Siti Nur Holisoh_Petualangan Menuntut Ilmu_MTs N 2 Subang

WhatsApp-Image-2021-04-24-at-11.21.40.jpeg

Petualangan Menuntut Ilmu

 

Seorang pemuda bernama Iman yang berumur 24 tahun sedang mendalami ilmu agamanya. Tidak hanya di kampungnya saja, dia berkeliling kota dan desa untuk mencari ustaz dan memperdalam ilmunya yang kurang. Saat itu Iman pergi ke sebuah desa, di desa itu terdapat seorang ustaz yang bisa mengajarinya tentang ilmu agama. Sesampainya di desa yang bernama Desa Tapaksari, Iman mencari seorang yang bernama Ustaz Nizar. Ustaz Nizar adalah ustaz yang sangat terkenal di Desa Tapaksari.

Setelah mengetahui rumah ustaz Nizar, Iman pun pergi ke rumahnya.

“Assalamualaikum,” Iman mengucapkan salam.

“Waalaikumsalam,” ucap seorang wanita yang ternyata adalah anaknya Ustaz Nizar.

Iman memastikan bahwa ini rumah ustaz Nizar, dia menanyakannya kepada anaknya ustaz yang bernama Aisyah. Aisyah  menjawab bahwa memang benar ini adalah rumah ayahnya yaitu Ustaz Nizar. Iman pun meminta Aisyah  untuk bertemu Ustaz Nizar.

“Assalamualaikum ustaz, saya kesini diberitahu ustaz Maulana bahwa ustaz bisa membantu saya belajar memperdalam ilmu agama saya” ucap Iman.

“Waalaikumsalam, saya tahu Ustaz Maulana memberi tahu saya sebelum kamu datang ke sini” balas Ustaz Nizar.

Ustaz Nizar tau jika Iman datang untuk memperdalam ilmunya karena sebelum berangkat ke sana ustaz Nizar diberitahu oleh sahabatnya yaitu Ustaz Maulana.

Sudah beberapa bulan  Iman tinggal di Desa  Tapaksari untuk belajar tentang agama. Tiga bulan pun berlalu, Iman sekarang telah selesai memperdalam ilmunya. Setelah selesai Iman akan melanjutkan perjalanan ke ustaz yang lain. Iman menanyakan kepada Ustaz Nizar siapa sahabatnya yang bisa membantu dirinya memperdalam ilmu agamanya.

“Ada sahabat saya yang jauh lebih mengetahui tentang agama dari pada saya, tetapi dia tinggal di sebuah desa yang sangat terpencil dan terdapat di hutan yang sangat berbahaya. Jika kamu tidak sanggup menemuinya, kamu jangan pergi ke sana,” ucap Ustaz Nizar.

“Tidak Ustaz, saya akan pergi menemui sahabat Ustaz, karena saya ingin belajar agama lebih dalam lagi” ucap Iman.

Ustaz Nizar tersenyum, dia sangat kagum kepada Iman karena dia bisa sangat semangat mencari ilmu. Ustaz Nizar memberitahukan tentang sahabatnya kepada Iman. Nama sahabatnya adalah Ustaz Ali. Setelah mengatahui tentang Ustaz Ali, Iman pun pergi dan berpamitan kepada Ustaz Nizar dan keluarganya. Dia pun pergi dari Desa Tapaksari dan menuju Desa Satana. Iman berjalan berusaha mencari Desa Satana yang diberitahukan Ustaz Nizar. Menuju desa Satana sangat rumit, Iman melewati sekumpulan sawah, dan menyebrangi sungai. Seorang dia berada di hutang yang sangat rimbun. Ustaz memberitahukan jika dia harus berhati-hati melewati hutan tersebut, karena di hutan itu banyak sekali orang yang tersesat dan mati.

Saat di perjalanan Iman hanya bersholawat dan meminta kepada Tuhan supaya dirinya dilindungi dari berbagai bahaya. Saat Iman di tengah hutan, dia merasa ada seseorang yang mengikutinya dari belakang. Iman pun lari, dia takut jika itu adalah hewan buas yang sangat lapar. Iman berlari dan tidak melihat jalan, pada saat Iman berhenti, dia melihat sekitarnya. Terlihat sekumpulan pohon yang sangat besar dan sama. Iman tidak tau harus berjalan kemana untuk melewati hutan tersebut.

“Sepertinya saya tersesat, saya harus mencari jalan untuk keluar dari hutan ini,” ucap Iman.

Iman berjalan untuk mencari jalan keluar dari hutan itu, tetapi dia hanya memutar-mutar di tempat yang sama.

“Astaghfirullah saya harus mencari jalan kemana lagi, dari tadi saya hanya muter di sini,” ucap Iman yang lelah mencari jalan keluar.

Iman pun beristirahat sejenak untuk menghilangkan lelahnya. Saat Iman beristirahat, ngantuk tiba-tiba menghantuinya. Iman pun tidak bisa menghilangkan kantuknya. Iman pun tertidur di temp           at itu.

Begitu terbangun iman melihat seekor harimau di dekatnya, “Tolong…. Tolong…,” teriak Iman meminta tolong.

Iman lari sekencang-kencangnya harimau itu mengejar dengan sangat ganas. Iman berlari ke sana kemari untuk menyelamatkan dirinya dari harimau yang kelaparan itu. Saat Iman mulai lelah untuk berlari, dia pun bersembunyi di semak-semak berharap harimau itu tidak menemukannya.

Tetapi dia tidak melihat di bawah ada segerombolan semut yang terganggu oleh Iman. Semut itu seketika mengigit kaki Iman, lalu Iman berteriak sangat kencang.

“Awww …,” teriak Iman.

Iman lalu mengusir semut itu, tetapi dia sadar dia telah memancing harimau  itu mendekatinya.

“Grrr  …,” terdengar harimau itu mendekati Iman.

Suara harimau semakin dekat dan semakin dekat lagi. Iman berusaha lari untuk menghindari harimau yang mendekatinya, pada saat Iman akan berlari tiba-tiba kakinya tersandung. Iman lalu tersungkur ke bawah, pada saat Iman akan bangun harimau itu sudah mendekati Iman. Saat itu Iman hanya bisa pasrah jika dirinya dimakan oleh harimau. Harimau itu mendekati Iman, lebih dekat, lebih dekat dan lebih dekat lagi. Lalu harimau itu menyerang Iman.

“Aaaaa….,” teriak Iman.

Iman pun terbangun dari tidurnya, terlihat napasnya tidak tertatur.

“Alhamdulillah, ternyata semua itu hanya mimpi, tetapi saya harus keluar dari hutan ini, Ya Allah tolong bantu hamba untuk keluar dari hutan ini,” ucap Iman.

Iman berusaha untuk mencari jalan keluar tetapi tiba-tiba terdengar suara burung yang kesakitan. Iman pergi mencari suara burung itu, ternyata itu adalah seekor burung pipit yang terjebak di ranting. Iman lalu menanti burung pipit itu supaya bisa keluar dari ranting.

Setelah burung pipit itu bisa bebas dari ranting Iman pun melanjutkan perjalanannya. Saat Iman sedang berjalan, paruh pipit itu menarik baju Iman. Seolah dia memberikan pertanda jika dia akan membantu Iman keluar dari hutan tersebut. Iman melihat ke arah si Pipit, burung itu terbang dan Iman dia mengikuti si Pipit dari belakang. Dari semak-semak dan dengan hutan yang sangat rimbun telah di lalui Iman dan si Pipit. Iman awalnya merasa ragu dengan si Pipit.

“Benarkah burung ini akan membawa saya keluar dari hutan ini?” gumam Iman pelan.

Tetapi pada saat Iman melihat rumah yang berada di ujung hutang tersebut dia percaya. Ternyata itu adalah Desa Sanata tempat Ustaz Ali tinggal.

“Terimakasih burung, kamu telah mengeluarkan saya dari hutan yang rimbun itu, ini saya ada sedikit makanan,” ucap Iman sambil memberi si Pipit sebuah roti.

Burung Pipit itu mengambil roti yang diberikan Iman dan pergi. Sekarang Iman telah menemukan rumah Ustaz Ali dan dia akan melanjutkan memperdalam ilmu agamanya lebih banyak lagi. Iman sangat senang karena kedatangannya disambut baik oleh penduduk Desa Sanata dan Ustaz Ali. Desa Sanata adalah desa terakhir iman berpetualang mencari ilmu, karena sudah banyak ustaz dan kiai yang dia temui. Sekarang dia ingin mengamalkan ilmu yang dipunyainya, Ilmu yang di dapatkan Iman tidak sia-sia. Dia memulai dengan Kembali ke desanya dan mengajari masyarakat desa.  Sekarang dia telah mempunyai sebuah pesantren yang sangat besar dengan santri yang banyak. Pesantren Iman sangat terkenal di mana-mana, karena setiap perlombaan yang menyangkut dengan keagamaan, Pesantrennya selalu menjadi juara. Sekarang Iman terus fokus untuk membagikan ilmunya kepada orang lain.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan