KOTA RAJA NANAS

WhatsApp-Image-2021-04-25-at-11.38.44.jpeg

KOTA RAJA NANAS

Pagi ini kampus di salah satu kota Bandung sedang membicarakan apa yang mereka lakukan. “Baik, penutupan pagi ini…saya minta kalian membuat kelompok beranggotakan 4 orang untuk mencari tau asal usul satu buah. Entah itu mangga, apel, anggur dan lain-lain. Siang besok nama-nama anggota sudah diserahkan kepada bapak dan satu lagi beri nama kelompok kalian yang sangat unik. Terima kasih.” Tutup sang dosen. Ketika dosen itu keluar seketika 4 orang gadis yang sedang duduk itu langsung bertatap-tatapan penuh arti.

Tak terasa hari ini adalah hari dimana pengumpulan nama anggota perempuan dengan atasan Hoodie dengan bawah celana jeans itu sedang berjalan untuk menuju ruangan dosennya. “Siang pak, saya Syaffa perwakilan dari kelompok sugarblxom ingin memberikan kertas yang kemarin bawa perintah.” Sang dosen mengangguk mengerti. “Jadi kota yang kamu pilih dalam penelusuran buah nanas adalah Subang?” Syaffa mengangguk. Inilah cerita mereka. Suara derum mobil melintas di jalan tol. Empat perempuan itu sedang asyik memakan camilannya. “Kita di Subang berapa hari Sya?” Tanya Tiffany. Syaffa menengok lalu mengacungkan kelima jarinya. “Cuma lima?!” Pekik Fachelia tak menyangka, Syaffa menengok malas. “Ya lo mau berape hari? Lu mau penelusuran atau piknik?” Cuek Syaffa. “Ya..seenggaknya kan kita mau nyobain..cu-curug gitu?” Cicit Gaverisa, Tiffan, dan Fachelia mengangguk kompak. “Please girls.. profesional nya mana?” Jika Syaffa sudah begitu mereka bertiga bisa apa? Tentu bisa di ceramahi 7 tahun 7 bulan.

“Terus..selama kita di sini kita bobo dimana?” Tanya Tiffany. Memang dari mereka yang paling lola hanyalah Tiffany. “Tif..kan udah dirundingkan waktu seminggu yang lalu.” Gemas Fachelia. “ Kesel gw nanya ke Lo! mending nanya langsung ke Syaffa!” Syaffa melirik malas lalu tersenyum getir. “my aunty.” Tiffany mengangguk dengan gayanya yang sok mengerti, Tiffany berjalan ke arah Fachelia dengan gayanya. “Aunty apa?” Geraman ketiga sahabatnya membuat jidat Tiffany menjadi korbannya. Siang ini dengan detik jarum jam menunjukkan pukul 09.07 WIB.

Kini keempat gadis itu sudah sampai perkarangan rumah tante Tacmilla, tante dari keluarga Syaffa. “Tantee!” Syaffa berlari kecil berhambur ke pelukan Tacmilla. “Apa kabar cantik?” Tacmilla mengelus-elus rambut hitam Syaffa. “Selalu baik dong! oh ya..tante inget kan apa yang udah kita bicarakan semalam? Teman-temanku menginap di sini selama kita penelitian boleh kan tanteee?.” Tanya imut Syaffa. Tacmilla mengunyel-ngunyel pipi Syaffa. “Tentu boleh, mari kita masuk.” Tacmilla mengajak Syaffa, dkk.

Energi yang tersisa keempat gadis itu maraton drakor di laptop Syaffa. “Kalian mau kapan penelitian? Besok aja gimana? Yu,yu,yu.” Syaffa membuka pembicaraan. “Kan kita belum tau tempat penilitian dan narasumber yang bakalan ngejelasin ke kita.” Balas Gaverisa, tiba-tiba seorang perempuan yang tampak masih muda masuk ke dalam kamar tersebut. “Tante punya kok kenalan yang bakalan ngejelasin ke kalian tentang buah nanas.” Senyum Tacmilla, keempat gadis itu tersenyum puas. Malam ini suara riuh di buat kelompok sugarblxom karena seketika bantal sapi Fachelia hilang. “Ya lo naronya dimana!” Sentak Gaverisa. “Ga usah marah-marah, dianya aja yang bloon. Orang dari tadi bantalnya dia pegang.” Cuek Tiffany, seketika Syaffa, Fachelia, dan Gaverisa menengok secara bersamaan ke arah lengan kiri Fachelia. “YEHHH!!!” Sentak ketiganya lalu menoyor pelan bahu Fachelia membuat gadis itu nyengir tak berdosa.

“Sya? bangun..ayo kalian mandi dan siap-siap untuk penulusuran.” Syaffa terbangun karena merasa tubuhnya ada yang menggoyang-goyangkan, ternyata tantenya sendiri. “Iya, Syaffa bangunin temen-temen dulu.” Putus Syaffa 30 menit berlalu tak terasa hangat suasana rumah Tacmilla di penuhi oleh canda tawa sugarblxom. “sudah siap?” Keempat gadis itu mengangguk seru termasuk Tacmilla. Perjalanan yang cukup jauh untuk menuju pemanenan buah nanas. Dengan kompak mereka anak-anak dari kelompok Sugarblxom tertidur dengan nyenyak di mobil milik Tacmilla.

Siang yang sangat cukup terik ini membuat mereka berlima ingin cepat-cepat mengunjungi om Bram yang katanya teman tante Tacmilla. “Siang Bram, apa kabar denganmu?” Ramah Tacmilla lalu menyalimi, Bram membalas uluran tangan itu dan tersenyum baik. “Tentu, apakah ini anak-anak kampus yang akan melakukan penelitian?” sugarblxom mengangguk cepat. “Mari, pasti kalian sangat panas bukan?” Mereka memasuki rumah besar itu dan duduk di ruang tamu. “Penelitian buah nanas? Om punya jusnya, sebentar ya om ambilkan.” Bram berdiri lalu menuju dapur, selang beberapa menit Bram kembali dengan beberapa gelas jus nanas.dengan kompak mereka langsung menyeruput jus tersebut hingga setengah. “Wah..panas sekali ya.” Tacmilla mengipas-ngipas kan wajahnya dengan tangannya. “Kita langsung ke intinya aja ya?” Tanya Bram yang langsung di angguki oleh sugarblxom.“Kita bahas ini dulu deh yang tidak terlalu berat. Kita akan membahas kandungan yang terdapat dalam buah nanas. Dalam 165 gram buah nanas

  • 142 gram (g) air.
  • 13 miligram (mg) kalsium.
  • 12 mg magnesium.
  • 8 mg fosfor.
  • 109 mg kalium.
  • 18 mikrogram (mcg) folat atau vitamin
  • 35 mcg beta karoten

Terasa serak di dahaga Bram mengambil gelasnya lalu meneguknya habis. “Capek juga ya?.” Tertawa lucu terdengar. “Siap untuk lanjut?” Syaffa menyenggol Tiffany untuk mengeluarkan laptopnya, dengan cepat laptop tersebut sudah terlihat dipangkuan Tiffany, sedangkan Fachelia dan Gaverisa mengambil kamera dan microfon kecil lalu mulai merekam. Tak terasa sudah 2 jam berlalu kini mereka tengah tidur di kamar tamu rumah Tacmilla. Sangat terlihat jelas dari wajah gadis-gadis itu sangat lelah dan kusam.

Hari ini adalah hari di mana mereka harus kembali ke Bandung, dan semalam mereka menyiapkan presentasi untuk dipresentasikan di kelasnya nanti. Wajah Syaffa tampak pucat seperti sakit badannya pun sangat panas membuat ketiga sahabatnya cemas. “Sya? Lo bener gapapa?” Tanya ragu Fachelia, hanya gelengan lemah oleh Syaffa. “Nanti kita malah ga bisa presentasi sama lo kalo lo sakit.” Sedih Gaverisa. “Yaelah pada lebay, gw gapapa..percaya.” Mereka bertiga berusaha untuk yakin dengan Syaffa walau mereka ragu.

Handphone dengan merk iPhone milik Syaffa pun berdering tanda notifikasi masuk, dilihatnya notifikasi tersebut ternyata dari dosennya sendiri. Setelah berbincang dengan singkat Syaffa menelfon ketiga temannya.

Syafa: Sugarblxom? Kayaknya gw ga bakalan ngampus..gw tambah drop, sorry ya? Gw udah bilang kok ke pak Sandy. Jadi kalian bertiga aja ya yang presentasi.

Hanya di read oleh ketiganya, sepertinya mereka marah karena benar dugaan mereka bahwa Syaffa ya sakit. Pagi dengan suasana hati yang buruk Tiffany berjalan di lorong kampusnya untuk menuju kelasnya, hingga suara perempuan yang ia kenal membuat Tiffany menoleh. “Hey Fa.” Sapa lesuh Tiffany, Fachelia mengerutkan kening lalu menempelkan punggung tangannya ke dahi perempuan tersebut. “Ga sakit..lo kenapa?” Tiffany menatap Fachelia nanar. “Syaffa masa ga masuk Fa..hiks..pak Sandy kan kejam kalo soal nilai, takut nya Syaffa bener-bener sakit trus kalo pak Sandy ga percaya gimana?” Cerocos panjang lebar Tiffany, Fachelia hanya bisa mengelus-elus lembut rambut wanita itu. “Tenang aja si, ayo ah! Pasti Gaverisa nungguin!” Dengan mood yang mulai naik Tiffany mengikuti Fachelia.

“Pagi semuanya!!! Sudah siap dengan presentasi kalian?” Ucap pak Sandy yang langsung dibalas oleh penghuni kelas itu. “Bapak acak ya kelompoknya.” Pak Sandy nampak mengacak pelan kertas kelompok masing-masing mahasiswa. “Kelompok pertama! Sugarblxom!” Suara riuh terdengar, sebenarnya si mereka bertiga malas tanpa adanya Syaffa ya bagaimana lagi? Mereka harus melakukan itu demi nilai. “Kami dari kelompok sugarblxom ingin mempresentasikan buah nanas yang kita telah telusuri.” Pembukaan Fachelia, selanjutnya hasil presentasi kemarin dibacakan oleh Gaverisa. “Subang merupakan kabupaten yang berada di provinsi Jawa barat. Sebagian besar penduduk kabupaten Subang bermata pencaharian dari bertani dan berkebun. Kabupaten Subang mempunyai perkebunan nanas yang menghasilkan buah khas daerah, yaitu nanas Subang.

Perkebunan buah nanas Subang dapat ditemui di sepanjang jalan cagak, kios-kios penjual buah nanas Subang, dan produk olahan buah nanas Subang juga terdapat di sepanjang jalan cagak dan menjadi tempat untuk berbelanja oleh-oleh khas Subang. Buah nanas yang dapat dipanen sepanjang tahun menyebabkan berlimpahnya produksi buah nanas yang dihasilkan dari perkebunan. Hal ini juga menyebabkan nilai jual buah nanas menjadi rendah, petani tidak dapat menyimpan buah nanas dengan waktu yang lama karena umur penyimpanan yang terbatas. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan umur simpan buah nanas yaitu, dengan cara diawetkan dan diolah menjadi produk makanan pengolahan makanan merupakan upaya untuk memanfaatkan buah nanas menjadi produk yang dapat menghasilkan nilai ekonomi.

Pengolah buah nanas di kabupaten Subang terdiri dari 20 industri rumahan yang tergabung dalam kelompok UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). Mekarsari industri rumahan alam sari merupakan kelompok UMKM Mekarsari yang berada di jalan cagak nomor 18 kecamatan kasomalang kabupaten Subang. Detak jantung Gaverisa bertambah cepat 2x lipat, tak menyangka tepuk riuh kagum menggema di kelasnya, membuat ketiga perempuan itu tersenyum bangga. “Waw..bangga banget saya.” Pak Sandy berdecak kagum, Fachelia menengok ke arah pak Sandy lalu berucap. “Kami semua harusnya bangga kepada kota Subang dengan penghargaan kota raja nanas.” Senyum merekah tak putus dari ketiga gadis itu.

 

(Visited 17 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan