BUMI SEDANG MENANGIS_NAZHIFA KHIRUNNISA_SMPN 1 PABUARAN

FOTO-NAZHIFA.jpeg

BUMI SEDANG MENANGIS

Nazhifa Khoirunnisa

 

Namaku Calista. Umurku sudah menginjak kepala dua.Aku gadis pecinta alam. Akumenyukai-nya, karena alam bumi ini di lukis oleh sangpencipta maha segala-nya. Seringkali,aku pergi mendaki gunung untuk melihat keindahan yangsangat luar biasa. Tapi itu sebelumadanya virus covid-19 menyebar. Dan betapa beruntungnyaaku, dilahirkan dan dibesarkan dinegeri Indonesia yang kaya akan alam. Indonesia memilikiberibu-ribu pulau, laut yang amatluas, memiliki gunung berapi terbanyak di dunia, kayaakan sumber daya alam, matahari yangtidak pernah bosan untuk menampakkan diri-nya, danmasih banyak lagi kekayaan dankeindahan alam yang di miliki oleh negeri tercinta. Namun sayangnya, keindahan itu perlahan-lahan mulaidi rusak manusia, demi kepentingannya sendiri. Bumi ini tersakiti oleh penduduk-nyasendiri. Manusia yang tidak pandaimengucapkan rasa syukur, karena bumi tidak sungkanmemberi-nya tempat tinggal, bumimengizinkan manusia untuk tinggal tanpa bayar sepersenpun. Tapi manusia sendiriseolah-olah tidak berterima kasih pada bumi, merekamalah merusak nya, dengan carabermacam-macam, seperti membuang sampah ke sungai,menebang pohon, pembakaranhutan, dan lain sebagainya. Hari ini, aku sedang melakukan perjalanan menujuke rumah temanku, tidak lupa memakaimasker, dimasa pandemi seperti ini membuat ku takutikut tertular virus covid-19, jarak rumahtemanku dari rumah ku hanya sekitar 300 meter, karenajaraknya dekat aku memutuskan untukberjalan kaki saja. Di tengah perjalanan aku melihatada seorang laki-laki ber-umur sekitar 25tahun yang sedang merokok, dan membuang puntung rokok-nyasembarangan, padahal disebelahnya terdapat tong sampah yang sudah berdiridisitu. Dengan cepat aku menegurnya. “Maaf, sebaiknya buang puntung rokok-nya di tempatsampah yang sudah di sediakan, agartidak mencemari lingkungan”. Ujar ku dengan sopan.”Ahh, kamu ini ribet sekali, saya kan hanya membuangini satu, jadi tidak perlu dipermasalahkan” kata laki-laki itu menggunakan nadasedikit meng-otot. Perkataannya sangat membuat ku jengkel, padahaltempat sampah ada di samping nya. Tidakpikir panjang, aku melangkah maju, mengambil puntungrokok-nya, kemudian membuangnya.”Sudah menumpang di bumi, tidak memakai masker, mencemarilingkungan, di nasehat-ti tidakmau, lebih baik anda jangan tinggal di bumi lagi”.Dengan kejamnya aku mengatakan haltersebut sebelum aku meninggalkan tempat itu. Akusekilas menoleh ke arah nya yang melongomendengar perkataan ku barusan. Sangat puas sekalirasanya, aku harap dia tidak membuangsampah sembarang lagi.Sepulang dari rumah temanku, aku melepas masker, menyobeknya,kemudian membuangnya,dilanjutkan dengan menonton berita di televisi. Akusangat terkejut melihat topik yang sedang diberitakan. “….Indonesia, tercatat sebagai negara yang palingbanyak menyumbang sampah ke duasetelah china. Kebiasaan buruk masyarakat Indonesia,yang susah untuk dihilangkan adalahmembuang sampah sembarang-an…..” Jelas reporter.

Aku menyandarkan tubuhku pada sofa, menghela nafaspanjang, melihat video yang diunggah berita. Video itu berisi lautan yang di penuhioleh sampah plastik. Bumi semakin hari semakin menderita karena ulahmanusia. Kebakaran hutan dimana mana,penebangan pohon, membuang sampah sembarang dan masihbanyak lagi aktifitas-aktifitasmanusia yang merusak bumi. Belum lagi penyebaran viruscovid-19 yang semakin meluas. Tahun 2020 lalu, Longsor, banjir, gempa bumi, tsunami,dan bencana alam lainnya terjadihampir di seluruh wilayah Indonesia. Sampai tahun2021, bencana alam tidak kunjung reda.Apalagi melihat angka korban jiwa yang meningkat pesat. Pertanyaan yang terlintas di benak ku, kapan manusiasadar bahwa mereka telah membuatbumi menangis kesakitan?? Apa ini balasan manusia untuk bumi? Dengan membakarhutan, menebang pohon,membuang sampah ke sungai, mencemari lingkungan, itusemua tidak bisa dikatakan sebagairasa terimakasih kita untuk bumi. Bumi semakin hari semakin tua, semakin hari semakinsakit karena ulah kita, ayo kita pulihkanbumi bersama-sama. Sayangi bumi, seperti bumi telahmenyayangi kita dengan mengizinkankita tinggal disini. Aku calista, mengajak kalian untuk tetap menjagadiri dimana pun kalian berada.Mengingat-kan kalian untuk jangan lagi membuang sampahsembarang lagi. Dan jangan lupauntuk mematuhi 3 M!! Memakai masker, mencuci tangandan menjaga jarak. Stay safe yaateman-teman!!

* Nazhifa Khoirunnisa, Sabtu, 17 April 2021 *

(Visited 23 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan