Pembiasaan Literasi Dengan Penerapan Budaya Antri

Pembiasaan Literasi di Sekolahku, dengan terlebih dahulu pembiasaan di kelas. Saat ini saya mengajar di kelas 1 SDN. Wantilan, kecamatan Cipeundeuy, kabupaten Subang. Pembiasaan literasi ini, saya coba gabungkan dengan penerapan budaya antri. Diawali dengan masuk ke kelas mengambil kartu antrian,kemudian mengambil buku cerita yang sudah disiapkan dimeja baca.Setelah itu siswa menyimpan tas nya,lalu keluar duduk di lantai depan kelas. Dengan begitu anak-anak tidak ribut, tidak saling berebut mengambil buku,maupun berlari- larian, sehingga terkadang ada yang jatuh karena bertubrukkan dengan temannya. Itu pengalaman sebelum diterapkannya budaya antri.Setelah siswa semua membaca selama 15 menit, lalu anak- anak diadakan uji cakap untuk mengetahui sejauh mana anak-anak memahami bacaan.Dengan berbaris terlebih dahulu.Anak dibariskan sesuai dengan ketinggian badannya. Anak yang paling tinggi berbaris paling depan.Namun untuk masuk kelas,saya mengadakan uji cakap untuk mengetahui sampai di mana anak-anak memahami bacaan. Salah satunya, bisa dengan menanyakan judul buku yang dibaca, menyebutkan satu kata yang terdapat pada bacaan, bisa juga membuat 1 kalimat. Saya biasanya memanggil nomor antrian yang paling kecil terlebih dahulu.Setelah siswa menjawab dengan benar baru siswa masuk kelas.Bagi siswa yang belum bisa menjawab diarahkan dan dibimbing.Ketika hendak pulangpun siswa menerapkan budaya antri.Ia akan mencari posisi barisnya di mana, keberapa, maka iapun akan menghitungnya.Setelah anak mendapatkan posisi baris yang sesuai dengan antrian kartunya,maka siswa pun akan menyimpan lagi kartu antrian,lalu berpamitan dengan guru bersalaman. Begitulah pembiasaan literasi di kelasku dengan penerapan budaya antri menjadikan: 1. siswa menjadi lebih teratur,2 siswa bisa menghargai orang lain,3.siswa menjadi lebih disiplin, 4.pembelajaran pun menjadi aman,nyaman,dan lebih kondusif.

(Visited 73 times, 1 visits today)

3 thoughts on “Pembiasaan Literasi Dengan Penerapan Budaya Antri

  1. Saya mencoba pertama kalinya menulis di Lisangbihwa, tentang artikel.Kiranya rekan-rekan berkenan mengoreksi dan memberi masukkan.Agar tulisan saya bisa lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan