NAJMAH SITI FAUZIAH_Keindahan Yang Terhias_SMPN 1 TANJUNGSIANG

IMG_20210423_195018_981.jpg

Keindahan Yang Terhias
OLEH : NAJMAH SITI FAUZIAH

“Ibu coba kesini cepat!..” seru kemuning
“Iya sebentar ning…” ibu menjawab Dengan nada yang rendah
Kemuning, wanita yang suka menjelajah apalagi alam. Kemuning suka sekali dengan alam yang ada di Indonesia terutama kabupaten Subang karena alamnya masih terlihat Segar tidak tercemar udara walau dekat Jalan . Paling favorite kemuning yaitu alam yang berwarna hijau dengan di hiasi tempat – tempat untuk beristirahat dan ada ayun – ayunan.
Hari itu pada hari Selasa Janggal 25 April 2007.
“Ibu… Aku ingin sesuatu…” ucap menundukan kepala sangat rendah.
“Aku ingin berjelajah…” kata Kemuning.
“Boleh tapi, harus jaga diri baik – baik ya…” jawab ibu.
Kemuning berangkat sendiri karena Kemuning sudah terbiasa pergi sendiri kemanapun meskipun dia seorang wanita yang umur nya masih lumayan muda tapi keberaniannya ingin berjelajah membuat Kemuning menjadi sosok yang terlihat dewasa, seperti namanya bagus bagaikan bunga.
“Aku mulai darri mana ya berjelajah nya semuanya kelihatan seru!.” Kemuning pling – plan.
Kemuning memulai dari hutan. Kemuning mulai masuk kedalamnya berbagai rintangan ia lewati, dengan gembira dari pohon tumbang, hujan yang deras. Ketika hujan, Kemuning beristirahat terlebih dahulu di tempat yang ada di situ. Setelah hujan reda, Kemuning mulai lagi berjelajah, ia menemukan tumbuhan yang bisa di masak dan dimakan oleh ibu di rumah untuk makan malam.
“Akhirnya jelajah ku tidak sia – sia ternyata aku mendapatkan tumbuhan yang dapat dimakan dan dimasak, em… Yummy!” perasaan Kemuning gembira
Matahari sudah mulai terbenam Kemuning kembali ke rumahnya yang begitu jauh dari sana. Namun, Kemuning tetap semangat untuk menunjukkan hasil dari jelajah nya itu.
“Assalamualaiku aku pulang … Bu liat aku bawa apa!” seru Kemuning yang sangat begitu senang.
“Waalaikumsallam … Kemuning, itu makanan hijau kesukaan ibu ?!, ternyata Kemuning gak sia – sia yah.” jawab ibu dengan bahagia.
***
Hari mulai malam, ibu memasak apa yang tadi di bawa oleh Kemuning dari hutan. Ibu menyulap itu menjadi makanan terenak yang ibu buat. Wanginya sampai ke hidung ayah yang sedang berbaring.
“Bau apa ini sedap sekali!” ayah tegugah selera.
Kemuning dan ibu menyiapkan makan malam di meja makan, dengan suasana yang hangat. Ayah di panggil oleh ibu dan kemuning untuk mencicipi masakannya.
Ayah menyuruh Kemuning agar terus menjelajahi Indonesia yang bermacam – macam jenis tumbuhan dan banyak terdapat keindahannya, di berbagai sudut. Kemuning memulai lagi menjelajah. Sekarang dia ingin menemukan sesuatu berupa tempat yang indah dilihat dan mempunyai keindahan tersembunyi. Dia menyiapkan Handphone, makanan dan lainnya yang bisa ia mungkin ia butuhkan nanti diperjalanan kalau lapar maupun banyak rintangannya. Sayangnya pas Kemuning hendak berangkat, deras hujan mulai menghampiri rumahnya. Kemuning menunggu hujan reda sampai tertidur di sofa luar.
Hujan reda, matahari mulai bersinar menyitari wajah Kemuning sampai terbangun.
“Akhirnya hujan reda… aku bisa menjelajahi lagi!” girang Kemuning.
Berangkatlah Kemuning dengan berjalan kaki. Kemuning memulai dengan sebuah sawah yang tandas, begitu masuk. Kemuning merasa takut karena gelap, ia menjelajahi sampai larut malam. Ia tidak pulaing seharian ibu dan ayah khawatir, Kemuning hilang atau meninggal. Kemuning terbangin dari tidurnya dan bangun – bangun Kemuning berada ditempat wisata yang begitu menggugah mata, yaitu Santiong yang tinggi sampai bisa melihat kearah manapun. Selesai menemukan sesuatu, Kemuning pulang.
“Aku pulang…” kata Kemuning
“Kamu kemana aja kami khawatir!..” ucap ayah
“Maafkan Kemuning, Kemuning menemukan suatu wisata.” ucap Kemuning
Semjua tidak percaya bahwa Kemuning berjelajah sampai meneumkan sesuatu. Kemuning mengajak mereka agar percaya kepadanya. Sesampainya disana, ibu dan ayah tidak menyangka, anaknya yang dulu selalu menyusahkan sekarang ia menunjukkan keberhasilannya dengan menemukan suatu keindahan yang berada di suatu desa terpencil dan susah di gapai sampai sekarang penemuan kemuning tetap ramai dengan keindahan yang sangat memukau hati dan mata.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan