Hasil Tidak Pernah Mengkhianati Proses

WhatsApp-Image-2021-04-20-at-10.34.08.jpeg

Hasil Tidak Pernah Mengkhianati Proses

Di pagi hari yang cerah semilir angin serta kicauan burung-burung yang indahmenemani seorang anak berseragam putih biru, mengendarai sepedanya dengan santai. Bukan karna dia tak bisa mengendarai sepeda itu dengan cepat hanya saja dia ingin berlama-lama menikmati keindahan suasana pagi. Dia menghirup udara segar yang membuat paru-parunya terasa lebih bersih dan dadanya lebih lapang.

Setibanya di sekolah yang bisa dibilang cukup jauh dari rumahnya itu, dia langsung memasuki gerbang sekolahnya. Sambil bersenandung kecil dia berjalan menuju kelasnya yang ada di atas, senyum manis luput dari wajahnya,tak lupa ia juga memberikan sapaan kepada teman-temannya yang ia temui saat akan menuju kelas. Ia memang dikenal sebagai anak yang selalu bergembira dan selalu bersikap ramah.

“Selamat pagi teman-teman yang tidak aku cintai, ayo awali pagi kalian dengan tersenyum lebar.”Ucapnya di depan kelas sambil berteriak dan tersenyum lebar.

“Pagi juga anak tak ada beban, dimana-mana tuh ya teman-teman yang aku cintai bukannya tidak aku cintai tau.” Jawab anak perempuan berambut panjang sambil memasang wajah kesal.

“Mawar yang cantik dengar ya, kita ini masih kelas 7 SMP jadi jangan dulu cinta-cintaan. Kalo mau cinta-cintaan sama aku tunggu sampe aku tentara yaa hehe.”Jawabnya sambil mengedipkan mata.

“Ih apaan sih Hary genit banget.”Mawar berlalu pergi sambil memukul lengan Hary pelan.

“Udah Har jangan digodain mulu Mawarnya, nanti kalo tuh Ibu ketua kelas marah bisa berubah jadi singa haha.” Ucap Andra teman baik Hary.

“Haha iya juga ya Dra, yaudah mending sekarang kita ke lapangan bentar lagi pembiasaan dimulai. Daripada nanti malu kita di panggil-panggil sama pak Mamat.” Ajak Hary pada Andra.

Setelah Pembiasaan selesai, Hary dan teman sehidup tapi tidak semati nya Andra kembali ke kelas mereka yang ada di atas. Sekolah tercinta mereka ini tingkat sama seperti sekolah di kota, tapi masalahnya yang tingkat bukan bangunan nya tapi tanah nya hehe.

Ternyata hari ini semua murid dibebaskan sampai jam istirahat pertama, karna guru-guru sedang ada rapat dadakan bersama kepala sekolah. Anak-anak yang mendengar berita itu langsung berteriak girang. Mereka langsung keluar kelas, ada yang ke kantin, ada yang ke kelas temannya untuk berbincang-bincang mencari gosip terbaru, ada juga anak-anak yang pergi ke perpustakaan, yang ke masjid pun ada, yang sekedar keliling-keliling sekolah juga ada,dan ada juga yang cuma diam dikelas. Contoh anak yang cuma diam dikelas ini Hary dan Andra. Mereka terlalu malas untuk keluar kelas jadi mereka hanya diam dikelas. Tapi jangan berpikir Hary dan Andra diam dikelas ini sedang belajar, tidak-tidak pikiran itu salah karna mereka dikelas itu sedang mengadakan konser dadakan dengan beberapa teman Hary dari kelas lain.

“Oke oke mari kita mulai konser kita ini, diharap semua bisa menikmati dengan rame ya karna ini bukan lagu mengheningkan cipta jadi gak perlu tenang haha.” Sambil memegang sapu Hary mulai berbicara.

Lalu Andra sebagai vokalis utama mulai menyanyi dengan penuh percaya diri

“Aku Cinta padamu, tu wa ga pat.”Dengan semangat Andra mulai bernyanyi,diikuti semua anak-anak yang ada dikelas.

“Meski ku bukan yang pertama.”

“Dihatimu tapi, cintaku terbaik untukmu.”

“Meski ku bukan bintang dilangit,tapi cintaku yang terbaik.”

“Oke kawan-kawan segitu ajaa soalnya lanjutan liriknya Andra gak tau hehe.” Sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Yah gak bener nih Dra.” Teriak anak-anak yang lain.

“Eh udah kita ganti lagu lain aja okee, tenang jangan kecewa.”Ucap Hary menenangkan.

Tapi sebelum Hary akan bernyanyi, terdengar pengumuman dari ketua ekskul pramuka yang memberi tahu kan semua anak yang ikut ekskul pramuka untuk berkumpul. Nah kebetulan Hary dan Andra ini anak ekskul pramuka jadi  mau gak mau meereka harus ikut kumpul. Dan semua penonton konser pun kecewa haha.

Setelah sampai diruangan pramuka. Hary, Andra, dan semua anggota ekskul pramuka, dipersilakan duduk oleh ketua pramuka.

“Assalamualaikum semuanya, langsung ke intinya saja ya kebetulan pembina kita tidak bisa hadir jadi Kakak yang akan wakili. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa kita akan mengikuti lomba pramuka yang akan dilaksanakan 3 bulan lagi.”

“Hanya saja biaya yang kita butuhkan bisa dibilang cukup besar, sedangkan uang kas kita juga tidak bisa menutupi kekurangannya. Jadi dengan berat hati sepertinya kita tidak akan mengikuti perlombaan ini.” Ucap ketua pramuka dengan wajah kecewa. “

“Memangnya berapa biaya yang kita butuhkan kak? “ Tanya Andra.

“Uang pendaftarannya Rp. 500.000,karna kita kan memilki 2 regu. Sebenarnya untuk uang pendaftaran sudah ada dari uang kas dan dari uang disekolah.”

“Hanya saja uang untuk membeli alat-alat yang kita butuhkan serta uang makan dan uang transportasi yang tidak ada.”

Setelah selesai kumpulan dengan hasil kumpulan yang mengecewakan, mereka semua pergi ke kelasnya masing-masing. Mereka semua merasa sangat sedih karna sudah dari lama mereka menanti perlombaan ini. Karna mereka semua sudah terlalu lama dianggap sebagai ekskul yang dipandang setengah mata. Mereka sangat ingin membuktikan bahwa ekskul pramuka itu bisa membawa penghargaan.

Sudah 3 hari dari hari dimana anak pramuka mengadakan kumpulan. Mereka semua sudah seperti kehilangan harapan. Mereka yang biasanya hampir setiap hari latihan dengan serius, kini hanya latihan dihari ekskul saja. Banyak dari teman-teman mereka yang tak suka ekskul pramuka semakin memandang remeh pramuka.

Suatu hari karna sudah terlalu lelah dengan gunjingan beberapa anak-anak sekolah, Hary mulai mencari ide bagaimana cara dia supaya bisa mendapatkan uang untuk mengikuti perlombaan.

“Dra, kita tuh gak bisa gini terus. Kita gak bisa cuman diem pas mereka semua ngejelekin ekskul kebanggaan kita.” Tutur Hary sambil berdiri dan menggebrak meja.

“Iya Har, tapi mau gimana lagi masa kita bales adu mulut sama mereka.“ Jawab Andra.

“Yaelah jangan dibales pake omongan doang lah itu mah gak guna. Mending balesnya pake keberhasilan kita. “

“Sekarang kita harus cari tau gimana caranya kita buat dapetin uang.”

“Ya gak taulah udah pasrah aja aku.”

“Ah gimana kalo kita jualan makanan aja? Anak pramuka kan diajarin masak juga tuh. Nanti kita suruh anak-anak perempuan yang bikin makanannya, nah nanti kita bagian yang dagangin. “

“Kalo gitu nanti kita gak ada waktu buat latihan dong nanti kalo kita jarang latihan kita gak bisa dapetin juara lah. “

“Inget kata pembina kita, jangan ikut lomba cuman semata karna pengen menang, kita harus ngelakuin ini tuh karna Allah. Punya tujuan buat menang memang boleh tapi jangan jadiin itu tujuan utama. Karna kalo kita udah ngelakuin semua hal karna Allah urusan jadi juara atau enggaknya itu udah jadi urusan-Nya. “

“Nah kalo emang kamu pengen dapetin uang tapi latihan juga masih pengen berjalan ya udah, nanti kita terima tawaran guru SD kita buat ngajarin anak-anak SD latihan nanti kita juga bisa jualan disana, gimana?”

“Nah oke setuju aku.“

Setelah obrolan yang cukup panjang itu. Hary dan Andra menyampaikan semua ide mereka. Semua anak pramuka setuju dengan idenya, pembina mereka juga sudah memberikan izin.

Sudah beberapa hari mereka berjualan dan melatih anak-anak SD dari sekolah SD Hary,mereka juga melatih anak-anak dari beberapa SD lain di desa mereka. Ternyata jualan mereka sangat laris. Semua keahlian atau Teknik kepramukaan  mereka  juga semakin berkembang karna sering diolah dengan cara melatib anak-anak SD.

Sudah 1 bulan penuh mereka semua berjuang untuk mendapatkan uang. Akhirnya uang yang mereka butuhkan sudah cukup bahkan bisa dibilang sangat cukup. Karna ternyata mereka juga mendapatkan uang dari hasil melatih anak SD.

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Mereka melalukan perlombaan dengan sangat antusias. Mereka semua mengikuti lomba dengan bersungguh-sungguh namun tetap dilakukan dengan bersenang-senang. Bahkan tak jarang mereka juga membantu anak dari sekolah lain yang mendapat sedikit kesulitan. Tidak memperhitungkan  bahwa mereka lawan atau kawan. Karna mereka menganggap semuanya adalah teman. Karena mereka semua menanamkan jiwa sang juara dihati mereka, mereka semua sudah menyerahkan semua hasilnya kepada Tuhan. Jadi tak peduli apakah mereka lawan dalam lomba  mereka tetap membantunya, yang terpenting mereka sudah melakukan yang terbaik.

Ternyata keyakinan  “Hasil Tidak Akan Mengkhianati Proses” memang benar adanya. Setelah berusaha sebaik-baiknya Hary, Andra dan teman-temannya memdapatkan juara, bahkan mereka menjadi juara umum utama. Tidak hanya itu mereka juga menjadi juara di hati mereka masing-masing. Dan kini tidak ada lagi yang menganggap remeh anak pramuka, bahkan semakin banyak anak yang berminat mengikuti ekskul pramuka.

Lomba itu bukan hanya menghasilkan piala tapi yang lebih penting dari sekedar piala yaitu silaturahmi dan pertemanan yang bertambah banyak, Kini teman hari dan Andra bukan hanya teman sekelas atau satu sekolah saja tetapi juga teman-teman dari sekolah lain yang menjadi peserta pada lombaa itu, juga Kakak-kakak panitia dan dewan juri.Pramuka sudah banyak mengajarkan pada Harry  dan kawan-kawannya pembelajaran hidup yang tidak mereka dapatkan Ketika mereka hanya belajar di kelas.

 

 

 

 

 

 

 

 

(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan