BAGAIMANA PANDANGAN KITA TENTANG NILAI Siti Suci Winarni Dalam proses apa pun hasilnya tentu berkaitan dengan nilai, terutama dalam proses pendidikan, ada standar yang dijadikan parameter atau indikator untuk mengukur sejauh mana target pendidikan berhasil dicapai. Standar itulah yang biasa

TESTIMONI TENTANG GERBANG CITA Siti Suci Winarni Kami sampaikan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak penggagas ide ini beserta tim. Program ini sangat bagus di era digital dalam memotivasi peserta didik untuk membaca sekaligus belajar dengan suasana menyenangkan. Dengan

MENEMUKAN JATI DIRI By Siti Suci Winarni Kita sering membaca dan mendengar istilah mencari dan menemukan jati diri. Sebuah usaha yang tidak mudah untuk menemukan jati diri, tentu membutuhkan waktu yang lama, sejalan dengan bertambahnya usia. Jati diri merupakan identitas

FOTOGRAFI DALAM KEHIDUPAN KITA. By Siti Suci Winarni Hidup kita tidak bisa dipisahkan dengan seni. Tentunya mencakup berbagai bidang seni, yang meliputi seni lukis, seni suara, seni tari, seni kriya, seni patung, seni sastra, dan seni fotografi dengan berbagai genrenya.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208626409494740&id=1745067332&sfnsn=wiwspwa

CARA PANDANG DIRI Siti Suci Winarni Mari sahabat-sahabat literat kita bersama-sama mengupas tentang cara pandang kita kepada orang lain dan cara pandang orang lain kepada kita … Kita mulai dari hal-hal yang pokok dan mendasar yaitu tentang image kita di

MEMBANGUN PROFESIONALITAS GURU MELALUI PENGUASAAN MATERI AJAR Siti Suci Winarni Mengembangkan dan memanfaatkan aspek-aspek kompetensi guru melalui penguasaan materi ajar yang diampunya. Guru profesional senantiasa menguasai bahan ajar atau materi pelajaran yang akan diajarkan dalam proses kegiatan belajar mengajar, serta

MENJAGA KESEHATAN IDENTIK DENGAN MENJAGA KEUANGAN By Siti Suci Winarni Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang tanpa kecuali, karena tanpa kesehatan yang prima, maka setiap orang akan sulit melaksanakan berbagai aktivitas sehari-hari, dari yang ringan sampai yang

SELF REMINDER by Siti Suci Winarni Karakter seorang akademisi yang memiliki mindset hebat adalah : 1. Selalu memandang orang lain dari sisi baik dan unggulnya, sedangkan sisi lain itu tugas mereka sendiri. 2. Selalu bersyukur apa pun yang dimiliki. 3.

MARI MENGENALI POLA PIKIR KITA By Siti Suci winarni Setiap individu berbeda-beda pola pikir (mindset) Pola pikir sangat penting dalam memengaruhi kinerja. Namun, Jika pikiran kita tidak dilatih secara berkala atau bertahap, kita akan mudah memasukkan perkataan orang lain ke

  INTROSPEKSI DAN EKSPEKTASI Siti Suci Winarni Tahun 2021 segera berakhir, kemudian beganti tahun 2022. Tentu ada semangat dan ekspektasi dalam menyambut tahun baru.Oleh sebab itu, mari tengok sejenak kemudian memeriksa dan mencatat beberapa hal yang telah kita lakukan di

  MENGENAL KEUNIKAN KITA SSW Kita semua memiliki perbedaan yang dipengaruhi faktor-faktor secara umum. Perbedaan itu bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik (dalam berbagai kriteria), pola pikir (dalam tingkat kematangan, kedewasaan, kecerdasan, dan kekuatan daya pikir), perbedaan gender ( laki-laki dan

ASYIKNYA AKU MENULIS by Siti Suci Winarni Asyiknya kebiasaan menulis. Terkadang bagi sebagian orang menulis masih dianggap susah atau masih jarang orang melakukannya. Padahal menulis merupakan kegiatan asyik dan menyenangkan. Mengapa? Karena dengan menulis kita dapat menuangkan apa yang ada

Buah Pepaya Oleh : Rd. Nurliyah Bentukmu lonjong indah menawan Untuk dinikmati berbagai olahan Allah beri untuk kita manfaatkan Hasil bumi tak boleh disia- siakan Penuh nutrisi bagi tubuh Enak dimakan apalagi sudah matang Penyegar di kala dahaga Amboi…lihat warna

INDAHNYA MENGADU DI SEPERTIGA MALAM Siti Suci Winarni Indahnya keheningan “di sepertiga malam” hanyalah sepenggal kisah sebagai pembuktian tentang makna cinta sejati, bukan hanya janji-janji palsu tanpa bukti. Sebab, “di sepertiga malam” itu Sang Kekasih tak sekadar menanti. Tapi, memberikan

  RUMPUT Oleh : Rd. Nurliyah Rumput hijau penuh tetes embun pagi Untuk sekedar olah raga di masa pandemi Menikmati udara sejuk indah sekali Pijatan di telapak kaki terasa silih berganti Umpama hamparan hijau bak permadani Tuhan kasih ini tak

  Air Mataku Jatuh. Mengawali kembali pengajian rutin setiap hari Jumat, dan Senin. Tepatnya setelah liburan Idul Fitri 1442 H. Rasa bahagia dan haru yang saya rasakan. Setelah sekian hari sakit. Alhamdulillah kini  sudah sehat wal’afiat. Sudah bisa beraktifitas, mengikuti

SECERCAH HARAP Yusi Sri Mulyani Kegiatan literasi di sekolahku di masa pandemi covid-19 ini hampir mati suri. Kegiatan pembiasaan membaca 15 menit yang biasa kami lakukan setiap pagi  tak berjalan seperti biasa. Tak ada juga kegiatan Readathon yang biasa kami

VIRUS CORONA “Dua warga negara indonesia positif terjangkit corona karena melakukan kontak langsung dengan wsrga negara jepang yang sama sama positif corona. Berita ini sontak membuat seluruh warga negara indonesia mengalami kepanikan akibat wabah corona telah memasuki kawasan indonesia.” Suara

KHANZA Sudah beberapa hari ini, Khanza sakit flu dan batuk disertai demam yang tinggi. Hari ini hari di mana seharusnya Khanza pergi ke dokter, tetapi ibu sedang pergi dulu ke rumah nenek, yang kebetulan nenek juga sedang sakit. Khanza terbangun

Sore hari, di sebuah rumah sederhana pinggir kota. ‘Kasus positif covid-19 di Jakarta Kembali naik’ ‘Kasus Virus Corona Indonesia per 18 April 2021, Positif Tembus 1,6 Juta, Meninggal 43.424’ ‘Bertambah 4.585, Total Positif Covid-19 Jadi 1.604.348 Orang’ ‘Kasus Harian Covid-19

KOTA RAJA NANAS Pagi ini kampus di salah satu kota Bandung sedang membicarakan apa yang mereka lakukan. “Baik, penutupan pagi ini…saya minta kalian membuat kelompok beranggotakan 4 orang untuk mencari tau asal usul satu buah. Entah itu mangga, apel, anggur

Suatu Pagi   Telanjang menghadap alam Memandang bentangan bumi Langit  berkaca pada telaga Telaga memeluk awan Sepoi membelai hati Mentari bersinar mesra Hangat mendekap semesta   Diam tak pernah bisa terlalu lama Ketika pohon berlumut mendekap pagi Tetesan embun mengkristal

Pasar Cisalak Digdaya   Riuh pedagang dan pembeli Memecah embun pasar cisalak Menetes pada tenda-tenda pedagang Membasahi hati pembeli Semua siap bertransaksi   Mendung urung bergantungan dilangit Mega berpesta pora sambut mentari Hangat merasuk hati Cerah hadir di pagi ini

Pemuda dan Pendidikan   Pemuda hebat terus bergerak Menerobos tembok besi Dengan penuh inspirasi Tanpa mau dibatasi   Bertanya lugas karena penasaran Satu jawaban berikan semangat perjuangan Tak perlu takut ataupun ragu Terus melangkah demi sebuah perubahan   Pendidikan itu

Subang   Kota kecil nan indah Rapi dan bersih Hangat penuh semangat Tertata membanggakan   Subang tempatku di lahirkan Budayamu aneka rupa Begitu banyak cerita Akan eksotis pesonanya   Oh … Subang Jejak cerita yang pernah ada Selalu terpatri di

Rinduku Padamu   Kududuk berjam-jam Menatap layer gawai penuh tulisan Kusiapkan buku dan pena   Deretan tugas berjejer Tugas daringku Yang sungguh banyak   Dulu tak seperti ini Kuukir tanya pada guru Kucipta canda dengan kawanku Hadir di ruang kelas

Ini Pandemi   Kubuka jendela rumah Tapi kurasa ada yang salah Bumku tak lagi ramai Hati ini tak lagi tenang   Bumiku … Adakah yang salah? Mengapa orang tak lagi bersamaan? Mereka tak lagi berdekatan Tak ada tutur sapa yang

Pandemi Melanda Negeri Ini   Pandemi melanda Negeri berduka Masyarakat resah Kabar sedih di mana-mana   Dokter kerepotan Perawat kelelahan Pemerintah kebingungan   Cepatlah hilang Agar kami dapat nikmati Indahnya Ramadhan ini Idul Fitri tinggal menghitung hari Akankah semua kembali?

TENANG   Walau tenang tak kunjung datang Kita tetap hebat Situasi selalu membuatku kebingungan Entah sampai kapan dunia akan menutup kebebasanya Dan entah sampai kapan kita akan bernaung pilu Melatih sendiri Mentertawakan rintihan asa yang tak kunjung tercapai Membuat diri

SOSOK KECIL   Sosok kecil terbujur kaku Mentertawakan pemimpim kala dunia merintih Mentertawakan paradoks yang kian tertentang Disaat sporadis kian menyebar Dalam estimasinya Ada kalanya dirgantara terlihat sontok Kau bukan rumah Meraup kesengsaraannya ‘tuk didaur ulang menjadi bahagiamu Meraup lembar