Anisa Sabrina Qona’ah_Lingkungan Bersih Hati Pun Bersih_SMPN 2 Tanjungsiang

Screenshot_20210419-053736_WhatsApp2.jpg

Lingkungan Bersih Hati Pun Bersih
Oleh: Anisa Sabrina Qona’ah
SMPN 2 Tanjungsiang

Suara azan subuh menggema, Sandi langsung terbangun. Setelah salat Sandi bergegas mengganti pakaian dengan pakaian olah raga. Tadi malam hujan sangat deras, udara terasa dingin. Pagi yang cerah, hujan telah membersihkan polusi membuat udara semakin sejuk. Matahari bersinar cemerlang, burung pun berkicau sangat merdu. Dengan hati yang tenang Sandi duduk di teras rumahnya sambil menatap ke arah pepohonan yang masih menyimpan sisa hujan semalam.
“Karena kamulah wahai pohon, aku bisa menghirup udara segar ini,” ucap Sandi dalam hatinya.
“Kamu sedang apa, Nak?” tanya ibunya.
“Sedang duduk aja, Mah, lagi istirahat setelah berolahraga tadi. Mah, ada untungnya juga kita menanam pohon di depan rumah. Setiap hari aku bisa menghirup udara segar,” kata Sandi kepada ibunya.
“Iya, dulu Nenekmu sering menasehati Mamah kalau menanam pohon itu banyak sekali manfaatnya.”
Hari ini hari Minggu. Sandi dan teman-temannya akan bersepeda menikmati minggu pagi yang sejuk. Setiap hari Minggu di kota kecamatan selalu di adakan car free day. Yaitu hanya pesepeda dan pejalan kaki yang diperbolehkan melintasi kawasan itu. Kendaraan bermotor tidak diperbolehkan. Semua warga menyetujui diadakan car free day, karena menjadi salah satu kegiatan untuk mengurangi polusi udara.
Sandi sedang menunggu teman-temannya. Tidak lama kemudian Dio, Abip, dan Oci datang. Mereka berteman sejak sekolah dasar sampai sekarang.
“Assalamualaikum…!”
“Waalaikumsalam…!”
“Ayo kita berangkat! Nanti kita ketinggalan rombongan,” seru Abip kepada Sandi.
“Mah aku berangkat dulu, ya,” kata Sandi kepada ibunya.
“Iya, hati-hati, ya, kalian!”
“Assalamualaikum” kata mereka berempat.
“Waalaikumsalam,” jawab ibu Sandi.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan. Sandi dan teman-temannya langsung pulang. Setelah sampai di rumah Sandi, mereka melihat warga desa melakukan kerja bakti membersihkan desanya.
“Assalamualaikum,” kata Sandi dan teman temannya
“Waalaikumsalam,” jawab ibunya Sandi
“Mah, itu warga sedang kerja bakti, memangnya akan ada acara apa?” tanya Sandi kepada ibunya.
“Kerja bakti itu bukan harus karena ada acara, mereka melakukan kerja bakti agar lingkungan menjadi bersih dan nyaman.”
“Oh, aku juga mau kerja bakti agar lingkungan desa kita menjadi segar tanpa ada sampah yang bau itu.”
“Ayo, teman-teman kita melakukan kerja bakti!” ajak Sandi kepada temannya dengan penuh semangat.
Sandi dan teman-temannya langsung terlibat dalam kerja bakti. Ternyata sampah-sampah banyak menyumbat selokan dan menghambat aliran air.
“Nah, ini nih yang menyebabkan banjir,” kata Dio.
“Iya, tidak tahu siapa yang membuangnya ke sini. Mereka itu tidak punya kesadaran membuang sampah pada tempatnya,” sambung Oci kepada Dio.
“Kalau terkena banjir baru tahu rasa,” kata Abip sambil memungut sampah yang begitu banyaknya. Setelah selokan itu di bersihkan, alirannya menjadi lancar dan tidak akan kuatir tersumbat.
“Kan dilihatnya juga nyaman tidak ada lagi sampah yang menyumbat,” kata seorang warga desa.
“Iya, benar suasananya juga jadi nyaman,” jawab warga desa yang lain.
Selain kerja bakti membersihkan lingkungan, di desa Sandi juga dilakukan penghijauan dengan menanam tumbuhan di dalam pot. Setiap rumah harus memiliki minimal satu atau dua tanaman. Kelihatan dari jauh semua rumah menjadi hijau, asri, dan nyaman.
“Andai saja di tempat lain juga dilakukan kegiatan seperti ini, tentu akan lebih baik untuk kehidupan manusia,” kata hati Sandi.
Pada kesempatan lain, pemerintah dan warga desa tetap bersemangat dalam merawat lingkungan. Selain membersihkan sungai-sungai, juga mengadakan penghijauan untuk lingkungan yang lebih luas. Diadakan lomba kebersihan dan penghijauan antar Dusun. Pemenangnya akan mendapat hadiah dari kepala desa dan camat.
Penghijauan berfungsi sebagai penghasil oksigen dan pengurang polusi udara. Menyebabkan lingkungan menjadi asri dan sejuk.
“Karena asap kendaraan bermotorlah udara menjadi tercemar. Sehingga banyak sekali warga yang terkena gangguan pernapasan. Asap kendaraan bermotor itu yang tidak sehat bagi kita,” kata ibu Sandi kepada mereka berempat.
“bukan hanya asap kendaraan bermotor yang menimbulkan masalah, tetapi asap rokok pun bisa membuat udara tercemar. Bbila saja dalam satu desa setengah warga merokok itu bisa membuat polusi udara,” Sambung Sandi.
“Jadi kita harus banyak-banyak menanam tanaman hijau agar udaranya menjadi segar kembali,” sambung Pak Rt.
Selain di lingkungan pemukiman, kegiatan kebersihan dan penghijauan juga dilakukan di sekolah-sekolah. Seluruh warga sekolah dibiasakan untuk menerapakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Terutama dalam penanganan sampah. Sampah tidak hanya bisa dibuang, tetapi sampah itu dapat diolah menjadi barang yang berguna dan bisa dimanfaatkan. Sehingga dapat mengurangi jumlah sampah di tempat pembuangan dan tidak menyebabkan polusi.
“Ayo kita pisahkan sampah organik dan anorganik agar bisa kita daur ulang menjadi pupuk,” teriak Pak Rt kepada semua warga. Semua warga bersemangat memilah semua sampah termasuk Sandi dan teman-temannya.
“Kalau daun termasuk sampah organik, ya?” tanya Dio kepada temannya.
“Ya, iyalah Dio, kan daun bisa dibuat menjadi kompos,” jawab Oci sambil kelihatannya sangat kesal kepada Dio.
“Hehe … maafkan aku, lah Oci! Jangan marah gitu, kan aku cuma nanya doang,” kata Dio sambil senyum-senyum.
Setelah kerja bakti yang begitu melelahkan tetapi menyenangkan, Sandi, Abip, Oci, dan Dio pulang ke rumahnya masing-masing.
“Sampai ketemu lagi di masjid,” kata Oci kepada temannya.
“Iyaaa…,” jawab mereka bertiga
Menjelang asar Sandi berangkat ke masjid menggunakan sepeda. Ia tidak ingin lingkungan tempat tinggalnya dicemari asap kendaraan bermotor yang tidak menyehatkan. Ia berencana mampir dulu ke rumah teman-temannya agar bisa pergi ke mesjid bersama-sama. Sepanjang perjalanan ia menikmati hasil kerja keras seluruh warga tadi pagi. Hasilnya terpampang nyata. Lingkungan menjadi bersih bebas dari sampah yang berserakan. Serta warna hijau berasal dari tanaman yang ditanam warga di sekitar rumah. Sandi merasa nyaman tinggal di desa dengan udara yang bersih serta lingkungan yang terawat.
Sesampainya di masjid, Pak Ustaz sedang menyampaikan tausiah. Sandi dan teman-temannya sedikit terlambat, mereka terlalu santai diperjalanan. Pak Ustaz menerangkan pentingnya menjaga kebersihan. Mulai dari kebersihan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Jika setiap orang dapat menjaga kebersihan otomatis lingkungan pun mejadi bersih. Dimulai dari lingkungan terkecil sampai lingkungan yang lebih luas. Betapa berartinya hidup bila kita bisa menjaga kebersihan, karena hal itu sebagian dari iman. Keempat teman itu saling bertatapan sambil tersenyum, mereka bangga karena tadi sudah melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan. Berarti mereka termasuk orang yang beriman.
Tinggal di lingkungan yang bersih membuat kita dapat menikmati hidup dengan sehat, nyaman, serta tenteram. Islam mengajarkan kebersihan itu sebagian dari iman, orang yang bisa menjaga kebersihan berarti dia beriman. Lingkungan bersih semoga dapat membantu hati menjadi bersih. Aamiin.*)

(Visited 8 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan