Umur dan Usia (Bagian 2 Tamat)

Umur dan Usia (Bagian 2 Tamat)

Pada tulisan bagian satu tentang ringkasan dari kuliah Dhuha @ipmawaniqbal on Instagram bahwa untuk membuat umur lebih panjang dari usia adalah dengan memakmurkan hidup ini, ,melalui karya yang berarti dan amal sholeh yang tiada akhir. “Man kana ‘umuruhu wa ma’muratan bil ‘amalisshalihat” : Orang yang panjang umurnya adalah orang yang menghiasi hidupnya dengan amal sholeh. Karya dan amal sholeh akan tetap mengalir pahalanya walau jasad sudah tidak lagi dikandung badan. Sebagaimana Hadits Riwayat Muslim :”Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”. Karya yang berguna merupakan wujud ilmu yang dimanfaatkan, amal sholeh salah satu contoh dari sedekah jariyah.

“Barang siapa senang apabila dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah Ia menyambung tali silaturahmi” (HR Bukhari). Imam alHafidz Ibnu Hajar Al Astqolani menjelaskan tentang tambahnya umur : sesungguhnya tambahan ini adalah makna kinayah (bukan yang sebenarnya) tambah barokah/kebaikan”. (Kitab Fathul Baari Syekh Shohih Bukhori). Bertambah usia sering jadi momen spesial bagi seseorang, menyenangkan karana ada banyak yang memberikan doa dan ucapan selamat terkadang juga hadiah/bingkisan, dan akan merasakan diperhatikan banyak orang.

Saat ditanya berapa umurmu? Itu maknanya adalah bagaimana ibadahmu, bagaimana peranmu memakmurkan bumi, apakah dirimu berdaya guna dan mampu memberi manfaat dalam kehidupan. Bila belum ada ibadah, belum punya peran memakmurkan bumi, tak ada daya dan guna dan belum bermanfaat bagi kehidupan. Itu pertanda kita sudah tak berumur sebelum jatah usia kehidupan selesai. Allaahu ‘alau bishowab.

9 Juni 2020/17 Syawal 1441 H
PPAUD dn Kittab Minal Mukhlashin Qur’anic Home Education Ma’had Tahfidz Insan Qur’ani

(Visited 74 times, 1 visits today)

6 thoughts on “Umur dan Usia (Bagian 2 Tamat)

Tinggalkan Balasan