Ratna Ayu Lestari-SMPN 1 Ciater-Gagak dan Kendi Air -Cerpen 4

foto-ratna-Ayu-Lestari.jpg

 

GAGAK DAN KENDI AIR

 Zaman dahulu kala, ada seekor gagak yang sedang mencari air. Karena pada saat itu sedang terjadi musim kemarau panjang, jadi untuk mendapatkan setetes air pun sangat sulit.

Suatu hari, saat gagak sedang terbang. Ia menemukan sebuah kendi di dekat pepohonan dan gagak pun mendekati kendi itu.

“Horeeee!”

“Ada air didalam kendi ini! Bagaimana aku bisa minum air di kendi ini”

Gagak pun memasukkan kepala kedalam kendi itu untuk meminum air yang ada didalamnya. Namun, gagak kesulitan karena permukaan air itu terlalu rendah sehingga paruh gagak tidak bisa menjangkaunya.

“Yah, padahal tinggal sedikit lagi” keluh gagak.

Gagak pun mengelilingi kendi itu, sambil ia berpikir bagaimana cara mengambil air yang ada didalamnya. Ia pun mencoba lagi memasukkan kepalanya ke dalam kendi hingga lehernya terasa sakit.

“Aku harus bisa … Aku harus mendapatkan air dalam kendi ini” tekad burung gagak.

Setelah berpikir sejenak, ia pun mendapat ide “Aku akan mencoba memecahkan kendi ini dengan paruhku” ucap gagak.

Gagak pun mematuk-matuk kendi itu dengan sekuat tenaga. Namun, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan kendi ini akan pecah. Gagak pun mencoba cara lain yaitu, dengan mendorong kendi itu. Akan tetapi, kendi itu tidak bergeser ataupun bergerak sama sekali.

Kini gagak pun nyaris putus asa, ia pun sangat haus dan tenaganya pun nyaris habis. Kerongkongannya pun terasa begitu kering. “Bagaimana ini?” Ucap gagak dalam hati. Gagak pun terus berpikir. Hingga muncul sebuah ide cemerlang yang melintas di benaknya.

“Aha, cara ini pasti berhasil!” Ucap gagak. Semangatnya pun kembali bangkit dan tenaganya seolah olah telah kembali. Gagak pun mencari kerikil di sekitarnya, lalu ia memasukan satu persatu kerikilnya kedalam kendi.

“Apa maksud gagak melakukan hai itu??”

Kerikil itu membuat permukaan air didalam kendi naik. Semakin banyak kerikil yang ia masukkan, semakin mudah untuk ia meminum ai itu. Berkat kecerdikannya, gagak pun selamat dari rasa hausnya yang mendera.

***TAMAT***

(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan