Julia Shalma_JANJI_SMPN 3 Subang

Julia-Shalma.jpeg

JANJI

“Pemirsa dua WNI telah terinfeksi Covid-19, dikabarkan dua WNI itu kontak fisik dengan orang yang telah terinfeksi Covid-19 di Jepang. Saat ini pemerintah sedang menangani kasusnya.” Suara pewara berita terdengar dari barang elektronik berbentuk kotak itu.Ya, Covid-19 sekarang sudah berada di indonesia.

“Huftt.. ku pikir virus Covid-19 ini tidak akan sampai di Indonesia.”ucap pria yang bernama Renjun.

Drttt……..drttttt…..

Tak lama ponsel milik Renjun bergetar, lalu Renjun segera mengalihkan pandangannya ke ponsel ,dia mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang meneleponnya, dan ternyata panggilan itu berasal dari sahabatnya Jeno.

“Halo, Renjun kau sudah melihat berita?ternyata virus Covid-19 ini sampai ke Indonesia, aku tidak menyangka.”

“Iya, aku sudah melihatnya Jeno, aku pun tak menyangka virus Covid-19 ini sampai ke negara kita.”

“Hmmm… kita ditugaskan menjadi dokter di rumah sakit permata, rumah sakit yang di khususkan untuk pasien Covid-19 saja.”

“Benarkah? Sebenarnya aku takut…tapi mau bagaimana lagi itu sudah menjadi tugas kita sebagai dokter bukan?”

“iya Renjun, itu tugas kita…kau siap siap sana kita akan ke rumah sakit permata sekarang, nanti kita bertemu disana.”

“Hmm..baiklah.”

Renjun mematikan teleponnya, lalu dia segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit permata itu.

 

|———————-.—————–|

 

Renjun turun dari mobil, lalu mengunci mobilnya. Renjun  masuk rumah sakit dan bergegas ke ruangan tempat penyimpanan APD, lalu dia mengambil APD dan memakainya. Renjun keluar ruang APD dan menuju ruangan isolasi untuk bertemu Jeno dan para pasien Covid-19 tentunya.

 “Hei Jen.” Sapa Renjun pada Jeno.

“Hei kau lama sekali.” ucap Jeno.

“Kau seperti tidak tahu Bekasi saja, oh iyaa di berita bilang yang terinfeksi hanya dua orang, kenapa sekarang ada banyak orang?” tanya Renjun bingung.

Jeno menggedikan bahu “akupun tidak tahu.”

Renjun dan Jeno langsung menghampiri para pasien yang Terpapar Covid-19 dan berbicara pada pasien agar tidak panik karena terpapar virus Covid-19 ini.

 

|~~~~~~~~~~~~~~~|

 

Saat ini jam istirahat untuk petugas medis, Renjun dan Jeno duduk di bangku taman rumah sakit itu.

“Sangat melelahkan ya…” ucap Jeno pada Renjun.

“Benar!! Baru hari pertama saja sudah secapai ini,hufftt…” keluh Renjun.

“Nih untukmu” Jeno memberikan air mineral dan roti pada Renjun.

“Terimakasih Jen.” Ucap renjun sembari mengambil air mineral dan roti itu.

“Renjun…. Bagaimana ya kalau aku yang meninggal lebih dulu?hahaha.” Ucap Jeno sembari tertawa. Pertanyaan itu membuat Renjun tersedak roti yang sedang di makannya.

Astaga Renjun !! pelan –pelan makan nya.” Ucap Jeno sembari memberi air minum pada Renjun.

“Heh!! Lagian kau aneh – aneh saja bertanya seperti itu!!” gerut Renjun.

“hahaha…aku kan hanya bercanda.” Uca Jeno.

“Bercandamu tidak lucu ya!!, berjanjilah kita akan bersama-sama melawan wabah Covid-19 ini sampai selesai.” Ucap Renjun sembari mengangkat kelingkingnya.

“hmm…ya aku berjanji” ucap Jeno srmbari mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Renjun.

“Yasudah ayo kita lanjut menangani pasien lagi.” Ucap Renjun sembari berdiri dari duduknya.

Dan mereka pun kembali pada ruangan isolasi tempat pasien Covid-19 dikumpulkan. Renjun sempat berfikir, apakah ke Covid-19 ini akan segera berakhir?

 

|——————-.—————–|

Dua minggu kemudian, Renjun baru tiba dirumah sakit dan hendak ke ruangan apd, namun Renjun melihat seseorang yang terbaring di brankar sedang di dorong dokter dan perawat ke ruang icu.

“Itu seperti Jeno.” Ucap Renjun pada dirinya sendiri, Renjun lalu menghampirinya dan ternyata benar itu adalah Jeno sahabatnya.

“Astaga Jeno kenapa?!” Tanya Renjun panik sambil menintikkan air mata.

“Dokter Jeno terpapar Covid-19, dan dia mempunyai penyakit paru – paru yang menyebabkan dokter Jeno harus di bawa ke icu.” Ucap dokter yang bernama Nana.

“Yaampun Jeno… dokter Nana aku mohon selamatkan sahabatku.” Ucap Renjun pada dokter Nana.

“Aku akan berusaha semaksimalku, kau cepatlah ke ruang isolasi perawat – perawat itu mrmbutuhkanmu.” Uca dokter Nana.

 

|——————-.——————|

 

Empat hari kemudian, Renjun alua ke makam sahabatnya—Jeno, sebenarnya Renjun tidak percaya bahwa sahabatnya telah meninggal karena dia tidak melihat langsung jenazah sahabatnya, tapi Renjun tidak punya bukti apapun untuk membuktikan bahwa sahabatnya belum meninggal. Tetapi Renjun tetap ziarah ke makam yang mereka bilang makam sahabatnya.

“Hei Jen aku sebenarnya tidak percaya bahwa kau telah meninggal, tapi yasudahlah… oh iya aku ingin memberitahu alua Covid-19 ini makin banyak, tiap ruangan di rumah sakit penuh dengan pasien Covid-19, aku dan petugas medis lain kewalahan sekali menghadapi virus ini, dan kau enak sekali meninggalkan pekerjaan ini!! Yasudah aku ingin menyampaikan itu saja, selamat tinggal dokter Jeno.” Ucap Renjun mengeluarkan keluh kesahnya menghadapi virus ini pada  Jeno.

 

|—————-.—————|

 

1 Tahun kemudian, 7 April 2021.

“Pemirsa saat ini kasus positif Covid-19 telah menurun, dan kasus meninggal karna Covid-19 pun ikut menurun, hal ini tentu membuat seluruh masyarakat Indonesia senang akan hal ini, namun pemerintah menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan agar tidak menimbulkan kenaikan kasus virus Covid-19 ini.” Ucap pewira berita di televisi.

“Nana perjuangan kita selama ini tidak sia – sia ya, Covid-19 ini tiap hari kian menurun.” Ucap Renjun pada dokter Nana.

“Iya, kau benar Renjun perjuangan kita untuk menurunkan kasus ini tidak sia-sia, pasti dokter-dokter yang telah gugur pun ikut bangga di atas sana” Ucap dokter Nana.

“Iya, kalau ada Jeno disini pasti dia akan senang.” Ucap Renjun sedih.

“Hmmm… mau ke makam Jeno?kita sudah lama tidak ziarah ke makamnya” Ucap dokter Nana.

“Ayoo!!” Seru Renjun.

 

|—————.————-|

 

Sesampainya di pemakaman, Renjun dan Nana menaburkan bunga yang dibelinya saat di jalan pada makam Jeno.

“Hai Jen, aku dateng nih tapi aku gasendiri aku sama dokter Nana, maaf ya aku baru jenguk kamu lagi selama ini aku sibuk sekali di rumah sakit banyak sekali pasien yang positif, dan banyak juga pasien yang meninggal karna Covid-19 ini. Tapi kamu tenang aja sekarang pasien yang positif Covid-19 udah mulai menurun dan pasien yang meninggal pun juga ikut menurun, aku yakin kalau kamu masih ada pasti kamu senang. Maka dari itu aku hampir menuhin janji kita dulu untuk berjuang melawan Covid-19 ini sampai selesai bersama-sama ya walaupun sekarang tanpa kamu si, kamu tenang aja Jen aku bakalan tepatin janji kita kok.” Ucap Renjun panjang lebar.

“Hai Jen, aku Nana teman Renjun aku Cuma mau bilang bahwa aku mau menggantikan janji yang belum sempat kamu tepati bersama Renjun, aku bakal temenin Renjun berjuang untuk melawan wabah Covid-19 ini sampai selesai, aku janji Jen. Tenang disana ya Jen.” Ucap Nana.

“Ayo Nanaa kita kembali ke rumah sakit, dadah Jeno.” Ucap Renjun.

Merekapun kembali ke rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19. Mereka berdua pun berjuang keras menangani pasien Covid-19 sampai sembuh agar mereka berdua bisa menepati janji untuk melawan wabah Covid-19 ini sampai selesai.

(Visited 12 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan