Sri Sakinah Agustian_3 Day From Subang_SMPN 3 Subang

Sri-Sakinah.jpeg

3 Day from Subang

Day 1

Hamparan kebun teh terlihat oleh indra penglihatanku, udaranya yang sejuk membuat aku ingin segera menikmati keindahan alam yang ada di Kabupaten Subang.

Aku Azizah Pramita, seorang mahasiswa disalah satu universitas yang ada di kota Bandung. Sekarang aku sedang menikmati liburan akhir semester bersama dengan sahabat karibku, Eren Kharisma.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari Bandung, sekarang kami menepikan kendaraan kita disalah satu Warpin (Warung Pinus). Karena perut kita sudah meronta-ronta meminta asupan, akhirnya aku dan Eren memesan makanan untuk mengisi perut kita.

Menu andalan kita berdua adalah mie rebus, walaupun kita bisa buat sendiri namun mie buatan warpin rasanya lebih nikmat. Setelah selesai makan, kita beranjak pergi ke hotel yang ada di dekat sini yaitu di Sari Ater Hotel and Resort.

Saat menunggu antrian untuk check-in, tiba-tiba orang dari belakang menerobos antrian. “Duh, yang sabar dong kak!” Tegur Eren seraya menyeimbangkan tubuhnya, orang yang ditegur malah masa bodoh dan chek-in duluan.

“Udah jangan di tanggepin Ren. Ayo jalan giliran kita check-in tuh!” Ucapku menekan Eren.

Setelah kejadian tadi kita berdua langsung check-in dan menuju kamar hotel. Aku masuk terlebih dahulu ke dalam lalu merebahkan tubuhku di ranjang. Eren menyusul di belakang lalu merapihkan barangnya.

“Aku mandi duluan ya Mit.” Kata Eren didepan pintu kamar mandi. Sebagai jawaban aku hanya mengangguk.

Sambil menunggu Eren membersihkan badannya, aku membuka akun sosial mediaku, terlihat ada beberapa DM yang masuk ke instagramku.

 

Dikastya_

Mita kamu lagi di Subang?

Prmitaaz_

Iya Ka, kebetulan aku lagi liburan.

Dikastya_

Kebetulan aku juga lagi di Subang, rencananya besok aku bakalan hiking

kamu mau ikut?

Prmitaaz_

Kelihatannya asyik tuh, kalau boleh tau tempatnya dimana ?

Dikastya_

Besok aku mau hiking ke Bukit Pasir Jaka.

Prmitaaz_

Wah asyik tuh, aku boleh ikut ?

Tapi aku kesini berdua sama Eren, aku akan ajak Eren siapa tau

 dia mau ikutan.

Dikastya_

Okrayy.

Nanti hubungi aku aja.

Mengenai perlengkapan, nanti aku yang cari.

Prmitaaz_

Okeyy

 

Pintu kamar mandi terbuka terlihat Eren yang sudah berganti pakaian, wajahnya terlihat lebih segar. Eren mendekatiku dan berbaring di sebelahku.

“Ren besok kita hiking yuk!” Ajakku kepadanya.

Eren mengambil gawainya dan menoleh kepadaku sebentar “Hiking kemana?”

“Ke Bukit Pasir Jaka.” Jawabku seraya mengubah posisiku menjadi duduk bersandar.

“Sama siapa?” Tanyanya dengan fokus memandang gawainya.

“Tadi Dika ajak kita buat hiking, rencananya kita sama teman-temannya Dika” Jawabku.

“Boleh aja, aku ikut ya!” Ucapnya.

Aku mengangguk, lalu memberitahukan kepada Dika bahwa Eren akan ikut bersama kami.

Setelah membicarakan mengenai hiking, aku beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu setelah selesai akhirnya kami beristirahat.

 

 

Day 2

Mentari pagi terbit, menyinari setiap insan yang akan beraktivitas. Aku dan Eren telah selesai bersiap untuk pergi hiking.

Kami keluar dari hotel lalu mengendarai mobil Eren untuk bertemu dengan Dika. Setelah sampai di titik kita bertemu, Dika menghampiri mobil kami lalu kaca mobil terbuka “Pagi, hari ini kita akan mulai pendakian sekitar jam 8 pagi ya.”

“Pagi juga Dika, perlengkapan kita mana?” Ucapku seraya memperhatikan sekitar.

Dika menunjuk mobilnya, “Perlengkapan kalian ada di mobil aku, nanti setelah sampai disana kalian yang bawa.”

“Kamu sama siapa  Dik?” Tanya Eren.

“Aku sama mereka” tunjuk dika dengan dagunya “perkenalannya nanti saja di sana sekarang udah mau telat, mending kita berangkat!” lanjutnya.

Aku dan Eren mengangguk “Mobil kalian duluan, kita mengikuti dari belakang.”

Dika mengangguk lalu berjalan kearah mobilnya lalu mobilnya melaju, Eren mengikuti mobil Dika dari belakang. Jalan yang kami lewati cukup menantang, ditengah perjalan tiba-tiba mobil Eren berhenti. Aku kira kita sudah sampai tujuan, tetapi ternyata mobil Eren mogok. Eren berjalan keluar dan mengecek keadaan mobil, aku mengikutinya keluar.

Alisku terangkat “Mobilnya kenapa?” Tanyaku.

“Kayaknya mogok deh.” Keluhnya.

Kita berdua yang sama-sama tidak paham mengenai masalah begini, akhirnya meminta bantuan Dika dan teman-temannya, tapi ternyata mobil Dika dan yang lain sudah berjalan jauh dari kita. Saat akan menghubungi mereka, ada beberapa pemuda di sekitar desa yang menghampiri kami.

“Ini mobilnya kenapa teh?” Tanya salah satu pemuda.

“Sepertinya mogok, tapi kita berdua tidak tahu permasalahannya kenapa.” Ucapku.

“Oh begitu, sebelumnya perkenalkan dulu, saya Abdin karang taruna desa sini.” Kata Abdin seraya memperkenalkan dirinya.

“Saya Mita, ini teman saya Eren.” Balasku memperkenalkan diri.

“Boleh saya cek mobilnya?” Tanya Abdin “Kebetulan saya paham mengenai mobil.” Lanjutnya.

Aku dan Eren hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Abdin selesai.

“Ini mah olinya habis teh.” Ucap Abdin.

“Terus gimana kang? Bisa diperbaiki?” tanya Eren.

“Bisa teh, kebetulan saya punya stok olinya di Rumah.”  Kata Abdin

“yaudah kalau begitu, tolong diperbaiki kang.” Ucapku.

“Tetehnya tunggu dulu di Pos itu, nanti kalu sudah selesai saya kabari.” Kata Abdin seraya menunjuk Pos di depan.

Setela menunggu hampir satu jam akhirnya mobil pun selesai diperbaiki. “teh ini udah selesai, bisa dicoba dulu.” Ucap Abdin seraya menyerahkan kunci mobil. Lalu Eren mencoba menyalakan mobilnya dan akhirnya mobil pun hidup kembali.

“Terima kasih banyak ya akang-akang semua.” Ucap kami berdua.

“iya teh, sama-sama, lain kali di cek dulu teh mobilnya, sebelum bepergian.” Kata salah satu pemuda.

“iya kang, kalau begitu kita berdua pamit ya kang.” Ucap kami, lalu kita berdua masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.

Setelah Tragedi tadi terjadi, akhirnya kami sampai di area Bukit Pasir Jaka. Dika dan teman-temannya terlihat menunggu kami.

“Dika” Panggilku sambil melambaikan tangan.

Dika membalas melambaikan tangannya, “Kalian dari mana aja?” Tanya salah satu teman Dika.

“Mobil kita tadi mogok, untungnya ada karang taruna desa setempat yang membantu kami.” Jelas Eren kepada mereka. Di situ mereka langsung mewawancarai kami, bak sudah terjadi tragadi besar saja.

“Perlengkapan kita mana Ka?” Tanya Eren, menyudahi acara wawancara dadakan itu.

Dika berjalan kebelakang mobil lalu membuka bagasi mobil, “Nih perlengkapan kalian!” ucap dika seraya memberikan perlengkapan hiking dan camping kita.

Setelah memeriksa perlengkapan, akhirnya kita memulai pendakian. Kita menelusuri alam yang asri, banyak pohon yang sudah tua, udara yang sejuk, dan tentu saja pemandangan yang memanjakan mata.

Tak terasa kita sudah mendaki selama satu jam, namun area camping belum terlihat.

“Istirahat bentar dong, capek!” keluh Eren.

“Istirahat di depan aja Ren.” Balas Gavin seraya menunjuk tempat yang aman untuk beristirahat sebentar.

Kami berjalan beberapa langkah, lalu berhenti di tempat istirahat sementara.

“Dik minta makanan dong!” ucapku.

“Di tas kamu banyak makanan.” Kata Dika seraya menyentil kepalaku.

“Eh iya, lupa haha.” Ucapku

Setelah selesai beristirahat, kamipun melanjutkan perjalanan. Setelah melewati jalan yang berliku dan menguras tenaga, akhirnya kamipun sampai di area camping.

Setelah sampai di area camping kami lalu memasang tenda, untuk tempat kami berlindung, jumlah tendanya 3, satu tenda diisi oleh 2 orang. Lalu semuanya sudah selesai kami memutuskan untuk beristirahat sejenak.

Tak terasa mentari semakin menyengat, kami memutuskan untuk pergi menuju air mancur yang sering disebut Curug Paok. Dengan menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya kami sampai di Curug Paok.

Kami melepaskan semua penat disini. Air yang dingin curug menyejukkan badan dan hari kami. Membuat kami nyaman berada disini. Pemandangannya pun tak kalah indah, udara yang segar, membuat kami betah berlama lama uantuk menikmati keindahan alam.

Mentari  berganti dengan rembulan, kami memutuskan untuk pergi dari sini dan pulang ke area camping. Saat kami sampai di area camping, terlihat senja yang memanjakan mata. Seraya menikmati senja, kamipun mengabadikan momen kami dengan berswafoto. Setelah senjanya menghilang kami kembali ke tenda untuk beristirahat.

Tak terasa malam pun tiba, kami berkumpul kembali untuk makan malam. Makan malam kami disuguhi dengan pemandangan langit yang begitu cantik, bintang yang terlihat terang-benderang, rembulan yang begitu bersinar, membuat obrolan kami semakin mengalir, hingga kami pun menjadi lupa waktu. Kemudian kami semua kembali ke tenda masing-masing untuk mengistirahatkan diri.

 

 

 

 

 

Day 3

Nampaknya mentari akan segera muncul, aku terbangun lalu membangunkan Eren yang masih tertidur pulas.

“Ren ayo bangun!” Ucapku seraya menarik tanganya. Karena tidak ada balasan akhirnya aku keluar tenda sendiri.

Terlihat Dika dan teman-temannya sudah bangun, mereka sedang berbicara didepan tenda seraya menikmati pemandangan.

“Pagi semuanya!” Sapaku kepada mereka.

“Pagi” jawab mereka secara serentak.

“Eren mana? Kenapa gak bareng sama kamu?” Tanya Dika seraya menyeruput kopi ditangannya.

“Biasalah kebo.” Ucapku.

“Sayang banget gak bisa nikmatin sunrise.” Kata Dion.

“Gak papa mungkin dia kecapean.” Ucapku seraya duduk di antara mereka.

“Makasih ya semuanya, aku dan Eren hari ini mau langsung pulang ke Bandung, jadi mungkin nanti jam 8 kita bakalan turun ke bawah.” Kataku seraya memakan roti yang ada disana.

“Jangan sungkan sama kita, santai aja.” Ucap Gibran lalu disetujui oleh mereka semua.

Setelah berbincang sebentar kami akhirnya selesai membereskan barang-barang kami, lalu kami bersiap untuk turun kebawah. Tidak lupa sebelum turun kita berfoto bersama untuk menjadi kenang-kenangan kami.

Setelah sampai dibawah kami perpamitan untuk pulang ke tempat masing-masing. Aku dan Eren kembali ke Kota Kembang.  Dika dan teman-temannya yang pulang ke tujuan mereka masing-masing.

Terimakasih Subang, atas keindahan alamnya, berkat keindahan alam ini, aku bisa bertemu dengan orang-orang hebat. Cerita  kita untuk saat ini hanya sampai sini, aku berharap kita masih bisa bertemu dikesempatan yang lain.

(Visited 77 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan