BAGAIMANA PANDANGAN KITA TENTANG NILAI

IMG_20220930_132605

BAGAIMANA PANDANGAN KITA TENTANG NILAI
Siti Suci Winarni

Dalam proses apa pun hasilnya tentu berkaitan dengan nilai, terutama dalam proses pendidikan, ada standar yang dijadikan parameter atau indikator untuk mengukur sejauh mana target pendidikan berhasil dicapai. Standar itulah yang biasa kita sebut dengan ‘nilai’. Menjadikan nilai sebagai tolok ukur yang dianggap dapat mewakili tingkat pemahaman seseorang terhadap suatu ilmu, sudah mengerti atau belum selalu menjadi pembahasan yang menarik, sehingga sering digunakan tema diskusi terkadang menjadi perdebatan yang cukup sengit.

Dari sudut pandang tiap individu berbeda-beda menganalisis tentang nilai ini, ada yang berpandangan bahwa nilai tidak dapat dijadikan tolok ukur utama dalam menentukan apakah seseorang paham atau tidak suatu ilmu. Karena untuk menilai pehamaman seseorang diperlukan indikator-indikator lain yang langsung dapat menunjukkan setiap pointnya. jadi tidak hanya sebatas pada sebuah angka atau huruf pada selembar kertas ujian, yang disebut rapor dan ijazah.

Selain itu ada juga yang berpandangan bahwa nilai pada secarik kertas tidaklah menggambarkan karakter positif yang dimiliki pemilik nilai jika nilainya besar atau cumlaude adalah sosok intelek yang bijaksana. Pandangan ini memandang bahwa karakter positiflah yang merupakan goals dari pendidikan, tidak hanya sebatas nilai dalam lembaran kertas, yang penilaiannya cenderung parsial.

Nah ada lagi pandangan yang menyatakan bahwa nilai adalah segala-galanya. Sehingga memandangnya didasarkan pada pendapat dari masyarakat umum yang lebih menghargai dan menitikberatkan pada hasil nilai berupa angka di dalam rapor dan ijazah serta bukti fisik lainnya yang menyematkan angka-angka perolehan hasil berdasarkan tingkatan atau level. Dengan demikian pendapat ini menyatakan bahwa nilai merupakan indikakor kesuksesan seseorang yang sedang menuntut ilmu.

Jika kita mau memperhatikan respon dari siswa kita setelah melihat hasil ulangan harian, tengah semester, dan akhir semester, berbeda-beda menanggapinya. Ada yang bersorak bahagia dan gembira, ada yang diam penuh syukur, karena nilai yang didapat memuaskan. Ada juga yang biasa-biasa saja walaupun mendapat nilai tinggi dan sebaliknya, tidak terpengaruh dan masa bodo tentang nilai seberapa pun yang diperoleh. Ada juga yang terlihat sedih berlebihan terhadap nilai yang didapatnya, karena kurang bagus sehingga takut dimarahi orang tua.

Berdasarkan perolehan nilai harus bisa, berpikir secara logis tentang kenyataannya, yang tidak stabil, terkadang tinggi, sedang, dan rendah. Jadi kita harus pandai mengombinasikan dari semua itu untuk bersikap lebih bijaksana yaitu : Bersyukur karena masih mendapatkan nilai, seberapa pun nilainya tentu sesuai dengan usaha dan belajar kita, padahal sudah belajar keras, tapi nilai masih mengecewakan, karena mungkin itulah hasil kemampuan kerja kita. Rasanya tak perlu ambil pusing dan merasa terpuruk, toh perjalanan untuk berjuang masih panjang, masih ada kesempatan memperbaiki dan menyempurnakan yang kurang. Sehingga perlu berpikir lebih, bagaimana cara belajar yang efektif dan efisien pada kesempatan selanjutnya agar mendapatkan nilai lebih baik.

Secara pribadi sangat menghargai dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada orang-orang yang memandang bahwa nilai itu sangat penting. Sebagai wujud pertanggungjawaban manusia yang sudah duduk di bangku sekolah atau perkuliahan, yang mengenyam pendidikan, bahwa nilai itu sebagai bukti fisik yang menunjukkan kualitas pemiliknya

Namun saya juga terkadang berpandangan bahwa nilai itu bukan segala-galanya untuk mengarungi kerasnya kehidupan, karena daya juang untuk mendapatkan nilai tinggi tak akan sebanding dengan perjuangan menghadapi kompleksnya kehidupan. Oleh karena itu, marilah pandangan kita tentang nilai diperluas terutama ilmu kehidupan, tentu dibangun dan berangkat dari ilmu-ilmu secara teoretis di bangku sekolah, yang diaplikasikan setelah terjun di masyarakat.

Sebenarnya, apa pun pandangan kita terhadap makna nilai dalam sebuah proses pendidikan, kehidupan bersekolah dan berkuliah akan terus berlanjut. Ketika kita memilih untuk duduk di bangku sekolah atau kuliah, seketika itu juga, sebuah tanggungjawab sebagai insan intelektual jatuh pada diri kita yaitu untuk melaksanakan tanggungjawab mewujudkan langkah-langkah keseharian menuju sukses, dengan bekal ilmu pengetahuan yang kita cari dan pelajari sejak kecil.

Simpulan

Nilai itu tetap penting, nilai digunakan berbagai syarat utama dalam memasuki dunia kerja dalam lingkup luas. Nilai sebagai label, tetapi yang lebih utama bagaimana mewujudkan nilai itu dalam hidup bermasyarakat dan bernegara …Salam Literasi ๐Ÿ‘†๐Ÿ‘†

Subang, 2022
#SSW

(Visited 228 times, 1 visits today)

One thought on “BAGAIMANA PANDANGAN KITA TENTANG NILAI

Tinggalkan Balasan