COVID-19_NAZHIFA KHOIRUNNISA_SMPN 1 PABUARAN

FOTO-NAZHIFA.jpeg

COVID-19

Nazhifa Khoirunnisa

COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis corona virus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31Desember 2019. Berita tentang virus covid-19 menyebar di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020. Berita tersebut membuat seluruh warga Indonesia dilanda kepanikan.Virus covid-19 yang menyebar diIndonesia disebabkan oleh 2 warga negara Indonesia yang salah satu diantaranya adalah keturunan jepang.

Virus covid-19 sangat cepat penyebarannya hingga pada akhirnya angka pasien virus ini semakin hari semakin meningkat. Dan pemerintah Indonesia membuat keputusan kepada warga Indonesia untuk tetap d irumah. Keputusan ini mengharuskan sekolah diliburkan selama2 minggu. Mendengar bahwa sekolah akan diliburkan selama 2 minggu itu membuat Andi dan teman- temannya merasa sangat bahagia karena di bebaskan dari tugas.

Selama 2 minggu Andi hanya berdiam di rumah saja. Andi pikir ketika dikabarkan sekolah diliburkan selama 2 minggu itu akan membuatnya bebas bermain bersama teman-teman nya,tapi ternyata keluar rumah pun Andi dilarang oleh kedua orang tuanya yang kebetulan adalah seorang dokter, khawatir akan membuat Andi terkena virus covid-19.

Andi merasa bosan karena hanya berdiam diri dirumah, dirumah pun ia hanya sendirian karena orang tuanya memiliki banyak pasien di rumah sakit.”….pasien virus covid-19 telah mencapai 1.528, 136 meninggal, 81 sembuh pada tanggal 30 Maret 2020…” Berita yang disampaikan oleh reporter tersebut membuat Andi terkejut melihat angka pasien semakin banyak.”Jika seperti ini pasti sekolah akan diliburkan lebih lama lagi lalu bagaimana dengan system pembelajaran untuk para siswa” ucap Andi bingung dengan tangan yang mengusap usap dagu.

  • •••••••

Pagi hari ini matahari sudah terbit dari ufuk timur.Andi sudah terbangun dari tidurnya,kemudian dia keluar kamar dan melihat sekeliling rumah ternyata kedua orang tuanya belum pulang dari rumah sakit. Andi tahu pasti kedua orang tuanya sangat sibuk di rumah sakit karena pasien bertambah banyak hingga mereka tidak sempat untuk pulang. Untungnya Andi sudah terbiasa ditinggalkan sendiri di rumah. Ketika andi sedang berada di dapur terdengar suara pintu yang terbuka, Andi melihat kearah pintu yang kebetulan dapur Andi menghadap ke pintu masuk. Ternyata yang membuka pintu tersebut adalah kedua orangtuanya.

“Mama..papa..kalian pulang?” Pertanyaan Andi ini seharusnya tidak perlu Andi tanyakan karena Andi sudah melihat kedua orang tuanya ada dihadapannya. Ya itu hanya sekedar basa basi yang dilontarkan oleh Andi.

“Iya Andi, tapi kita di rumah hanya sebentar, kamu sudah sarapan Andi?” Jawab papanya sambil bertanya kepada andi.”

“Belum, Andi akan membuat nasi goreng untuk sarapan mamah, papah mau? Kalau mau sekalian akan Andi buatkan nasi goring,” tawar Andi

“Boleh sayang kebetulan mama dan papa belum sarapan,” mamanya menjawab sambil tersenyum dan mengelus kepala sang anak. Tanpa berkepanjangan papanya pamit untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.

“Ya sudah Ma, Andi buat sarapan dulu,” Andi pun segera menuju dapur. Ketika sedang menyiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng mamanya menghampirinya ke dapur. Andi yang sadar mamanya ada si samping nya bertanya

“Loh mama kenapa kesini mama lebih baik istirahat di kamar sambil menunggu Andi memasak,” ujar Andi yang masih terlihat sibu kmenyiapkan bahan.”

“Hmmm… tidak, mama lebih baik membantu Andi memasak,” ucap mamanya yang sudah menyiapkan wajan dan akan menyalakan api di kompor. Tapi Andi segera mencegah mamanya untuk membantunya memasak karena ia tahu mamanya butuh istirahat melihat wajah lelah sang mama.

“Tidak usah mama, biar Andi saja yang memasak” cegah Andi.”

Tidak. Mama akan tetap membantu kamu memasak sarapan lagian ini hanya nasi goring Andi,” tolak mamanya yang tetap pada pendiriannya untuk membantu Andi memasak. “Ya sudah kalau mama memaksa,” ucap Andi dengan nada sedikit kesal sambil memajukan bibirnya, melihat Andi seperti itu mamanya langsung saja tertawa.

“Hahahaha yaa ampun anak ini sudah besar masih saja terlihat seperti bayi,”

“Mama jangan menertawakan aku, aku bukan bayi aku sudah besar mama dua tahun lagi umurku juga akan 20 tahun” kesal Andi karena mamanya masih sering menyamakan nya dengan bayi padahal umur Andi sekarang 18 tahun.

“Astaga anak ini, kamu itu memang terlihat seperti bayi tahu, ya sudah ayo kita memasak,” Andi dan mamanya pun melanjutkan memasak nasi goring sambil bercanda gurau. Andi merasa makanan yang selalu dibuat oleh wanita cantik yang melahirkannya akan selalu menjadi makanan yang istimewa meskipun makanan itua dalah makanan yang sederhana. Nasi goreng pun telah siap disantap mamanya memanggil papanya yang sedang berada dibelakang rumah.Andi dan kedua orangtuanya menyantap nasi goreng dengan sangat khidmat.

Satu jam berlalu setelah Andi dan keluarganya sarapan.Kini di rumah Andi kembali merasakan kesepian untungnyatadi Andi diberi kesempatan untuk sarapan bersama keluarganya. Memang setelah kabar virus covid-19 menyerang negara Indonesia kedua orangtuanya sangat jarang ada di rumah.

  • ••••••

Sekolah mulai dilaksanakan kembali namun dilakukan secara online karena pemerintah melarang warga negara Indonesia untuk  berkerumun. Akhirnya pertanyaan Andi terjawab tentang bagaimana pembelajaran selanjutnya dimasa pandemi seperti ini. Tidak ada yang tahu pasti kapan sekolah akan dilakukan secara offline kembali. Hari ini Andi sudah disibukkan dengan tugas. Pembelajaran dilakukan secara online ini membuat Andi kepusingan karena materi yang susah sekali dimengerti. Andi menjadi sangat menyesal karena ketika sekolah dikabarkan libur Andi merasa sangat senang padahal itu semua adalah awal dari kesengsaraan Andi, mungkin juga untuk siswa lain.

Ketika Andi sedang fokus-fokusnya mengerjakan tugas terdengar suara dering dari handphonenya. Karena Andi sedang fokus Andi tidak langsung menjawab telepon tersebut. Tapi beberapadetik kemudian suara dering telepon Andi kembali terdengar.Andi yang merasa kesal karenafokusnya terganggu langsung mengangkat telepon itudengan kedua alis yang menyatu.Andi tidak melihat nama kontak yang menelepon nyajadi dia tidak tau siapa yang meneleponnya.”Halo” sapa Andi yaa meskipun masih merasa kesal Andiharus menjaga sikap sopan santunyadi telepon dengan cara menyapa lawan bicaranya.”Halo Andi ini papa kamu bisa ke rumah sakit tempatpapa dan mama bekerja ada yang haruspapa bicarakan kepada kamu Andi” setelah terdengarsuara lawan bicaranya yang ternyatapapanya andi langsung menjawab.”Memangnya ada apa pa kenapa aku harus ke rumah sakit?Kenapa tidak di bicarakan lewattelepon ini””Tidak bisa Andi ini menyangkut mama kamu, segeralahkamu kesini papa menunggu kamujangan lupa memakai masker Andi” Andi mendengar suarapapanya seperti khawatir.”Mama? Mama baik baik saja kan pa? Aku kesana sekarang”Andi langsung menutup teleponitu secara sepihak.Tidak pikir panjang Andi langsung berangkat menujurumah sakit tempat kedua orangtuanyabekerja.Sepanjang perjalanan Andi dilanda rasa khawatir setelahpapanya menelepon.

Waktu berlalu Andi telah sampai di parkiran rumahsakit, langsung saja Andi membuka pintumobil dan berlari kencang mencari ruangan ayahnya.Akhirnya setelah berlari cukup lama ruangan ayahnyasudah ada di depan nya.Andi membuka pintu ruangan papanya dengan sedikitkasar dan langsung memberikanpertanyaan tentang kekhawatiran nya.”Ada pa?mama baik baik saja kan pa?”Andi bertanya sembari menatap papanya.”Andi mama kamu..””Papa cepat bicarakan apa yang terjadi?””Andi” panggilan papanya kepada andi seperti mengisyaratkanbahwa Andi harus tenang.”Mama dikabarkan terkena virus covid-19 setelah dites hasilnya memang benar positif”sambung ucapan papanya sambil menatap Andi denganperasaan yang khawatir.”A..apa ma..ma tertular virus?” Tanya Andi denganterbata bata.Papanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaanAndi. Melihat papanya menganggukAndi langsung langsung terjatuh akibat terkejut. Papanyalangsung membangunkan Andi danmendudukkan Andi di sofa kecil.”Tenangkan dirimu Andi kalau kamu tenang akan papabawa kamu melihat mama”Ucapan papanya membuat Andi seketika itu juga berusahauntuk tenang agar ia biasa melihatkondisi mamanya.”Aku sudah tenang pa ayo kita lihat mama”Andi dan papanya langsung segera ke ruangan mamanya.Setelah sampai Andi terkejut melihatkondisi mamanya yang sangat memprihatinkan kebetulansaja mamanya sedang tertidur.Pantas saja sudah 2 minggu mamanya tidak pulang hanyapapanya saja yang pulang itupunhanya untuk membawa pakaian.Andi dan papanya tidak bisa masuk ke ke ruangan mamanyakarena ruangan itu khusus untukpasien yang terkena virus covid-19 yang bisa disebutruang isolasi. Jika masuk ke ruanganpasien covid-19 pun harus menggunakan APD(alat perlindungan diri)Karena hal tersebut andi dan papanya hanya bisa melihatkondisi mamanya dari jendela.Andi sangat ingin menangis namun ia tahan karena pastinyaAndi akan merasa malu.

Setelah melihat kondisi mamanya Andi langsung berpamitan kepada papanya dan memintapapanya menjaga diri.”Pa aku akan segera pulang nanti aku kembali kesinilagi untuk mengantarkan pakaian. Papajaga diri jangan sampai terkena virus seperti mamajika papa ikut tertular aku akan marah”pamit andi sambil mengancam papanya sendiri.Papanya tersenyum kemudian menjawab “iya Andi kamujuga berjaga diri ya nak””Yasudah aku akan pulang pa”Tibanya dirumah Andi segera membuang masker dan menggantipakaian karena takut virusnya menempel pada tubuhnya.Setelah Andi membersihkan diri Andi berbaring di ranjangnyadengan pikiran yang masih tertujukepada kedua orangtuanya. Banyak pertanyaan pertanyaanyang muncul di dalam pikirannyatentang apakah mama nya akan sembuh? Papanya baikbaik saja? Sekolah bagaimana?Kapan virus ini akan berakhir? Dan banyak hal lainnya.Lama kelamaan Andi lelah dan tertidur.Esok harinya ia akan kembali ke rumah sakit Andi akanmengantarkan pakaian untuk keduaorangtuanya.Tiba sudah Andi di rumah sakit dan Andi ingin segeramelihat kondisi mamanya.Pikiran Andi semakin kalut dan kusut karena kondisimamanya semakin buruk. “Bagaimana jikamama..ah tidak tidak itu tidak mungkin terjadi akuharus menghapus pikiran ku tentang itu akuyakin mama pasti sembuh” ujar andi.1 minggu berlalu…Hari ini langit sedang mendung matahari tidak munculseperti biasanya untuk memperlihatkancahayanya seolah olah mengibaratkan bahwa langit sedangbersedih.Setelah 1 bulan lamanya tubuh wanita tercinta diserang oleh virus covid-19 akhirnya tumbangwanita itu lelah, wanita itu tidak lagi bisa melawanvirus tersebut.Mama Andi dikabarkan meninggal dunia disebabkan olehvirus covid-19.Andi dan papanya masih tidak bisa terima bahwa wanitatercantik dalam hidup mereka telahberpulang kepada Tuhan yang maha esa.Andi tidak bisa memeluk tubuh mamanya untuk yang terakhirkalinya karena mamanya pasiencovid-19 Andi hanya bisa melihat proses pemakamanmamanya.”Pa a..ak..u ingin memeluk mama pa” ucap Andi terbatabata dengan sisa isak tangis.Papanya tidak menjawab pertanyaan Andi dia hanya memelukputranya yang sedang bersedih

Sekolah mulai dilaksanakan kembali namun dilakukansecara online karena pemerintahmelarang warga negara Indonesia untuk tidak berkerumun.Akhirnya pertanyaan Andi terjawab tentang bagaimanapembelajaran selanjutnya dimasapandemi seperti ini. Tidak ada yang tau pasti kapansekolah akan dilakukan secara offlinekembali.Hari ini Andi sudah disibukkan dengan tugas. Pembelajarandilakukan secara online inimembuat Andi kepusingan karena materi yang susah sekalidimengerti. Andi menjadi sangat menyesal karena ketika sekolah dikabarkan libur andimerasa sangat senang padahal itusemua adalah awal dari kesengsaraan Andi, mungkinjuga untuk siswa lain.Ketika Andi sedang fokus fokusnya mengerjakan tugasterdengar suara dering dari handphonenya. Karena Andi sedang fokus Andi tidak langsungmenjawab telepon tersebut. Tapi beberapadetik kemudian suara dering telepon Andi kembali terdengar.Andi yang merasa kesal karenafokusnya terganggu langsung mengangkat telepon itudengan kedua alis yang menyatu.Andi tidak melihat nama kontak yang menelepon nyajadi dia tidak tau siapa yang meneleponnya.

“Halo” sapa Andi yaa meskipun masih merasa kesal Andi harus menjaga sikap sopan santunya di telepon dengan cara menyapa lawan bicaranya.

“Halo Andi ini papa kamu bisa ke rumah sakit tempat papa dan mama bekerja ada yang harus papa bicarakan kepada kamu Andi” setelah terdengar suara lawan bicaranya yang ternyata papanya Andi langsung menjawab.

“Memangnya ada apa pa? Kenapa aku harus ke rumah sakit? Kenapa tidak di bicarakan lewat telepon ini.”

“Tidak bisa Andi, ini menyangkut mama kamu, segeralah kamu kesini papa menunggu kamu jangan lupa memakai masker Andi,” Andi mendengar suara papanya seperti khawatir.”Mama? Mama baik-baik saja kan pa? Aku kesana sekarang” Andi langsung menutup telepon itu secara sepihak. Tidak pikir panjang Andi langsung berangkat menuju rumah sakit tempat kedua orangtuany abekerja. Sepanjang perjalanan Andi dilanda rasa khawatir setelah papanya menelepon.

Waktu berlalu Andi telah sampai di parkiran rumah sakit, langsung saja Andi membuka pintu mobil dan berlari kencang mencari ruangan ayahnya. Akhirnya setelah berlari cukup lama ruangan, ayahnya sudah ada di depan nya. Andi membuka pintu ruangan papanya dengan sedikit kasar dan langsung memberikan pertanyaan tentang kekhawatiran nya.

“Ada pa? Mama baik-baik saja kan pa?”Andi bertanya sembari menatap papanya.

“Andi mama kamu..””Papa cepat katakan apa yang terjadi?”

“Andi” panggil papanya kepada Andi seperti mengisyaratkan bahwa Andi harus tenang

.”Mama dikabarkan terkena virus covid-19 setelah dites hasilnya memang benar positif,” sambung  papanya sambil menatap Andi dengan perasaan yang khawatir.

“A..apa ma..ma tertular virus?” Tanya Andi dengan terbata-bata. Papanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Andi. Melihat papanya mengangguk Andi langsung  terjatuh akibat terkejut. Papanya langsung membangunkan Andi dan mendudukkan Andi di sofa kecil.

“Tenangkan dirimu Andi, kalau kamu tenang akan papa bawa kamu melihat mama,” Ucap papanya membuat Andi seketika itu juga berusaha untuk tenang agar ia biasa melihat kondisi mamanya.

“Aku sudah tenang pa, ayo kita lihat mama,”Andi dan papanya langsung segera ke ruangan mamanya. Setelah sampai Andi terkejut melihat kondisi mamanya yang sangat memprihatinkan kebetulan saja mamanya sedang tertidur. Pantas saja sudah 2 minggu mamanya tidak pulang hanya papanya saja yang pulang itu pun hanya untuk membawa pakaian. Andi dan papanya tidak bisa masuk ke ke ruangan mamanya karena ruangan itu khusus untukpasien yang terkena virus covid-19 yang bisa disebut ruang isolasi. Jika masuk ke ruangan pasien covid-19 pun harus menggunakan APD (Alat Perlindungan Diri)Karena hal tersebut Andi dan papanya hanya bisa melihat kondisi mamanya dari jendela.Andi sangat ingin menangis namun ia tahan karena pastinya Andi akan merasa malu.

Setelah melihat kondisi mamanya Andi langsung berpamitan kepada papanya dan meminta papanya menjaga diri.”Pa aku akan segera pulang nanti aku kembali kesini lagi untuk mengantarkan pakaian. Papa jaga diri jangan sampai terkena virus seperti mama jika papa ikut tertular aku akan marah.” pamit Andi sambil mengancam papanya sendiri. Papanya tersenyum kemudian menjawab “iya Andi kamu juga jaga diri ya nak”

“Yasudah aku akan pulang pa,” Tibanya dirumah Andi segera membuang masker dan mengganti pakaian karena takut virusnya menempel pada tubuhnya. Setelah Andi membersihkan diri Andi berbaring di ranjangnya dengan pikiran yang masih tertuju kepada kedua orangtuanya. Banyak pertanyaan-pertanyaanyang muncul di dalam pikirannya tentang apakah mama nya akan sembuh? Papanya baik-baik saja? Sekolah bagaimana? Kapan virus ini akan berakhir? Dan banyak hal lainnya. Lama kelamaan Andi lelah dan tertidur. Esok harinya ia akan kembali ke rumah sakit.  Andi akan mengantarkan pakaian untuk keduaorangtuanya. Tiba sudah Andi di rumah sakit dan Andi ingin segera melihat kondisi mamanya. Pikiran Andi semakin kalut dan kusut karena kondisimamanya semakin buruk. “Bagaimana jik amama..ah tidak tidak itu tidak mungkin terjadi aku harus menghapus pikiran ku tentang itu, aku yakin mama pasti sembuh” ujar Andi.

Satu minggu berlalu…Hari ini langit sedang mendung matahari tidak muncul seperti biasanya untuk memperlihatkan cahayanya seolah-olah mengibaratkan bahwa langit sedang bersedih. Setelah 1 bulan lamanya tubuh mama tercinta diserang oleh virus covid-19 akhirnya tumbang, wanita itu lelah, wanita itu tidak lagi bisa melawan virus tersebut. Mama Andi dikabarkan meninggal dunia disebabkan oleh  virus covid-19.Andi dan papanya masih tidak bisa terima bahwa wanita tercantik dalam hidup mereka telah berpulang kepada Tuhan yang maha esa. Andi tidak bisa memeluk tubuh mamanya untuk yang terakhir kalinya karena mamanya pasien covid-19 Andi hanya bisa melihat proses pemakamanmamanya.

“Pa a..ak..u ingin memeluk mama, pa,” ucap Andi terbata-bata dengan sisa isak tangis. Papanya tidak menjawab pertanyaan Andi dia hanya memeluk putranya yang sedang bersedih

hati. Hari ini adalah hari yang paling menyesakkan untukAndi dan papanya hari yang telah memulangkan wanita cantik nan baik hati. Hari yang tidak akan terlupakan Andi dan papanya pasti akan selalu mengingat hari ini.-    *nazhifakhoirunnisa Minggu, 11 april 2021*

(Visited 3 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan