang Alam mencekam Bumi pun berduka Fondasi dunia terguncang Datanglah dia si pengacau Tanpa ancang-anacang Merusak semua rancangan Kau seperti apai yang membara Yang membakar dengan amarah

Perampas Oleh : Reisha Putri Hujan deras mengguyur Beriring petir bersahutan Pohon-pohon tak lagi terdian Seperti dirampas dan diterbangkan angina Kau tiba-tiba datang Menutup semua atap kehidupan Kau tak kasat mata Namun sangat berkilat Kaumenjadi perbincangan Kaumenjadi topic pilihan Kaubertebaran

Rantai Metamorfosisi Oleh Reisha Putri Penghias langit mulai bertebaran Bagai bunga di musim semi Telah datang hari yang dinantikan Beranjak kupergi Menuju kehidupan baru Meninggalkan kepompong Untuk menjadi kupu-kupu Terpancar senyum Serta keindahan ahlak Sederhana namun bermakna Menyambut hangat kedatanganku

Subang Oleh : Reisha Putri Pohon hijau mengepung Hijau penghias mata Burung-burung berkicau Penuh makna Embun di pagi buta Warnai hari tanpa cahaya Cangkul bersinergi Awali hari sang pekerja Derap pejalan kaki Menelusuri romansa alam Di hamparan perkebunan Seperti labirin

Terkenang Kota Kelahiran Oleh Reisha Putri Kegelapan sirna ditelan mentari Kutapaki jalan penuh arti Mengayomi langkah demi langkah Sungguh, teramat elok Kulintasi kota kenangan Yang selalu hadir dalam angan-angan Begitu banyak bayangan Terlihat bagai khayalan Subang nama cantikmu Nanas ciri

Sesat Oleh Syifa Naura Nazifa Alunan mistis yang mencekam Menyuguhkan nuasansa alam kegetiran Menjerit Namun tak terwujud Tersirat kisah paranormal Menyisakan jejak leluhur alam Namun hanya omong belaka Tak dipungkiri Semua adalah fakta Dia dalang di tengah malam Mengirirngi buaian

Samudra Duka (Teriring Kasih Buat Ismi dan Fauzi) Lembar kisah pilu terlahir Tersurat dalam qada Illahi Menyisakan jerit tangis Dan gundukan tanah merah Duka kini menjadi lautan Malam kelam di bumi Wado Menjadi saksi akhir Perjalanan insan Gadis kecil yang

Tirta Janari Oleh : Syifa Naura Nazifa Di balik kegagahan Gunung Canggah Ada pamoyanan yang memesona Serta Tirta Janari Pelepas dahaga Tirta Janari Jauh menyapa namun indah tertata Bersembunyi dari jangkauan mata Serta hiruk pikuk Kehidupan yang lara Alam hijau

DAMPAK WABAH VIRUS COVID-19 Oleh N.ROSA   Wahai wabah virus covid-19 Aku banyak belajar dari mu tentang  mencuci tangan Menjaga jarak dan memakai masker Aku tahu engkau datang ke dunia Ini hanya untuk mengingatkan kita selalu menjaga lingkungan Tetapi dampak

Ibuku bisa menjadi sahabat bagiku Ibuku pahlawan tiada lawan Wajahnya selalu terbayang Kelembutan hatinya tak tertandingi   Ibu… Senyummu selalu membuatku terdiam Karena dirimulah aku bisa dilahirkan ke dunia yang besar ini Ibu… Kau mempertaruhkan hidupmu demi melahirkanku Ibu hatimu

RINTIHAN DUNIA Oleh Azzahra tri zulianthi   Dunia dirundung  sedih seakan alam mengandung perih Kini dunia berduka Merintih  dalam penderitaan   Kegembiraan berubah kesedihan Senyuman menjadi tangisan Tawa jadi duka Kau renggut kebahagian dunia   Duka yang kau berikan cukup

LITERASI GENERASI MUDA KU Oleh N.Rosa   literasi…. Aku banyak belajar darimu Aku banyak tahu olehmu Generasiku indah karenamu   Darimu aku tahu banyak hal Darimu wawasanku luas Darimu ilmuku bertambah   Engakau penawar dahaga rasa penasaran   Terimaksih literasi

Terpuruk Oleh Azzahra tri zulianthi   Baru kemarin kita tertawa lepas Lalu kini kita menderita Baru kemarin kita berbahagia Lalu kini kita terpuruk   Para medis  berjuang keras Tapi banyak rakyat yang acuh Para medis kini  kewalahan rakyat  menjerit kesusahan

Engkau hanya seonggok batu yang termakan debu Tapi tak ada jemu dalam jembatan ilmu jantungmu mendenyutkan cerita Semangatmu mengucap cita cita Dan hadirmu selalu terkenang   Kisah penting bermula dari bangkumu Yang terbaik melangkah melalui tapak jalanmu Gelak tawa maupun

♡Pahlawanku Indonesia♡ Yang berjuang demi Indonesia Indonesia tercinta Kau berani berkorban   Hatiku gembira Mereka yang berjuang demi bangsa Oh,pahlawan kau kukenang jasamu sebagai tanda kehormatan untukmu   Bagi pemuda Indonesia Teruslah berjuang demi Indonesia Bangkit bersatulah Sebangai generasi penerus

Dahulu… Kau datang terhuyung lesu Membawa segenap penderitaanmu Saat itu… Kau datang kepadaku Dengan badan penuh debu Langkah lunglai nan lesu Lalu engkau datang berseru Sudikah menolongku? Sekarang… Badanmu tak berdebu Langkahmu tak lunglai lesu Harapanmu mengharu biru Semoga.. Penderitaanmu

Umur dan Usia (Bagian 2 Tamat) Pada tulisan bagian satu tentang ringkasan dari kuliah Dhuha @ipmawaniqbal on Instagram bahwa untuk membuat umur lebih panjang dari usia adalah dengan memakmurkan hidup ini, ,melalui karya yang berarti dan amal sholeh yang tiada

Umur dan Usia (Bagian 1) Sudah tiga bulan lebih pandemi Covid 19 melanda Indonesia, akibatnya diberlakukan wfh (work from home), bekerja dan belajar dari rumah dengan segala keterbatasan yang ada. Pelatihan dan seminar pun dilakukan secara daring (online). Termasuk komunitas

Pembiasaan Literasi di Sekolahku, dengan terlebih dahulu pembiasaan di kelas. Saat ini saya mengajar di kelas 1 SDN. Wantilan, kecamatan Cipeundeuy, kabupaten Subang. Pembiasaan literasi ini, saya coba gabungkan dengan penerapan budaya antri. Diawali dengan masuk ke kelas mengambil kartu

Belajar Menulis Gelombang 12 Pertemuan ke-3 : Jumat 5 Juni 2020 Pukul : 19.00 – 21.00 WIB Pemateri : Dra. Sri Sugiatuti, M. Pd. Di Jumat malam ini saya bersiap menyimak materi dari tuturan lembut yang disampaikan secara lisan seorang

Peluncuran Web Lishangbihwa Menuju Generasi Literasi 4.0 Senin, 1 Juni 2020 merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia yaitu lahirnya Pancasila. Dalam kesempatan ini Komunitas Lishangbihwa dengan ketuanya Arum Handayani, M. Pd. meluncurkan sebuah terobosan baru untuk memajukan GLS di Kab.

IBUKU IDOLAKU _oleh_Eni K Ibu, ibu, ibu,…Rasulullah pun menyebutkan nama ibu sebanyak tiga kali, sementara ayah hanya satu kali. Dikisahkan pada zaman Rasul, ada yang datang dan bertanya, “Wahai Rasulullah kepada siapa aku harus berbakti pertama kali?” Nabi shalallahu a’laihi