Cerita tak terlupakan_Denia putri Awaliyah_MTs N 2 Subang

IMG-20210415-WA0036.jpg

Karya: Denia Putri Awaliyah

Cerita tak Terlupakan

pagi itu sangat cerah,Matahari pagi muncul memancarkan sinarnya. Sama dengan hatiku hari ini adalah hari ulang tahun teman dekatku yang sangat aku kagumi. Semua sudah aku persiapkan termasuk kue ulang tahun serta kadonya.

Aku masuk kelas dengan hati gembira dan bibir tersenyum-senyum sendiri. Kakiku melangkah tepat di depan pintu masuk kelas dan di sambut ceria oleh sahabat sahabatku Raihan dan Nadhira.

Owh iya hampir lupa, aku Denia kepanjangan dari Denia putri awaliyah cewek manis berkumis tipis yang sedang beranjak remaja.

“Cie …senyum senyum sendiri kenapa,? sakit?”
Ucap Nadhira sambil menekan tangannya ke jidat ku
“Apa an sih Nad,emang aku gila” ucap ku
“Ya mungkin ya ga, Raihan?”seseorang” ucap Nadira sambil melirik Raihan.
“Betul kenapa kamu denia?” ucap Raihan
“Hari ini tuh hari spesial banget buat aku, aku mau bikin surprise buat seseorang” ucap panjang lebar sambil bayangin apa yang akan terjadi nanti nya.
“Orang spesial?” Ucap mereka berdua “Ya,orang spesial adalah cowok yang aku kagumi selama ini dia itu adalah Riky” jawabku
“Apah Riky?” ucap nadira sambil bengong.

Bel istirahat pun tiba, aku sudah tak sabar lagi ingin segera memberikan surprise kepada Riky
“Hay gays, doa in aku ya ,semoga rencana ini sukses berjalan mulus semulus jalan Tol” ucapku
“Oke, tuh ada Riky , kebetulan banget ayo deketin segera berikan surprise nya” ucap Raihan
“Sukses ya say” ucap mereka berdua.

Aku berjalan dengan percaya dirinya sampai gak lihat ada plastik bekas jajanan di depanku, serrrr…bluuug… aku terpeleset dan terjatuh gara gara kakiku ta sengaja menginjak kantong plastik.
Kue ulang tahun nya pun terjatuh kelantai, “oh….ya Allah kue ulang tahunnya hancur” teriak ku sambil menangis menahan malu dan sakit.

Aku melihat ekspresi Nadira dan Raihan kebingungan dangan tingkahku yang tadinya ceria berubah drastis menjadi duka membara.

“Denia, kamu ga kenapa kenapa kan” ucap Nadira sambil memapahku
“Kue ulang tahunnya rusak Nad” Ucap ku terisak
“Udah lah, nanti beli lagi masih banyak kok” ucap Raihan
“Bukan masalah kue nya sih, tapi aku malu pada saat aku terpeleset Riky melihatku” ucapku sambil menangis.

Pulang sekolah ku rebahkan tubuhku di atas kasur empuk milikku, pikiranku selalu teringat akan kejadian tadi di sekolah betapa malunya aku sampai aku ta berani mengucapkan selamat ulang tahun pada Riky.

Persahabatan bukanlah selayaknya pacaran yang dapat putus atau nyambung. Namun persahabatan adalah persatuan yang abadi.

Tamat…

(Visited 57 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan