TIDAK ADA KATA MENYERAH UNTUK MERAIH CITA_NAZHIFA KHOIRUNNISA_SMPN 1 PABUARAN

FOTO-NAZHIFA.jpeg

TIDAK ADA KATA MENYERAH UNTUK MERAIH CITA

Nazhifa Khoirunnisa

 

Ria wanita cantik dengan kulit putih bersih bak rembulan di malam hari. Ria gadis yang tumbuh dari keluarga sederhana. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya di desa. Sejak kecil Ria selalu ingin menjadi seorang dokter, dia selalu berusaha keras untuk bias masuk fakultas kedokteran, dari kelas 1 SD sampai dia duduk di kelas 11 dia selalu mendapatkan peringkat pertama di sekolahnya, keduaorangtuanya pun sangat bangga memiliki putri secantik dan sepintar Ria.

Di kelas 12 ini Ria tengah belajar keras untuk mempersiapkan ujian semester ganjilnya. Ria tidak mau mendapatkan nilai rendah maka dari itu diabelajar dengan giat. Ria sangat suka belajar, dia tidak pernah bosanmelihat tulisan dan angka angka gang ada dibuku. Pelajaran yang Ria sukai adalah matematika danilmu pengetahuan alam, kebanyakandari siswa yang lain sangat membenci pelajaran itutapi tidak dengan Ria. Hari ini adalah hari ujian nya Ria sangat bersemangatuntuk mengerjakan soal-soal yang luarbiasa membuat otak mendidih. Ria membiarkan pencil nya menari nari di ataskertas. Waktu pengerjaan ujian ini adalah 90 menit, tapi Ria hanya butuh waktu 20 menit untuk mengisisoal ujiannya. Ujian pun berakhir dan Ria mendapatkan nilaiyang memuaskan sesuai dengan ekspektasinya. Ria selalu bersyukur kepada Tuhan karena di berikecerdasan. Malam ini Ria bersama kedua orangtuanya sedang makan malam di rumah nya. Di mejamakan tersaji sayur sop dan tempe kedua menu ituadalah menu favorit Ria. Ketika makan malam berlangsung ayah nya menanyakantentang sekolah nya kepada Ria.

“Bagaimana sekolah mu nak?” ucap Rian sembari menatap sang anak.

“Baik ayah, Alhamdulillah ujian kemarin Ria mendapatnilai yang memuaskan,” jawab Riad engan semangat.

“Wah Ria hebat sekali, Ria pasti bisa masuk fakultas kedokteran,” sambung Rani ibu Ria. Setelah selesai makan malam Ria membantu ibu membersihkanmeja makan dan mencucisisa-sisa piring yang kotor. Selesai sudah membersihkan semuanya Ria langsung bergegas pergi menuju ke kamarnya untuk belajar.

  • •••••

 

Pagi hari yang cerah di iringin suara burung nan merdu di temani matahari yang sudah timbul dari arah Timur. Ria sedang menerima rapor dari sekolahnya, nilai Ria tidak ada yang turun justru semakin membaik dari sebelumnya. Setelah dibagi rapor biasanya sekolah meliburkanpara siswa selama beberapa hari.

Berbeda dengan teman-temannya yang biasanya mengisihari liburnya dengan berjalan-jalan ke luar kota, Ria sendiri hanya mengisi hari liburnyadengan belajar dan membantu ibu sehari-hari. Singkat cerita…”

Anak-anak tanggal 22 maret kita sudah mulai melaksanakan SBMPTN jadi di mohon jangan terlalu banyak bermain ya,” ibu guru memberi informasi sekitar tentang SBMPTN itu sangat membuat perasaan senang dalam hati Ria. Setelah pengumuman SBMPTN Ria sibuk belajar agarbisa lulus tes SBMPTN dan di terimadi fakultas kedokteran. Ria sibuk belajar sedangkan kedua orangtuanyasibuk mencari uang untuk mengumpulkan dana kuliah untuk Ria. Ayah nya setiap hari bercucuran keringat dan ibunya sibuk berjualan kue-kue manis.

  • ••••••

Ria dan siswa yang lain sudah mulai mengerjakan soal tes SBMPTN. Ria tersenyum karena soal-soal yang keluar adalah soal yang sudah dia prediksi. SBMPTN pun berlalu sekarang Ria tinggal menunggu hasil nya. Ria sangat gugup ketika hasilnya akan keluar, keringat dingin sudah memenuhi dahinya. Angkatan Ria di sekolah nya yang lulus tes SBMPTNhanya 10 siswa dari 198 siswa. Dan Riatermasuk kedalam 10 siswa tersebut. Ya, Ria dinyatakanlulus tes SBMPTN. Tidak berpikir panjang lagi Ria langsung bergegaspulang ke rumah menemui keduaorangtuanya.

“Assalamu’alaikum ibu!! Ria dapat kabar baik ibu!!”Teriak Ria sambil berlari kecil menghampiri ibu nya.

“Kabar baik apa nak?” Tanya ibu.”Tadi di sekolah adalah pengumuman yang lulus dari tes SBMPTN dan akhirnya…” Ria menggantungkan kalimat nya. Rani menunggu kelanjutan kalimat yang akan Ria ucapkan.”Ria lulus!!!!!” Sorak Ria bergembira sambil memeluksang Rani. Rani pun ikut bergembira bersama Ria mereka berduaberpelukan dan menari bersama.Tidak di sangka sangka Rian melihat kelakuan istridan anak nya.

“Ada apa ini kenapa kalian berdua menari-nari?” Tanya Rian heran. Mereka berdua yang sedang menari nari terkejut mendengar suara yang sering mereka dengar setiap hari.

“Oh mas, kamu sudah pulang ternyata,” kata Rani.Rian melirik sang anak, Ria yang sadar di lirik ayahnya langsung cengengesan.

“Kalian belum menjelaskan apa yang terjadi dengan kalian,” tagih Rian meminta penjelasan sambil berjalan menuju ke arah ruang tamu dan dudukdi salah satu sofa di ikuti oleh istri dananak.”Jadi anak kita lulus tes SBMPTN mas” jelas Rani singkatdengan tersenyum cantik. Rianterkejut sekaligus bersyukur mendengar perihal tersebut.Rian menapa sang anak lama  kemudian menyuruh sang anak mendekat ke arah nya.

“Terima kasih sudah tumbuh menjadi anak yang membanggakan kami nak, ayah dan ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk Ria,” ucap Rian haru dianggukioleh Rani membetulkan kalimat yang Rian ucapkan.

“Tidak perlu berterima kasih ayah ibu aku yang seharusnya berterima kasih karena telah mengajarkan aku tentang banyak hal, selalu mensuport aku, dan yang terpenting selalu menyayangiku,” tutur Ria sembari memeluk kedua orang tuanya dengan sayang. Mereka bertiga  berpelukan layaknya Teletubbies. Beberapa tahun kemudian Ria lulus fakultas kedokteran dengan perasaan bangga, Ria sudah mulai bekerja di rumah sakit besar di kota Bandung. Ria berhasil meraih cita-citanya sedari kecil. Ria sangat  berterima kasih kepada kedua orangtuanya karena selalu mendukung dan mendoakannya. Perjuangan mencapai titik ini tidak dilakukan dengan main-main, dari awal Ria memang sudah sangat serius mengejar cita-citanya menjadi dokter. Sekarang Ria percaya dengan kata-kata yang sering ada di Instagram bahwa “Perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil.” Dan akhirnya Ria dikenal masyarakat sebagai dokter muda yang cerdas, cantik dan rupawan. Itulah akhir cerita dari seorang Ria. Kita belajar bahwa jangan pernah menyerah dan putus asa untuk meraih cita-cita teruslah berjuang menggapai mimpi setinggi langit.

 

* Nazhifa Khoirunnisa, Jum’at 16 April 2021*

 

(Visited 9 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan