MERAJUT KEDISIPLINAN_ABILA_SMPN 1 CIBOGO

MERAJUT KEDISIPLINAN

Disuatu hari di SMP Bintang angkasa 1, terdapat seorang murid yang begitu percaya diri, ia bernama Dila, Dila adalah seorang murid kelas 9, Dila mendapat kepercayaan sebagai OSIS di sekolahnya dan ia adalah ketuanya, Dila mempunyai wajah yang begitu cantik akan tetapi ia tidak pernah menyombongkannya kepada siapa pun, ia terlahir dari keluarga yang sederhana akan tetapi ia adalah wanita yang sangat bertanggung jawab.
“Adit pokonya gak mau tahu kamu harus tanggung jawab!. “
“Tanggung jawab apa Dila, memangnya aku hamil in kamu?, sampai minta tanggung jawab segala.” Tanya Adit
“Idih amit-amit, aku minta tanggung jawab soal buku IPS kamu yang kamu rusak tadi. “
“Malas banget, aku kan Cuma meminjam saja ya… Kalo rusak itu salah kamulah. “
“loh kok jadi salah aku sih jelas-jelas kamu kan yang menyobeki buku itu. “jawab dila dengan pipi yang gembul dan memerah.
“ Tapi kan aku sudah bilang tapi kamu kekeh gak mau, padahal kan Cuma bentar, sampai di tarik segala, kan jadi robek.”
Dila sangat tidak Terima ia tetap kekeh tidak mau kalah bicara sama Adit, dan akhirnya bel istirahat pun berbunyi. “Kring-kring saatnya istirahat”, semua murid pun berhamburan keluar kelas.
“Pokoknya gak mau tahu kamu harus ganti!!!.” Ucap dila dengan penuh amarah
“Ya elah buku kek gitu doang, sudah awas minggir – minggir, cape debat sama seorang Dila Anatasya.” Kata Adit sambil melengos ke kantin
(Ih awas ya Adit nanti aku kerja in kamu nanti) ucap dila dalam hati dalam keadaan kesal dan ia pun pergi ke perpustakaan.
“Hai Dila mau ke mana kamu?” tanya Syahira
“Eh Syahira, ini aku ke perpustakaan mau baca buku, kamu mau ikut enggak?.” Ajak Dila
“Boleh juga kebetulan aku juga malas jajan mending baca buku, ya sudah ayo.”
Tiba-tiba di perjalanan Dila bertemu dengan Adit, tatapan Dila begitu sinis sementara Adit hanya tersenyum karena suka melihat wajah Dila yang kesal kepadanya.
“Dil si Adit senyum gitu manis ya, sampai baper aku.” Ucap Syahira sambil tersenyum kepada Adit
“Ck…ya elah senyum kayak gitu doang mah di pasar gembong banyak, sudah ah ayo.” Ucap dila sambil menarik tangan Syahira dan membawanya ke perpustakaan.
******
“Jadi bagaimana? kesiangan itu selalu di anggap sepele oleh anak-anak Bu” Ucap pak Bandi
“kan di sekolah ini sudah membuat anggota OSIS, jadi biar Dila saja yang mengurusnya.” Jawab Bu ina, dan kebetulan Dila masuk ke perpustakaan.
“Assalamualaikum.” Ucap Dila dan Syahira
“Waalaikumussalam.” Jawab Pak Bandi dan Bu Ina sambil menengok siapa yang datang.
“Nah kebetulan ada Dila.”
“Ada apa ya Bu.”
“Ini soal anak-anak yang selalu datang terlambat, sekolah kita ini kan semua siswa maupun siswi harus disiplin, kamu harus atur supaya mereka kapok ya”
“Iya Bu.”
“Ya sudah Ibu dan pak Bandi mau istirahat dulu”
“Iya Bu Silakan. “
Bu Ani dan pak Bandi pun keluar, Dila langsung memikirkan cara membuat anak-anak menjadi disiplin.
“Dila kamu mau membuat rencana seperti apa?” tanya Syahira
“Tapi kamu jangan kasih tahu siapa-siapa ya? Bisik Dila
“Iya.. Janji” jawabnya
“Nanti aku akan merazia kunci motor untuk anak-anak yang kesiangan dari gerbang dan menyuruhnya untuk mendorong sampai tempat parkir.”
“Iya benar bagus juga ide kamu.”
“Iyalah Dila… “
“Tapi mereka nanti pulang bagaimana, kan kunci motornya kamu razia?”
“Nanti selepas jam pelajaran berakhir anak-anak yang kunci motornya di razia harus dihukum terlebih dahulu setelah itu baru di balikan kunci motornya, Sudah jangan kebanyakan mengobrol nanti waktu istirahatnya keburu habis.”
“Iya ayo kita baca buku.”
Dila dan Syahira pun mulai membaca buku….tak lama pun bel masuk berbunyi mereka pun menyiapkan diri untuk belajar
*keesokan harinya….
“Untuk anggota seksi kedisiplinan mohon berkumpul di gerbang sekolah.” Ucap Dila mengumumkannya di spiker sekolah.
Dan mereka pun berkumpul dan berbagi perintah untuk melaksanakan tugasnya Masing-masing kemudian bel pemberitahuan untuk melakukan pembiasaan berbunyi maka gerbang pun segera di tutup. Tidak lama kemudian ada beberapa siswa yang terlambat salah satunya Adit, dan kebetulan Dila sedang mengunci gerbang sekolah
“Eeeeh bentar… ( Tidd…tidd…) ”teriak Adit sambil membunyikan klaksonnya
Dila pun membuka gerbangnya.
“ Eh Dila yang cantik , misi mau lewat hhe.” Rayuan Adit kepada Dila
“enak Saja.. kamu sudah kesiangan, merayu juga euhh..” kata Dila sambil mengambil kunci motor
“Yya.. jangan begitu dong sudah siang panas nih Dila, mau kamu apa si”
“sudah tahu kan ini siang kenapa masih terlambat, Riko kamu tadi dari mana dulu sama Adit jawab jujur!”
“ Tata tadi habis nongkrong dulu” kata Riko
“Ish Riko kenapa si harus bilang”. Bisik Adit
“Apa nongkrong ?? pagi- pagi nongkrong?? Kalian ini memang euhh…”
“Hemmm.” Senyum Adit dan Riko
“sekarang kalian dorong motor sampai ke tempat parkir”.
“Tapi kuncinya dong”. Ucap Adit sambil senyum
“Tidak kunci tidak akan dikembalikan sampai pulang sekolah”. Ucap Dila sambil menggantungkan kunci motor Adit di telunjuknya.

Dikelas
“Baik Anak anakku hari ini adalah pengisian daftar formulir mau lanjut ke SMA , ibu akan bagikan formulir sesuai absen dan jangan lupa pilih sekolah terbaikmu”
“baik Bu ”.seru murid-murid
Istirahat ————————————————————————————————————————-
“Dil kamu tadi memilih ke Sekolah mana?.” Tanya Syahira
“Aku memilih ke SMA 1, memang kamu mau lanjut ke mana Syahira ?.”
“Aku ke SMK 2, yahh pisah kita, tapi tidak Apa- apa kita harus tetap semangat mengejar cita cita kita.”
“Iya Syahira semoga kelak kita menjadi orang sukses ya”
Mereka pun saling berbincang mengenai sekolah, Kemudian bel masuk berbunyi dan mereka mulai belajar kembali ……………
Setelah jam pelajaran berakhir semua siswa pun berhamburan keluar gerbang sekolah.
“Assalamualaikum Bu.”
“Waalaikumussalam”
Dila pun duduk sambil membuka tali sepatunya sambil menceritakan kejadian di sekolah mengenai sekolah yang akan di lanjutkan, Ibunya pun menyetujui apa pun yang akan di pilih oleh anaknya karena ibunya yakin Syahira akan sukses .
Beberapa tahun kemudian Dila sudah kelas 3SMA tidak terasa ia akan menempuh kehidupan yang benar- benar matang, di sekolahnya Dila belajar dengan lebih bersungguh-sungguh ia selalu mengikuti perlombaan yang diadakan di sekolahnya karena itu adalah salah satu pendukung untuk masuk ke universitas favoritnya, ia berharap bisa masuk ke universitas gadjah Mada Yogyakarta
“Hari ini hari ujian akhir semester Bu, doa kan Syahira mendapatkan nilai yang memuaskan Bu.”
“Iya Syahira ibu selalu mendoakan kamu semoga ulangannya dilancarkan ya.”
“Iya Bu Amin ,Eh bapak ke mana ya Bu Syahira juga mau Izin ke bapak.”
“Bapa sudah berangkat kerja dari subuh, sudah kamu berangkat saja bapakmu juga pasti mendoakanmu selalu”
“Oh begitu ya Bu ya sudah Syahira pamit berangkat Assalamualaikum.” Ucap Syahira sambil mencium tangan ibunya
“waalaikumussalam.”
Hari demi-hari Syahira menjalani kehidupan sekolahnya dan beberapa tahun kemudian Syahira sudah menjadi anak yang sukses impian dia masuk ke universitas gadjah Mada tercapai, akan tetapi ia sangat sedih mengenang ibunya, pada saat lulus SMA ibunya telah tiada, Syahira setiap hari mendoakan ibunya sama seperti yang dilakukan ibunya dulu.
Pada suatu hari ia berziarah ke makam ibunya bersama Ayahnya
“Terimakasih Bu doamu adalah jalanku menuju kesuksesan.” Ucap terimakasih Syahira
“Syahira ibumu pasti sangat bangga dengan pencapaianmu, bapa sangat bangga nak”
Selelah itu kehidupan Syahira pun menjadi terjamin karena ia sudah menjadi anak yang sukses

(Visited 7 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan