Rensika Alzahra-SMPN 1 Ciater-Raihlah Mimpimu-Cerpen 3

Raih Mimpimu

 

Semua orang pasti memiliki sebuah impian bukan? Mau itu impian untuk sekarang atau untuk di masa depan. Tapi bagaimana jadinya jika sebuah impian itu di tentang oleh orangtua?. Dan hal itu sedang terjadi pada Dhea Amelia seorang siswi SMPN 101 Pancasila, yg kini duduk di bangku kelas 8F. Ia memiliki sebuah cita-cita yaitu menjadi seorang penyanyi, namun sayang orangtuanya menginginkan Dhea untuk menjadi seorang dokter dibandingkan menjadi seorang penyanyi.

“DHEAA!” Teriak seseorang kira kira 10 meter dari arah luar gerbang sekolah. Dengan cepat Dhea pun berbalik . “Eh Tasya! Ada apa?”, Tanya Dhea. ” Kekelas nya bareng yu, hehe!”, Jawab Tasya sambil cengengesan. “Astaga aku kira ada apa sumpah kaget loh!, ya udah yu!”. Dengab raut wajah yang ceria Merekapun pergi berlalu dari gerbang sekolah lalu menuju kelas.

Kini jam pelajaran pertama pun dimulai yaitu bahasa Indonesia, kebetulan gurunya adalah walikelas 8F yaitu Bu Rika. “Anak anak coba kalian lihat dinding di belakang, ada pohon organisasi yg udah rusak kan? Gimana kalo kita ubah jadi pohon cita cita?, Caranya kalian tulis di kertas warna apa cita cita kalian terus nanti di tempel di batang- batang nya ya!”. Ucap Bu Rika yang disambut antusias para siswa.

Kini keadaan kelaspun jadi riuh oleh siswa yg sibuk menulis cita citanya. Berbanding balik dengan Dhea yang terlihat sedang berpikir, bingung? Tentu saja, Dhea bingung ia harus tulis Dokter atau Penyanyi?. Keinginan orang tua atau keinginannya?. Namun Saat sedang berpikir tiba-tiba Bu Ratna seorang guru SBK juga pembina ekskul seni tari & vokal, tiba-tiba datang  ke kelas 8F. “Anak anak ibu minta perhatian nya dulu sebentar ya. Jadi ibu ada info buat kalian yg suka dan bisa nyanyi, 2 Minggu lagi akan diselenggarakan kontes bernyanyi tingkat kabupaten!. Jadi kalo ada yang mau ikut bilang ke ibu ya!”.Raut muka Dhea yang asalnya masam kini berubah jadi sumringah saat mendengar informasi itu, dia ingin ikut lomba nya, cuman apakah orangtuanya akan memberikan izin?

‘Tringgg’

berbunyi tanda jam istirahat tiba. Dhea dan Tasya memilih untuk pergi ke kantin. “Pesen apa?”, Tanya Tasya lalu di jawab, “samain aja!”.Tasya berniat memesan, tapi terurungkan karna tiba-tiba ada yang menghampiri bangku yg mereka tempati.

” Eh Ibu!”

Dan ternyata itu Ibu Ratna guru yang tadi ngasih info tentang kompetesi Nyanyi

” Sebenernya ibu kesini mau ngomong sama Dhea!”. Ucap Bu Ratna.

“Aku Bu? Ada apa ya bu?”. Tanya Dhea bingung. “Dhea kamu ikut lomba nyanyi ya!, Waktu kemarin praktik nyanyi suara kamu bagus, sayang kan kalo kesempatan ini di sia siain, ibu daftarin ya?”. Ajak Bu Ratna. “Iya sebenernya aku juga mau ikut Bu, tapi aku minta izin dulu ke orangtua, takut nya gak dibolehin!”. Jawab Dhea agak ciut

Seakan terngiang-ngiang,Setelah obrolannya tadi siang dengan Bu Ratna, sepertinya ia harus memberanikan dirinya untuk meminta izin pada orangtuanya. “Huhhh”. Helaan nafas panjang pun terdengar, Dhea pun berniat untuk menghampiri ibunya lalu meminta izin

“Mah!”

“Iya sayang ada apa?”, Jawab sang mamah

” Aku mau ikut lomba nyanyi mah!… Dhea janji bakal tunjukin kemampuan Dhea, tolong ya mah izinin Dhea sekali ini aja!”. Ucap Dhea dengan memelas.

” Kalo Mama izinin, kamu janji bakal tunjukin kemampuan kamu kan?”, Tanya Mama nya dengan sedikit ekspresi yg mengintrogasi. ” Iya ma aku janji!”. Jawab Dhea meyakinkan. ” Ya udah Mama izinin!”.

Kini hari hari Dhea pun disibukan dengan sekolah,les matematika, juga latiahn vokal, mengingat beberapa hari lagi iya akan mengikuti lomba bernyanyi. Hingga tibalah hari dimana dia akan mengerahkan kemampuannya dan pastinya akan memberikan yang terbaik.

“Peserta selanjutnya, Dhea Amelia dari SMPN 1 Ciater!”.

Dhea menghela nafas panjang, lalu naik ke atas panggung. Terdengar lah intro dari sebuah lagu yaitu ‘Indonesia Pusaka’. Dhea bernyanyi lirik demi lirik nya dengan sangat merdu, suaranya yang lembut mampu membuat siapapun yang mendengarnya terpesona. Hingga lagu berakhir tepuk tangan pun terdengar Riuh dari para penonton.

Lega? Pasti nya belum. Karna sekarang adalah waktunya mengetahui siapa yang menang. Terlihatlah raut wajah yang pucat dari Dhea, mungkin jika saja ia memiliki magic, rasanya Dhea akan menghilang dari sini.

Lalu

“Juara pertama lomba bernyanyi tingkat kabupaten Bandung, yaitu… jatuh kepada… DHEA AMELIA dari SMPN 1 Ciater!”

Percaya tidak percaya, Dhea sangat senang sekali, tidak percaya? Pastilah Dhea pun tak menyangka nya, sumpah ini adalah yang pertama kali baginya.

Dengan raut wajah yang ceria Dhea pun kembali naik keatas panggung bersama juara 2 & 3, lalu tepuk tangan pun kembali meriah.

Dhea berlari kearah Mama, lalu memeluknya. “Mah aku Menang!” Ucapnya sangat senang sampai sampai air matanya pun sedikit membendung di kelopak mata. “Iya sayang Mama tahu, kamu udah tunjukin kemampuan kamu, selamat ya. Maafin Mama karna udah ngekang kamu, Sekarang Raihlah Mimpimu!”. Ucap Mamah, sebenarnya Dhea tak mengerti apa maksud dari raihlah mimpimu, namun iya mengartikan nya jika sekarang ini ia boleh menggapai impiannya, dan salah satunya untuk menjadi seorang penyanyi.

“Dhea selamat ya!” Sambut teman teman nya, “iya makasih ya temen temen!” Ucap Dhea dengan raut wajah yang sangat sumringah. Dheapun bergegas menghampiri Bu Ratna untuk berterimakasih, telah memberitahu info lomba sekaligus membimbingnya hingga menang.

Dhea berjalan menuju dinding belakang dimana disana terdapat sebuah pohon yang terbuat dari karton hitam lalu tertulis ‘Apa Cita-citamu?’. Dhea pun tersenyum lalu membuka resleting tas nya dan mengambil sebuah kertas warna dan pulpen.

AKU INGIN MENJADI SEORANG PENYANYI– Dhea Amelia 12 April 2021

Dhea pun menempel kan tulisannya, lalu tersenyum.

Berhari hari, berminggu-minggu, bahkan mungkin bertahun-tahun, Dhea telah belitkan dengan pertanyaan ‘Apa cita-citamu?’, memang bukan pertanyaan yang berat dan menekan, namun Dhea hanya tak bisa mengungkapkan keinginannya yang sebenarnya dan lebih mengikuti apa kata kedua orang tuanya, tapi ternyata hal itu tak bisa terjadi selamanya, karna ada kalanya dimana seorang remaja akan mencari jati diri dan contohnya seperti apa yang telah terjadi pada Dhea.

Kita bisa memetik pelajaran dari cerita ini yaitu, ‘Berjuanglah jika ingin mendapatkan nya, karena tanpa berjuang semuanya akan terasa hampa, dan pastinya selalu ikutilah apa kata hati bukan kata orang lain!’. Temukan jati dirimu masing-masing.

 

Ciater, April 2021

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan