Ratna Ayu Lestari-SMPN 1 Ciater-Eksplore Subang-Cerpen 8

foto-ratna-Ayu-Lestari.jpg

 

Eksplore Subang

 

Pagi yang cerah ini akan dimanfaatkan oleh Jira, Dinda, Amanda, Glen, Aditiya dan Satria untuk kerja kelompok dan membahas acara liburan akhir semester di rumah jira.

“Kita liburan akhir semester kemana?” Ucap Jira.

“Kita kepantai aja” ucap Dinda.

“Jangan ke pantai, bosen!” Ucap Amanda.

“Hiking aja gimana?” Ucap Glen, Glen mengusulkan itu karena Glen suka hiking.

“Jangan hiking, sekarang kan lagi musim hujan, nanti longsor gimana!” Ucap jira.

“Kita ke air terjun aja gimana?” Ucap Satria.

“Air terjun mana?” Ucap Aditiya

“Air terjun Cibarebeuy” ucap Satria.

“Ayok, kapan kita berangkat?” Ucap Dinda, Amanda dan Jira secara bersama.

Mereka semua pun melakukan ujian akhir semester selama 5 hari berturut-turut. Akhirnya hari liburan semester pun tiba. Mereka berkumpul di rumah Jira dan mereka berangkat menggunakan 2 mobil. Mereka berangkat jam 07:00 dan sampai di parkiran Curug Cibarebeuy jam 10:00. Mereka harus berjalan selama 2 jam untuk sampai ke Curug Cibarebeuy. Selama perjalanan dari parkiran ke Curug mereka disuguhkan dengan pemandangan alam yang masih asri banyak pepohonan hijau dan hamparan sawah yang hijau.

“Masih jauh” ucap Amanda yang sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan perjalanan itu.

“Sudah dekat kok” ucap Satria.

Tidak lama itu mereka telah sampai di pintu masuk air terjun. Tidak lama dari pintu masuk merek sangat terpana karena ke indahan air terjun Cibarebeuy ditambah banyak pepohonan tua yang sangat hijau, dan kicauan burung -burung liar.

Mereka berenam menginap dengan menyewa 2 tenda. Mereka menginap di area air terjun Cibarebeuy selama 2 hari 3 malam. Jira , Dinda, dan Amanda tidur di tenda cewek. Sedangkan Glen, Aditiya dan Satria tidur di tenda cowok.

Malamnya merek semua beristirahat.

Hari pertama mereka langsung bermain di Curug Cibarebeuy. Jira, Dinda, Amanda, Glen, Aditiya dan Satria mereka bermain air di Curug Cibarebeuy.

“Airnya dingin, tapi menyegarkan” ucap Jira yang sedang bermain air dibawah Curug Cibarebeuy.

“Iyah” ucap Dinda.

“Amanda mau kemana?” Ucap Aditiya yang melihat Amanda tiba tiba pergi begitu saja

“Mau ganti baju, aku nunggunya di dalam tenda aja, ya?” Ucap Amanda

“Iyah, nanti kita nyusul” ucap Dinda. Tidak lama dari itu mereka semu diajak berhenti main airnya karena udah sore

“Udahan yuk main air, ini udah mau gelap dan kasihan Amanda ditenda sendirian” ucap Jira yang mengajak mereka untuk berhenti. Akhirnya mereka semua berhenti bermain air, dan mereka semua sedang mengganti pakaiannya.

Sorenya mereka makan dengan hidangan  nasi liwet khas Curug Cibarebeuy.

Hari kedua, mereka melakukan pertemuan dengan ketua adat Curug Cibarebeuy, mereka mengekspor adat istiadat yang ada di Curug Cibarebeuy. Contohnya mereka harus memukul kentongan sebanyak 5x sebelum masuk ke area Curug Cibarebeuy dan mereka juga melihat pertunjukan celempung yang dimainkan oleh para remaja laki-laki. Mereka juga berkunjung ke menara Pandawalima, mereka melihat pemandangan yang hijau nan asri dari ketinggian ditambah kicauan-kicauan burung kecil.

Malamnya, mereka menyalakan api unggun dan mereka melakukan permainan Truth or Dare dan Aditiya yang menyanyi dengan diiringi oleh gitar. Peraturan dari permainan Truth or Dare adalah kita akan main menggunakan botol minum, barang siapa yang memegang botol minum saat lagu berhenti, dia harus menjawab pertanyaan.

Kita mulai permainannya.

Aku merindu

Kuyakin kau tahu

Tanpa batas waktu

Kuterpaku

Aku meminta.

Tiba tiba mengentikan lagu itu. Botol minum itu berhenti di Amanda.

Truth or Dare” ucap Jira dengan wajahnya yang bersemangat.

“Dare” ucap Amanda. Jira pun langsung mengambil kartu Dare dan langsung membacakan tantangannya.

“Kasih uang ke gw atau dicoret mukanya pake arang?” ucap Jira.

“Nih, uangnya” ucap Amanda, Amanda mending ngasih uang ke Jira dari pada mukanya dicoreng arang.

“Kita lanjut lagi permainannya nggak?” Ucap Glen.

“Lanjut” seru Jira dan lainnya. Glen pun mulai bernyanyi lagi

Oh Tuhan, kucinta dia

Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia

Utuhkanlah rasa cinta di hatiku

Hanya padanya

Untuk

Glen pun menghentikan lagu lagi. Dan botol itu berhenti di Satri.

“Truth of Dare” ucap Jira.

“Truth” ucap Satria dan Jira langsung mengambil kartu truth.

“Nusuk dari belakan atau di tusuk belakang” ucap Jira.

“Ditusuk dari belakang” ucap Satria

Karena sudah larut malam. Mereka pun menghentikan permainan dan mereka semua pun pergi untuk tidur

Keesokan harinya mereka beberes untuk segera pulang. Sebelum mereka melakukan perjalanan pulang mereka mampir dulu untuk melihat Curug Pandawalima. Curug Pandawalima adalah Curug yang memiliki 5 tingkatan dan Curug ini juga adalah Curug buatan. Dibuat oleh nenek moyang kita dahulu. Akhirnya mereka semua pulang, dalam perjalanan mereka banyak melihat aktivitas masyarakat desa cibeusi. Contohnya mereka melihat para petani yang membajak sawah masih menggunakan tenaga hewan, mereka juga melihat para ibu-ibu  yang menanam padi masih manual dan mereka juga mampir ke sentra pembuatan gula merah tradisional yang apinya masih menggunakan kayu bakar dari hutan.

Tidak kerasa mereka telah sampai di parkiran Curug Cibarebeuy. Akhirnya mereka pulang ke Jakarta. Mereka semua pulang ke rumahnya masih masing. Keesokan harinya mereka berkumpul untuk kerja kelompok.

“Seru juga ya kemarin” ucap Jira yang memecahkan keheningan dari mereka berenam.

“Iya, nanti kita ke sana lagi yuk” ucap Glen.

“Yuk, minggu ini kita ke sana lagi gimana?” Ucap Satria.

“Ke Curug Cibarebeuy lagi?” Ucap Dinda.

“Mending kita jalan jalan ke Tangkuban Perahu?” Ucap Amanda.

“Yuk tapi berangkatnya Minggu depan aja, sekarang kita fokus aja ke tugas” ucap Jira.

“Oke” ucap Aditiya membalas ucapan Jira.

Hari Jumat mereka berkumpul di rumah Jira untuk membahas rencana jalan jalan lagi.

“Apakah kita akan nginap di sana atau tidak?” Ucap Amanda yang memecahkan keheningan diantara mereka semua.

“Mending menginap, kita berangkat hari Sabtu aja, hari Sabtu kita akan ke Tangkuban Perahu. Malamnya kita akan menginap di hotel deket pemandian air panas Sari Ater. Minggu pagi, kita akan bermain di area Sari Ater. Malamnya kita menginap lagi untuk beristirahat dan kita pulang dihari Senin pagi, setuju?” ucap Satria kepada temannya.

“Setuju” ucap Amanda, Dinda, Jira, Aditiya dan Glen.

” Besok kumpulnya jam berapa??” Ucap Aditiya yang bertanya tentang jam berangkat.

“Jam 07:00 gimana?” Ucap Dinda.

“Ayok , tapi kita perginya pake mobil siapa. Minggu kemarin kita pergi pakai mobil gw sama Jira, Minggu sekarang pakai mobil siapa?” Ucap Satria.

“Yang cowok pakai mobil gw aja!” Ucap Aditiya.

“Yang cewek pakai mobil gw” ucap Amanda.

“Fiks ya, besok kumpul di sini” ucap Jira.

“Gw izin pulang duluan, gw mau paking pakaian gw!” Ucap Glen.

“Sama gw juga izin pulang” ucap Amanda, Dinda, Satri dan Aditiya.

Keesokan harinya Meraka berangkat dari Jakarta ke Tangkuban Perahu jam 07:00 dan sampai di sana jam 10:30. Sebelum masuk merek telah membeli tiket dulu seharga Rp. 30.000/ orang. Mereka jajan diare Tangkuban Perahu, mereka juga masuk kearea dalam kawah dan mencoba memasak telur didalam air dan tertnya berhasil. Mereka juga berfoto di setiap kawah menggunakan kamera Canon milik Dinda. Mereka bermain di area kawah sampai jam 15:00. Setelah itu mereka masuk kedalam mobil dan mulai mencari hotel untuk menginap. Akhirnya mereka menginap di salah satu hotel terkenal di Sari Ater, mereka pun melakukan cek on terlebih dahulu dan memesan 2 kamar yang satu untuk cowok yang satu untuk cewek.

“Woy, bangun udah siang” ucap Jira yang membangunkan kedua sahabatnya.

“Emang sekarang jam berapa” ucap Amanda yang baru bangun tidur.

“Jam 07:00” , “sekarang kalian mandi, soalnya kita akan berangkat jalan jalan jam 08:00, qw mau bangunin cowok cowok dulu” ucap Jira sambil berjalan ke kamar cowok.

“Woy bangun” ucap Jira sambil berteriak-teriak, tetapi jira hanya menemukan Glen dan Aditiya.

“Satria kemana?” Ucap jira yang bertanya kepada Aditiya.

“Satria tadi pergi dulu ke Alfamart buat beli Snack” ucap Aditiya yang baru bangun tidur.

Jam menunjukkan pukul 08:00 mereka semua sudah siap untuk jalan ke daerah Sari Ater. Pagi itu mereka melakukan permainan yang menguji adrenalin yaitu bermain mobil off-road sampai siang hari. Siang itu mereka mandi dan makan siang. Sorenya mereka berendam di air panas Sari Ater. Setelah, mereka berendam di air panas mereka pun makan malam. Malamnya mereka bakar-bakar daging, sosis, dan jagung. Setelah selesai mereka semua pun tidur.

Paginya mereka akan pulang, namun tidak jadi. Karena Amanda dan Dinda ingin liburan lagi. Alhasil mereka berenam harus menelepon orang tuanya untuk minta izin liburan ditambah lagi. Akhirnya mereka semua dikasih izin untuk liburan seminggu ini.

“Kita mau liburan ke mana lagi?” Ucap Jira.

“Kita berkunjung ke Wisata Mata Air Cimincul aja gimana?” Ucap Aditiya.

“Ayok” ucap Jira, Amanda, Dinda, Glen dan Satria secara bersama.

Mereka melakukan perjalanan dari dari Sari Ater ke Wisata Mata Air Cimincul selama 30 menit.

Setelah sampai mereka sang terpesona oleh jernihnya air di Mata Air Cimincul. Mereka semua mengganti pakaiannya untuk berenang. Mereka bermain air sampai siang hari. Siang itu mereka makan siang di daerah Ciater. Setelah makan siang mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Akhirnya mereka sampai di Jakarta. Mereka pulang kerumahnya masing masing dan mereka semua beristirahat.

Besoknya mereka berkumpul lagi dirumah Jira, mereka merencanakan untuk pergi berkembang diakhir pekan ini.

“Kitaberkembangdialam bebas yuk”ucap Aditiya.

“Berkemah dimana”ucap Amanda yang masih bingung.

“Di Capolaga Subang aja gimana?”Ucap Dinda.

“Hayu, yang cewek perginya pakai mobil gue aja!”Ucap Dinda.

“Yang cowok perginya pakai mobil gue aja” ucap Satria.

Akhirnya akhir pekan pun tiba, mereka pun berangkat dar iJakarta menuju Capolaga Adventure Camp.Setelah sampai mereka membeli tiket terlebih dahulu, lalu mereka menyewa 2 Tenda yang berukuran sedang. 1 tenda untuk cewek dan 1 lagi untuk cowok. Mereka pun mendirikan tenda terlebih dahulu.Malamnya mereka semua langsung beristirahat.

Pagi ini mereka akan bermain air di air terjun yang ada di Capolaga sampai sore.

Malamnya Mereka  bermain api unggun bersama, sambil membakar jagung dan sosis dan Glen juga membawa gitar. Alhasil mereka bermain api unggun sambil di temani dengan lagu yang dinyanyikan oleh Glen.

Izinkan kulukis senja,mengukir namamu di sana

Mendengar kamu bercerita,menangis,tertawa

Biar kulukis malam,bawa kamu bintang-bintang

Tuk temanimu yang terluka hingga kau bahagia

Aku di sini,walau letih coba lagi, jangan berhenti

Ku berharap,meski berat,kau tak meras sendiri

Kau telah berjuang menaklukkan hari-harimu yang tak indah

Biar ku menemanimu, membasuh lelahmu

Setelah mereka selesai bermain api unggun dan bakar bakar, mereka langsung pergi ke tendanya masing-masing untuk beristirahat.

Keesokan harinya Jiira dan teman temannya bermainflyingfox, Siang mereka makan siang dengan nasi liwet khas Capolaga. Setelah makan siang mereka jalan jalan ke hutan Pinus. Selama mereka jalan jalan di hutan Pinus mereka membuat video Tik Tok dan berfoto Selfi untuk kenang kenangan. Sorenya mereka pulang ke tenda dan membersihkan diri. Setelah mereka membersihkan diri, mereka langsung pergi tidur, karena mereka sudah kelelahan bermain seharian ini.

Keesokan harinya, mereka pulang ke Jakarta. Mereka telah sampai di Jakarta dengan membawa kenangan keindahan alam dan ragam budaya Subang.

(Visited 15 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan