Keladi Syifa Namanya  Syifa Amalia. Dia yatim saat umurnya masih 3 tahun, saat itu ayahnya kecelakaan saat berangkat ke pasar untuk berdagang. Dan menjadi piatu saat berumur 5 tahun karena ibunya sakit keras. Syifa  tinggal bersama neneknya. Sekarang Syifa

Peti Mimpi Rasanya mimpiku terkubur begitu saja Terkubur begitu dalam Hingga tak bisa digali Ku berusaha untuk mengeluarkan Dari dalam Tapi…. Zaman begitu kayak Perlu sejuta peti emas Untuk menggali mimpi itu kembali Karena begitu mahal pendidikan Sampai harus mengubur

  Guru Terhebatku Ketegasan…… Kedisiplinan…… Rendah hatimu…. Bijaksanamu….. Kemandirianmu…. Aku sangat kagum dengan semua itu Aku bingung…. Mengapa Mengapa Diriku bertanya-tanya Mengapa rasa kagum ku begitu menggebu Ciater, April 2021

  Penolongku   Langkah demi langkah Menuju perubahan baru Meninggalkan masa lampau Demi tercapai tujuan Kukira semua baik-baik saja Tapi ternyata aku salah Hantaman masalah datang silih berganti Membuat diri menjadi tidak percaya diri Lalu….. Datang seorang penuh ketenangan Memelukku

  Asa Masa begitu indah Sekolah menengah Banyak kehangatan di sana Banyak kenangan disana Kuharap semua bisa diulang Namun semua sirna Tidak tersisa Kini…. Masa begitu berbeda Ketika menjadi penerus bangsa Yang  telah menantii Jati diri harus terus dipatri Seragam

Rumah Ilmu Tiga tahun ku ada di sana Di tempatku menemukan segalanya Ku bertemu guru Bertemu sahabatku Juga teman-temanku Sekolahku….. Kau jadikanku pintar Jadikan bertanggungjawab Disiplin Sehingga menemukan jati diri Kau lah tempat pertama yang kurindukan Ciater, April 2021  

  Ruang Persegi Kelasku….. Banyak hal kutemukan Banyak hal kurasakan Htam putih kehidupan ku temukan Banyak waktu kuhabiskan disini Pembelajaran juga pembentukan diri ku lakukan di ruangan ini Bukan ruangan biasa Begitu banyak makna kurasa Begitu banyak hubungan terjalin Di

  Perpisahan   Semua datang lalu pergi Begitulah Siswa akan pergi Meninggalkan sekolah tuk merajut mimpi Dan meraih asa dan cita Memang hanya raga kita berpisah Tapi sangat susah tuk tabah Kenangan begitu menumpuk Karena…. Sekolah tempatku menimba ilmu Sekolah

Mengenang Sekolahku Campur aduk perasaan ini Dilema tak karuan Begitu banyak kenangan Harus kutinggalkan Tempatku mencari ilmu Tempatku menambah wawasan Tempatku bertemu banyak teman Begitu banyak ku dapatkan Berbagai pengalaman pembelajaran Juga kesenangan Akan kuingat semua Takkan pernah lupa Hingga

Sang Guru Saat teringat tentangmu Ku selalu ingat Tentang Seseorang pemberi ilmu Seseorang membuatku cerdas Seseorang membuatku semangat Semangat mencari ilmu Kau sosok paling ceria Kau sosok paling dewasa Kau tak pernah mengeluh Karenamu aku bangkit dari keterpurukan Sampai akhirnya

  Terimakasihku Sebesar-besarnya bentala Masih besar jasa Pengabdianmu Semua itu….. Membuat diri enggan berterima kasih Bukan tidak tahu cara berterima kasih Namun semua tidak cukup Kau patut diberikan kanaga layak seorang raja Mungkin….. Saat ini hanya terima kasih kuucapkan Namun

  Sebuah Amarah Ruang persegi menjadi saksi bisu Ketika…. Ia mengajar namun tak didengar Kebisingan akhirnya datang Hingga membuatnya jengkel Lalu….. Rasa sabar hilang Meninggalkan ruangan Menjadi pelarian Memendam menjadi kebiasaan Karena sebuah ketidaktegaan Untuk meluapkan amarah Ia guru paling

  Sosok Paling Setia Kau digugu juga ditiru Kau semangatku Kau sosok paling ku rindu Sebuah bangunan tempatku menemukanmu Ruang persegi menjadi saksi bisu Atas semua jasa-jasamu Goresan tinta berjuta makna Kau buat semua Penuh keikhlasan juga kehangatan suasana Waktu

  Idolaku Kau susuri jalan berlubang Bahkan saat arunika baru datang Kau tak hirau matahari belum terang Kau tak hirau rasa kedinginan Air berjatuhan menimpamu tak hentikan langkahmu Sungguh tiada sosok sekuat dirimu Kesabaranmu… Keikhlasanmu…. Pengabdianmu… Semua membuatku menjadikanmu idolaku

  Guruku Sahabatku Guru kau bukan hanya memberi ilmu Kau tempatku mengadu Kau tempatku mencurahkan isi hatiku Guru Kau sangat istimewa bagiku Begitu derena dirimu Mendengarkan keluh kesahku Begitu banyak layak tumpukan buku Begitu bijak dirimu Menasihatiku agar aku tidak

  Kurindukan Sesak dada ini Rindu hati ini Jiwa raga seakan menjerit Menyesal keadaan begitu pahit Kau dulu aku tinggalkan Karena bermalas-malasan Kini aku sangat merindukan Cara guruku mengajarkan Perlahan demi perlahan Pelajaran yang kutulis Cerita yang kubaca Sungguh ku

  Pendidikan dan Harta Banyak manusia salah arah Karena sebuah harta Mereka berpikir harta segalanya Mereka berpikir harta yang membantunya Mereka salah Pendidikanlah yang menuntunnya Memperbaiki akhlaknya Menjaga martabatnya Tapi….. Tetap harta yang dijaga Tetap harta yang disuka Padahal pendidikan

Titik Terang Tersimpan dalam Sunyi Terbisu dalam sepi Hanya dilihat saat dibutuhkan Yang ada banyak dicampakkan Engkau jendela dunia Engkau titik terang Engkau yang membimbingku menerangiku…. Tanpamu apalah daya aku Apalah arti hidupku Hanya kegelapan yang diselimuti Kebodohan…. Ciater, April

Pelita di kegelapan Pikiran melayang Tak tahu tujuan Hidup penuh kebingungan Layak dijajah kebodohan Diriku tanpa ilmu Bagai bangunan tak berlampu Gelap bagi berhantu Tak ada siapapun yang mau Hingga….. Cahaya terbit ditengah kegelapan Menerangi semua kehidupan Menuntun menuju kebenaran

  Impian dan Kenyataan Senyumku begitu lebar Menutupi rintihan tangisan Sebab sayap impian terlalu lebar Terbang menuju awan hingga tak tergapai Hanya karena tidak adanya dukungan orang tua Berat hati ku simpan mimpi Layak ditelan Bumi Kini…. Mimpi menjadi sebuah

  BULLYING  Mungkin banyak orang menganggap perundungan (Bullying) itu hal wajar. Akan tetapi, bullying termasuk kedalam tindak kekerasan. Bagi pelaku tindakan perundangan akan dipidana dengan penjara paling lama 3 tahun 6 bulan atau denda paling banyak Rp. 72 juta. Dari

BIJI AJAIB  Zaman dahulu kala, hiduplah seorang gadis kecil yg miskin ia bernama Rara. Rara hidup bersama ibunya saja karena ayahnya sudah meninggal saat Rara masih kecil. Ibunya bekerja di perkebunan teh, ibunya dikasih kepercayaan oleh pemilik perkebunan untuk mengelola

KANCIL DAN SIPUT  Zaman dahulu kala, ada seekor kancil yang sombong dan selalu memojokkan siput. Hingga sang kancil mengajak siput untuk berlomba lari, karena siput memiliki kebiasaan berjalan lambat. Suatu hari, saat kancil sedang berlari. Ia tidak sengaja bertemu dengan

  KURA KURA YANG SOMBONG  Zaman dahulu kala, ada seekor kura-kura yang sombong dan merasa dirinya layak untuk terbang dibandingkan hewan perairan yang lainnya. Ia pun merasa geram karena memiliki tempurung yang sangat keras dan karena itu membuat tubuhnya sangat

  CURUG CIANGIN Bila aku melihatmu Tiba-tiba turun di dalam kalbu Rasa damai beribu-ribu Memenuhi ruang jiwaku Engkaulah hiasan alam Diantara pegunungan Mengalir amat indah Jatuhkan diri ketempat rendah Engkau laksana nyanyian Mengalun merdu di kesunyian Tiada bosan ditelinga Suaramu

  CAHAYA PENDIDIKAN Dalam keningku aku termangu Sebuah cahaya penentu masa depan Menjadi sebuah motivator pergerakan Dalam menjunjung tinggi pendidikan Di saat mataku tertutup kebodohan Engkau hadir dengan sejuta harapan Pembongkar sandi kegelapan Pendidikan, pengubah jaman Dua Mei selalu kami

  BANGUN PEMUDA PEMUDI Pemuda pemudi negeriku Teruslah belajar untuk kemajuan bangsamu Gapailah cita-cita nan tinggi itu Menjulang sampai ke langit ketujuh Pemuda pemudi negeriku Tuntutlah cakrawala ilmu sampai ke ujung ufuk Karena engkau tidak akan pernah tahu Perang pemikiran

  GURUKU YANG HEBAT Bagaimana tidak hebat Rutinitas pagi harus serba cepat Bangun cepat Mandi cepat Sarapan kalau sempat Guruku hebat Jam 05.00 sudah wangi Menjemput sang pelangi Mengantarkannya meraih mimpi Demi ibu pertiwi Guruku hebat Bertahun-tahun menahan diri Dari

  TAMAN ILMU Musim kemarau panas berkepanjangan Musim penghujan hujan berdatangan Itulah hebatnya dirimu Panas hujan tetap untuk kau berdiri Kau hanya tumpukan bata merah Tulangmu hanya dari besi Seindah diriku namamu sama Kaulah taman kehidupan Tempat tertanam berjuta ilmu

  TOMBAK KEBERHASILANKU Pena menari di atas kertasku Menuliskan setiap kata yang kau ucapkan Memberikan secercah cahaya dalam kegelapan Menuntunku Menuju jalan kesuksesan Walau letih terlihat di wajahmu Tak menghapus semangatmu Kau selalu mendampingiku menuju cita-citaku Mengajari hal baru Dengan

PENAKU Penaku … Setiap hari ku gunakan dirimu Ku goreskan tintamu Ku pinjamkan dirimu Kadang ku habiskan dirimu Penaku … Kau ku gunakan untuk mencurahkan isi hatiku Kau ku gunakan untuk mencurahkan ilmuku Dan Ku gunakan dirimu untuk menceritakan kisahku

  PENA SANG GURU Pena guruku Tak pernah bosan menari-nari di diriku Menuliskan banyak warna di jiwaku Coretan lembut, hangat menyentuh kalbuku Pena guruku hebat Karena penanya aku tak telat Tugas-tugasku tak lambat Walau panas matahari menyengat hingga hujan lebat

  PAHLAWAN TANPA LENCANA Pagi yang indah deruan angin menerpa wajah Dingin menyelimuti langkah penuh keikhlasan Renungan hanya untuk sebuah kejayaan Berfikir hanya untuk sebuah keberhasilan Tiada lafaz seindah tutur katamu Tiada penawar seindah senyumanmu Tiada hari tanpa sebuah bakti

  SUBANG Purwakarta Bandung Lembang Subang Kawah Gunung Tangkuban Perahu Air Panas Sariater Curug Cileat, Curug Ciangin Gedung Wisma Karya Nanas simadu Kerupuk melarat Oncom dawuan Rambutan kalijati Sisingaan Doger kontrak Nadran Mapag Dewi Sri Hanya ada di situ Di

  PANDEMI Tidak keluar rumah sudah Tidak ke sekolah sudah Tidak ke tempat kerja sudah Tidak ke pasar pun sudah Menutup hidung dan mulut Menjaga tangan selalu bersih Jauh-jauhan sama teman Cairan pembunuh kuman selalu dalam tas Saat kau datang

  PENDIDIKAN Siapalah aku ini Darimana aku berasal Apalah dayaku Waktupun tidak berpihak kepadaku Aku hanya mencerahkan masa depanmu Aku hanya tempat sumber ilmumu Aku hanya menambah pengetahuanmu Aku hanya membuka jalan setiap langkahmu Buku Pena Guru Mereka sahabatku Aku

BUKU Setiap bait kata penuh makna Rangkaian kalimat penuh sarat Setiap tinta digoreskan Dalam halaman kertas putih Buku adalah kepercayaan Buku adalah sains Buku adalah sosial Buku adalah seni Segala sumber pengetahuan Jendela ilmu Jendela dunia Cakrawala kehidupan Buku tempat

Zaman digital Zaman canggih Semua di beli dari rumah Segala  bisa di beli Hanya dengan menjentikkan jari Cara belanja sangat mudah Beda zaman dulu di pasar Tinggal pencet katanya murah Barang datang diantar   Cuma dengan hanphone pintar Aplikasi situs

  Mushola Mushola Kau tempat untuk beribadah. Kau tempat mengadu kepada-Nya Kau tempat yang suci Saat adzan bergema Membuatku ingat kepada-Nya Mengingatkan semua umat-Nya Untuk pergi ke tempat mu Mushola Kau selalu memberi Tanda untuk beribadah Kepada-Nya Hampir semua umat-Nya

  • 1
  • 2