SEORANG DOKTER YANG BERTUGAS DI TENGAH PENDEMI_LIA RAHMAWATI_SMPN 2 SUBANG

WhatsApp-Image-2021-04-19-at-11.57.03.png

SEORANG DOKTER YANG BERTUGAS DI TENGAH PENDEMI

Oleh: Lia Rahmawati

 

Oom berumur 27 tahun ialah seorang dokter disebuah rumah sakit yang dimilikinya sendiri di Karawang banyak berbagai cerita tentang bagaimana kondisi yang harus dihadapinya pada saat kerja ditengah wabah virus yang sangat berbahaya. Meski tidak sedang bertugas di rumah saat rujukan covid, ia tetap saja menangani pasien dalam pengawasan (ODP) yang datang untuk berobat dan orang yang dalam (PDP).

“allhamdullilah saya di rumah sakit tempat saya bekerja, APD (alat perlindungan diri) masih ada dan kami pakai APD lengkap” ujar Oom saat di tanya oleh wawancara.

Oom mengungkapkan saat memeriksa PDP maupun OPD, tim medis menggunakan APD lengkap. Meski demikian sering memikirkan hal itu sebenarnya tidak menghilangkan kekhawatiran dirinya dan tim medis saat sedang bekerja.

“degdegan juga, tapi Bismillah saya percaya sama tuhan yang Maha Segalanya dan biasanya saya kalo ketemu PDP saya mandi dulu di rumah sakit, baru pulang ke rumah, terus langsung mandi lagi” kata Oom.

Oom juga meneluturkan kekhawatiran dirinya terhadap orang-orang terdekatnya, ia saat ini tinggal bersama suami, anak dan orang tuanya. Oom terkadang sedih karna tidak bisa merawat anaknya yang masih berumur 3 tahun. Oom mengatakan harus menjaga jarak dengan keluarga terdekatnya agar tidak beresiko tinggi tidak membawa, menularkan virus dan penyakit apa pun saat tiba dirumah. Karena itu, Oom setiap kali sebelum masuk ke rumah menyemprotkan disinfektan terlebih dahulu ke sekujur tubuh dan barang-barang yang selalu dia bawa seperti tas dll. Ia suka langsung merendam baju-baju yang ia pakai selama bekerja di rumah sakit dengan menggunakan deterjen saat tiba di rumah.

“di rumah saya juga selalu pakai masker, terus alat makan maupun mandi terpisah dengan orang tua dikarenakan mereka sudah usia lanjut” kata Oom.

Saya dengan suami menjaga keluarga dengan semaksimal mungkin karna virus ini sangat berpengaruh terhadap orang tua nya yang sudah berumur 60 ke atas. Karena itu, suami saya ikut menjaga jarak dengan orang tuanya.

“ibu saya malah ada penyakit paru-paru, jadi mereka takut banget. Mereka semua yang di rumah juga selalu pakai masker dan kami semua selalu minum vitamin” ujar Oom.

Bagi kebanyakan orang yang sering mengatakan covid 19 itu hanya gejala ringan seperti batuk dan demam. Tetapi, sebagaian lainnya, terutama yang paling penting orang tua dan orang-orang yang ada masalah kesehatan yang telah ada sebelumnya. Infeksi virus dapat mudah menular ke tubuh  dan dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah, termaksud pneumonia, bahkan kematian.

Di Indonesia, tercatat ada 6.778 kasus covid bahkan sekarang lebih dari itu. Dari jumlah tersebut banyak yang meninggal dunia di bandingkan sembuh.

Karna itu, kita sebagai manusia biasa hanya bisa pasrah kepada Allah SWT dan selalu berdoa agar virus mematikan ini hilang (virus corona 19) di Indonesia (di seluruh dunia) dan jangan sesekali menyepelekan virus ini. Selalu memahami protocol kesehatan 3M.

 

Subang,  April 2021

(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan