Ratna Ayu Lestari-SMPN 1 Ciater-Kancil dan Siput-Cerpen 3

foto-ratna-Ayu-Lestari.jpg

KANCIL DAN SIPUT

 Zaman dahulu kala, ada seekor kancil yang sombong dan selalu memojokkan siput. Hingga sang kancil mengajak siput untuk berlomba lari, karena siput memiliki kebiasaan berjalan lambat.

Suatu hari, saat kancil sedang berlari. Ia tidak sengaja bertemu dengan seekor siput yang sedang berjalan di pinggir sungai. Dengan angkuhnya, sang kancil pun berkata kepada siput.

“Hai siput, apakah kamu berani beradu balapan dengan ku” ucap sang kancil dengan nada yang sangat sombong dan ia mengira bahwa sang siput pasti akan menolaknya. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya, ternyata sang siput menerima tantangan dari sang siput. Akhirnya, mereka membuat kesepakatan dan menentukan hari untuk balapan. Semua pun sepakat dan kancil pun tidak sabar menunggu hari H perlombaan itu digelar.

Akhirnya, saat yg dinantikan pun tiba. Hampir seluruh penghuni hutan datang untuk menyaksikan pertandingan balap lari antara kancil dan siput. Keduanya pun sudah siap di garis start dan perlombaan pun telah siap dimulai.

Wasit pertandingan pun bertanya kepada kancil dan siput “Apakah kalian sudah siap?”

Keduanya pun menjawab “Siap” dengan bersamaan

Wasit pun berkata “Mulai!” Untuk menandakan bahwa perlombaan sudah dimulai.

Keduanya pun spontan untuk berlari, dan sang kancil pun langsung berlari dengan sekuat tenaga. Baru beberapa menit berlari, kancil sudah merasa kelelahan, nafasnya pun tidak teratur dan ia pun mencoba berhenti dahulu di pinggir jalan, sembari meninggalkan sang siput.

“Siput” ucap kancil.

“Ya aku disini” jawab siput sembari berjalan dengan lambat di hadapan sang kancil.

Kancil pun merasa kaget lantaran siput tersebut sudah ada dihadapannya. Ia pun tidak jadi istirahat dan ia pun kembali berlari dengan sekuat tenaga. Akan tetapi, ia sangat kelelahan dan mulai kehausan, nafasnya seperti hampir habis. Saat itu pun, sang kancil kembali memanggil siput.

Saat itu, kancil mengira bahwa siput masih ada dibelakangnya. Ternyata siput hampir sampai di garis finis. Melihat hal itu, kancil pun berlari. Hingga akhirnya ia merasa sangat lelah dan tidak kuat lagi untuk berlari. Akhirnya, sang kancil pun mengaku menyerah kepada sang siput. Semua penghuni hutan pun merasa terkejut dan tidak percaya bahwa kancil menyerah dari siput

***TAMAT***

Ciater, April 2021

(Visited 5 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan