Rensika Alzahra -SMPN 1 Ciater-Menuju Adiwiyata-Cerpen 5

foto-Rensika.jpeg

 

Menuju Adiwiyata

 

“Buat semua anggota pengurus OSIS besok ke sekolah ya, jangan lupa pake masker terus nanti kalo udah sampe di sekolah jangan lupa jaga jarak!”. Itulah sepenggal pesan yang diterima sore ini oleh Sera dari sang ketua OSIS SMPN 1 Ciater, yaitu Kak Nindi.

 

Sekedar perkenalan, Sera Venta Aurora atau yang akrab di sapa Sera, adalah siswa SMPN 1 Ciater yang kini tengah duduk dibangku kelas 7E. Ia adalah salah satu anggota pengurus OSIS yang menjabat sebagai anggota sekbid 10. Saat tadi dapat pesan dari sang ketua OSIS yang menyuruh agar semua anggota pengurus OSIS datang kesekolah Sera pun harus pergi kesekolah, meskipun sedikit bingung ada apa? Dan kenapa?. Sebenarnya ia tak terlalu ambil pusing tapi karena penasaran Sera pun menanyakan kepada sang Ketos.

 

” Kak besok ada apa ya? Kok semua pengurus OSIS harus kesekolah!” Tanya Sera lewat chat whatsapp. ” Besok persiapan untuk penilaian Adiwiyata, jadi kita harus datang, buat bantu bantu gitu!”, Jawab Kak Nindi yang membuat rasa penasaran Sera pun hilang.

 

Hari esok pun tiba, Sera berangkat berangkat kesekolah bareng dengan Ayu, Anggota pengurus OSIS yang satu kampung dengannya. Setibanya di sekolah, Sera senang sekali karena bisa bertemu dengan teman teman lainnya, karna selama ini Sera harus belajar jarak jauh atau daring, dikarenakan adanya pandemi Corona, jadi ia tak pernah bertemu langsung dengan teman temannya,dan saat sekarang bertemu rasanya senang sekali.

“Heyy!!” Teriak Sera sambil berlari dan berniat ingin memeluk salah satu temannya, yakni Vanesya atau yang akrab di sapa nesya. “Eits, stopp!, Jaga jarak! Jangan bersentuhan!”, Larang Nesya yang alhasil membuat teman-teman yang lain tertawa. “Ih kamu mah gitu!”, Rengek Sera, namun bukannya merespon Nesya malah tertawa. “Hahaha, nanti pelukannya kalo si Corona udah gak ada!”. Sedikit sedih sih, tapi yang di katakan Nesya memang benar.

 

“Eh, semuanya, jangan berkerumun ya!! Maskernya ayo di pake, jangan lupa cuci tangan juga!”. Seru Kak Nindi mengingatkan para anggota OSIS yang terlihat sudah kumpul semua. ” Tadi kakak dapet perintah dari Pak Agus, kita disuruh bersihin kelas masing-masing ya!”. Perintah kak Nindi yang langsung di sambut antusias para anggota. “Okee siap!”.

 

Karna dapat perintah dari sang Ketos Sera pun pergi membereskan kelas nya yaitu kelas 7E bersama Syifa. Sejujurnya mereka agak bingung, soalnya mereka tak tahu 7E terletak dimana!. “Syif! 7E dimana sih?”. Tanya Sera sambil celingak-celinguk mencari kelas 7E. “Kok malah nanya ke aku! Aku juga gak tahu!”, Jawab Syifa yang sama-sama kebingungan.

 

Ketika mereka kebingungan mencari kelas 7E, kak Nindi tak sengaja lewat dan melihatnya. “Eh kalian kenapa? Beres-beresnya udah?”, Tanya kak Nindi. “Belum kak!, Soalnya kita gak tahu kelas 7E dimana,hehe!”. Ucap Sera sambil cengengesan. “Haha, bingung ya? Kelamaan belajar dirumah ya? jadi gak tahu kelas deh, Haha. Sini kakak tunjukin, tuh kelas 7E ada di samping ruang kesenian, yang didepannya ada banyak tong sampah, nah itu kelas 7E”. Ucap kak Nindi, agak gemes sih pada kedua adik kelas nya ini!. “Makasih kak!, Yaudah kita duluan ya!”. Pamit Sera dan Syifa.

 

Setelah diberi tahu letak 7E, merekapun langsung pergi ke sana.

Namun betapa terkejutnya mereka berdua saat membuka pintu kelas 7E. “Astagfirullah!”, Sampai Sera pun beristighfar karna saking kagetnya. Bagaimana tidak kaget, keadaan kelas sangatlah berantakan, kotor, banyak debu juga sarang laba-laba dimana-mana. “Ini kita beresinnya gimana?”. Tanya Syifa kembali bingung. “Gak tahu!”, Jawab Sera yang terlihat prustasi melihat keadaan kelas. Cukup lama mereka diam dan terlihat berpikir, lalu Sera pun mempunyai ide yaitu. “Syif, gimana kalo kita hubungi temen-temen buat ikutan bersih-bersih, kan kalo banyakan bakal cepet bersih!”. Ucap Sera begitu semangat. “Bener! Yaudah cepet, chat di grup kelas!”. Suruh Syifa

 

‘Gyus kesekolah dong, kita bersih-bersih kelas, kotor banget nih. Kalo mau kesekolah bawa peralatan bersih-bersih juga ya, dan jangan lupa pake masker!’. Itulah Pesan yang ditinggalkan oleh Sera di grup Chat kelas. Tak perlu waktu lama, chat dari Sera pun langsung di respon oleh teman-temannya.

“Oke, bentar lagi aku kesekolah, mau mandi dulu!”.

“Oke siap, tapi gua bawa kemoceng aja ya!”.

“Oke siap siap!”

Kurang lebih mungkin seperti itulah respon dari teman-teman yang lainnya.

“Gimana? Udah?”. Tanya Syifa penasaran. “Udah, bentar lagi pasti pada dateng kok!”, Jawab Sera ceria sekali, berbeda dari yang tadi saat pertama masuk ke kelas.

Tak perlu menunggu lama, mereka yang ditunggu-tunggupun datang lengkap dengan peralatan bersih-bersih, meskipun tidak semua siswa membawa nya.

“Assalamualaikum!”. Seru salah satu murid, Ramdan lalu diikuti oleh para siswa lainnya. Sama seperti pertama kali Sera dan Syifa masuk kelas, mereka juga terlihat syok saat melihat keadaan kelas, yang kotor nya subhanallah.

“Ih kotor banget!”.

“Ini asli kelas? Bukan gudang? Kotor banget ih!”.

Itulah rengek mereka, sambil bergidik ngeri dan memandangi sekeliling kelas.

“Ya iyalah, itu alasannya kalian aku chat buat kesekolah, ya buat bersih-bersih karna kelas kita kotor banget, kalo kelas kita bersih ya buat apa aku hubungi kalian dan nyuruh buat bersih-bersih!”. Ucap Sera memastikan bahwa teman-teman nya tak salah sangka, dan menyangka bahwa keadaan kelas itu se jalan dengan apa ekspektasi mereka, padahal realita nya tak sejalan dengan ekspektasi.

“Aku nyangkanya, kelas Kita gak sekotor ini loh! dan pas datang, sumpah kaget banget!”. Ujar salah satu siswi, Rini. Lalu di respon dengan tawa oleh siswa lainnya.

“Udah udah gimana kalo sekarang kita mulai bagi-bagi tugas, siapa yang beresin meja sama bangku, siapa yang beresin lantai kaya nyapu atau ngempel, siapa yang beresin sarang laba-laba pokoknya kita bagi bagi ya!”. Ucap Sera menjelaskan pada teman-temannya.

“Gua ngepel!”.

“Gua sapu sapu!”.

“Gua beresin bangku aja!”

“Gua yang buang sampah nya!”.

Dan seperti itulah kira-kira kerusuhan dikelas, dari yang mengajukan diri ingin menempellah, menyapu lah, pokoknya banyak sekali, hingga Sera sang ketua kelas pun kewalahan menghadapi mereka.”Eh udah udah Jan berisik dulu, pokoknya kita bagi rata tugasnya, gak boleh ada yang diem atau cuman nyimak aja!”. Teriak Sera sambil memisahkan teman-temannya yang berebut tugas.

 

Sera dibantu dengan sang sekertaris kelas yakni Elsa dan seksi kebersihan yakni Nura dan Fuji, mulai membagi bagi tugas untuk membereskan kelas, pokoknya tak ada satu siswa yang tak bekerja, semua harus bantu membersihkan kelas.

 

” Udah yah pokoknya barusan aku udah bagi bagi, sekarang selamat bekerja!”. Ucap Sera sambil menyemangati teman-temannya itu.

 

Kini semua siswa sedang sibuk membersihkan kelas, sebenarnya bukan hanya kelas 7E saja yang sangat semangat membersihkan kelas, namun semua kelas pun terlihat begitu antusias dan bersemangat.

 

“Ser, menurut aku sebelah sini polos banget!”. Ungkap Syifa sambil menunjuk kearah dinding belakang. Memang sih dinding dibelakang memang polos sekali, hanya ada bekas pohon organisasi milik angkatan kemarin.

“Heeh emang polos, gimana kalo pohon organisasi ini kita manfaatin lagi! Kita ganti jadi pohon organisasi angkatan kita!”. Usul Sera dan di setujui oleh Syifa.

 

” Ya udah kita bikin yu berdua, yang lainnya kayaknya lagi sibuk. Buat catatan organisasi nya kita tanyain aja ke si Elsa diakan sekertaris!”. Usul Syifa

 

Setelah meminjam catatan dari sang sekertaris, mereka berdua pun langsung memulai aktivitasnya yakni mengganti nama-nama di pohon organisasi itu. Tidak terlalu memakan banyak waktu, karna pohon organisasi angkatan kemari masih bagus, meskipun sudah sedikit usang karna debu.

 

“Nah beres deh!”. Sera pun menghela nafas panjang lalu ia berniat untuk membersihkan tangannya dari bau lem. Tak lama dari itu Sera pun kembali lagi ke kelas. Saat masuk kelas, betapa panglin nya ia ketika melihat keadaan kelas yang tadi nya sangat kotor, kini menjadi bersih.

 

“Oke gyus, barusan aku dapet info dari ketua OSIS, katanya kalo udah beres boleh pulang, jadi karna kita udah beres nih, sekarang kalian boleh pulang!”. Ucap Sera yang langsung di sambut heboh oleh para siswa, ada yang langsung pulang ada juga yang masih dikelas sedang mencari alat bersih bersih yang tadi mereka bawa.

 

” Ser, pamit ya!”. Pamit Elsa

 

“Iya awas hati-hati ya!”. Ujar Sera

 

Kini keadaan kelas pun sangat sangat sepi karna disana hanya ada ia saja. Iya Sera memang ditugaskan untuk mengunci pintu kelas, namun ia malah berdiam dulu sejenak di dalam kelas. Sebenarnya sedih sekali karna teman-temannya sudah pulang padahal ia masih ingin berlama-lama dengan mereka, namun ia juga senang bahkan ingin berterimakasih karna adanya kegiatan ini ia bisa bertemu dengan teman-temannya, meskipun hanya sebentar tapi banyak sekali momen yang sangat menyenangkan seperti mengobrol juga mengambil foto. Ia juga sangat senang karna kerjasama teman-temannya kelas ini yang tadinya kotor sekarang sangat bersih, bahkan lebih dari ekspektasi Sera. Kegiatan bersih-bersih memang sangat menyenangkan, bukan hanya meningkatkan kedisiplinan kita, namun kerjasama dan gotong -royong pun begitu kuat. Ditambah lagi ada pepatah mengatakan jika bersih sebagian dari iman, itu harus membuat kita menjadi lebih semangat. Jadi ayo semuanya mari kita rajin bersih bersih karena bersih sebagian daripada iman.

Ciater, April 2021

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan