Sakit Itu Mudah, Sehat Itu Susah_YOSTRA FAUZAN ZULFAN_SMPN 2 SUBANG

Sakit Itu Mudah, Sehat Itu Susah

Oleh: Yostra Fauzan Zulfan

 

Pagi hari yang cerah, aku terbangun dari tidurku. Sekolahku ditutup karena adanya pandemi, jadi untuk pembelajaran dilaksanakan di rumah secara online. Aku turun ke bawah untuk sarapan. Di bawah sudah ada bunda dan ayahku sedang sarapan, lalu aku pun bergabung bersama mereka untuk sarapan bersama. Setelah sarapan, aku dan ayahku pun membereskan meja makan. Sementara itu, bundaku mencuci piring bekas kami sarapan. Sambil menunggu waktu belajar daring, aku dan kedua orang tuaku pun pergi menonton televisi bersama. Beberapa menit kemudian, aku segera pergi mandi lalu bersiap memakai seragam, karena guruku akan mengadakan google meet sebagai tanda bukti bahwa sekolah kami melaksanakan pembelajaran secara daring. Setelah mengadakan google meet, guruku pun mengakhiri pembelajaran hari ini dengan memberi tugas kepada kami. Lalu aku pun segera mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh guruku dan mengumpulkannya melalui aplikasi classroom.

 

Setelah mengerjakan tugas, aku pun turun ke bawah melanjutkan menonton televisi bersama kedua orang tuaku, tetapi aku tidak melihat ayah di bawah. “Bunda, ayah ke mana?” tanyaku. “Ayah udah berangkat pergi ke rumah sakit” jawab bundaku. Ayahku adalah seorang dokter dan kini ia harus menangani pasien yang positif corona. Ayah selalu mengingatkan kami untuk selalu mencuci tangan, menjaga kebersihan rumah, serta selalu makan makanan yang bergizi dan meminum vitamin agar imun kita kuat dan tidak mudah terjangkit virus, kami pun selalu menuruti perintah ayah karena itu demi kebaikan kami. Aku dan bunda memikirkan cara agar kami tidak bosan di rumah karena masa pandemi ini. “Gimana kalau kamu bantu bunda membuat sesuatu?” ajak bundaku. Lalu aku pun mengangguk yang berarti setuju dengan ajakan bunda. Lalu aku segera pergi ke dapur bersama bunda, dan mulai memasak. “Bun, kita mau buat apa?” tanyaku. “Kita buat es campur” jawab bundaku. “Wah enak kayaknya makan es campur, ayo bun kita buat es campur” jawabku setuju dengan pendapat bunda, lalu kami pun mulai membuat es campur. Beberapa menit kemudian, akhirnya es campur buatan kami pun jadi, lalu aku dan bunda pun langsung memakan es campur buatan kami. “Wah, ternyata enak juga ya bun buatan kita” kataku memuji es campur buatan kami. “Iya ya. Ya sudah kita sisakan buat ayah, biar ayah ikut merasakan es campur buatan kita juga” kata bundaku. “Iya benar bun, kita simpan di dalam kulkas” jawabku. Setelah memakan es campur, kami pun pergi menonton televisi kembali.

 

Jam menunjukkan pukul 9 malam, aku dan bunda masih menonton televisi sambil menunggu ayah pulang. Lalu terdengar suara ketukan pintu. “Nah akhirnya ayah pulang” kataku, lalu aku pun berlari membukakan pintu. “Eh anak ayah kok belum tidur, besok kan masih daring” kata ayahku. “Aku dan bunda dari tadi menunggu ayah pulang, ayah coba sini makan es campur buatanku dan bunda” ajakku pada ayah. Lalu kami pun segera menuju kulkas, lalu mengambil es campur di dalam kulkas dan memberikannya kepada ayah. “Wah enak nih es campurnya, anak ayah hebat” puji ayahku. Lalu aku dan ayah pun menghampiri bunda yang dari tadi sedang menonton televisi. Lalu kami pun menonton televisi bersama hingga larut malam. Aku pun mulai mengantuk, “Bunda, aku mau tidur” kataku. “Ya sudah sana pergi ke kamar” kata bundaku sambil mencium keningku. Lalu aku pun segera pergi tidur.

 

Keesokan harinya, aku terbangun dari tidurku. Kubuka jendela kamarku, lalu aku langsung pergi mandi. Setelah mandi, seperti biasa aku langsung bersiap memakai seragam sekolah lalu menyiapkan buku pelajaran hari ini untuk belajar daring. Beberapa jam kemudian, pembelajaran daring pun selesai. Aku sangat senang karena guruku hanya memberikan tugas membaca buku saja. Lalu setelah itu, aku pun berganti pakaianku dan turun ke bawah. “Bunda, ayah ke mana?” tanyaku. “Ayah ada di kamar lagi sakit, dari malam ayah batuk-batuk” kata bundaku. Bunda pun menyuruhku tidak mendekati ayah dulu, karena takutnya ayah terjangkit virus corona. Aku pun menuruti perintah bundaku. “Nanti siang kita coba rapid test ya” kata bundaku.

 

Jam menunjukkan pukul 1 siang. Aku, bunda, dan ayah pun pergi melakukan rapid test. Setelah itu, kami pun menunggu hasilnya. Ternyata ayahku positif, sedangkan aku dan bundaku negatif. Lalu ayah pun dibawa oleh satgas covid untuk diisolasi. Aku dan bunda pun sangat syok karena ayahku positif corona. “Bunda, ayah kasihan sekali” kataku sambil menangis memeluk bundaku. Lalu bunda pun berusaha menenangkanku, “Sudah jangan menangis, nanti juga ayah sembuh kembali” kata bundaku sambil memelukku. “Sekarang kita pulang dan beristirahat” perintah bundaku. Lalu kami pun pergi pulang ke rumah. Di rumah, bunda menyuruhku untuk banyak makan dan juga minum vitamin, aku pun menuruti perintah bunda. Setelah makan dan minum vitamin, aku pun pergi ke kamarku untuk belajar ditemani oleh bundaku hingga kami berdua tertidur lelap.

 

Pagi hari, bunda membangunkanku dan menyuruhku untuk segera mandi karena aku harus segera belajar daring. Aku pun terbangun lalu segera mandi dan bersiap untuk belajar. Pembelajaran pun dimulai, dan guruku pun mulai membahas materi. Setelah guruku selesai membahas materi, semua murid pun berterima kasih kepada guru kami yang hebat karena telah berusaha semaksimal mungkin agar semua muridnya tetap mendapatkan ilmu walau di situasi seperti ini. Lalu guruku pun mengakhiri pembelajaran dengan memberikan tugas yang nanti harus dikirimkan seperti biasa melalui classroom.

 

Selesai daring, aku langsung segera berlari menuju bundaku. Di bawah, terlihat bunda sedang mengobrol bersama seseorang, lalu seseorang itu pun masuk dan melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan rumahku. Ternyata itu adalah teman ayahku, yaitu petugas dari rumah sakit. Setelah mendengar kabar ayahku terkena corona, ia langsung sigap pergi ke rumahku dan melakukan penyemprotan disinfektan agar virus-virusnya hilang. Selesai penyemprotan, bunda pun pergi memasak di dapur, aku pun segera membantu bunda yang sedang memasak. Setelah memasak, kami pun makan bersama. “Kamu makan yang banyak, supaya imunnya kuat” kata bunda. Aku pun menuruti perintah bunda agar makan yang banyak demi kesehatanku. Setelah makan, aku disuruh meminum vitamin oleh bundaku, lalu aku pun meminumnya. Setelah itu, aku dan bunda pun membersihkan rumah sambil berolahraga. Selesai membersihkan rumah, aku yang kelelahan pun langsung pergi tidur ke kamarku. Beberapa jam kemudian, aku terbangun. Kulihat jam menunjukkan pukul 8 malam, aku lupa kalau aku diberikan tugas oleh guruku, lalu aku pun segera mengerjakan tugasnya lalu mengirimkannya melalui classroom. Setelah itu, aku turun ke bawah menemui bundaku yang sedang memasak sayuran untuk makan malam. Selesai memasak, kami pun langsung segera makan. Setelah makan, bunda memberikanku vitamin lagi, lalu aku pun meminumnya. Setelah itu, aku pun kembali tidur ke kamarku

 

3 Minggu kemudian. Hari ini adalah hari Minggu, jadi tidak ada pembelajaran daring. Bundaku yang sedang menyapu mendapatkan kabar bahwa ayah telah sehat dan bisa kembali pulang ke rumah. Lalu bunda pun segera berlari menuju kamarku dan membangunkan. “Ada apa bun” tanyaku. “Ayah hari ini sudah bisa pulang ke rumah” jawab bunda sambil memelukku. Aku mendengar hal itu pun sangat senang, lalu kami pun pergi memasak ke dapur. Setelah selesai memasak, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, kami pun segera berlari keluar dan membukakan pintu, dan ternyata itu ayah. Lalu aku pun memeluk ayahku karena aku sangat merindukannya. Setelah itu, kami pun pergi makan bersama. Selesai makan, kami pergi ke ruang keluarga lalu menonton televisi bersama. “Akhirnya kita bisa berkumpul kembali ya” kataku kepada kedua orang tuaku. “Iya, sekarang kita harus selalu waspada terhadap virus ini. Jangan menyepelekannya, karena virus corona ini sangat berbahaya. Jadi kita harus sering mencuci tangan dan juga menerapkan pola hidup bersih dan sehat” kata ayahku. “Siap pak bos” jawabku dan bundaku sambil tertawa. Lalu kami pun melanjutkan menonton televisi bersama. Kami pun sangat senang karena bisa berkumpul kembali setelah sekian lama. Setelah menonton televisi, aku pun pergi ke kamarku untuk membaca buku.

 

Tak terasa waktu sudah sore hari. Aku langsung segera pergi mandi. Setelah mandi, aku melihat ayah sedang membantu bundaku memasak. Aku pun langsung menghampirinya dan ikut membantu memasak juga. “Kita mau makan apa hari ini bun?” tanyaku. “Kita makan sayur sop ya, supaya tubuh kita sehat” jawab bundaku. Selesai memasak, kami pun mencuci tangan kami supaya bersih dan terhindar dari bakteri. Lalu kami pun langsung memakan sayur sop buatan bundaku. “Wah enak sekali, Bun” pujiku. “Bunda memang hebat kalau soal masakan” sambung ayahku yang membuat bundaku tersipu malu. “Ayo cepat makan yang banyak” kata bundaku. Lalu aku menambah porsi lagi dan menghabiskan sopnya karena sangat enak. Ayah dan bunda pun senang melihatku makan yang lahap.

 

Setelah makan, aku dan ayah pun membereskan piring sehabis makan dan menyimpan di tempat cuci piringan, lalu bunda pun datang, “Biar bunda saja yang mencuci piring, kamu sama ayah nonton televisi saja” kata bundaku, lalu aku dan ayahku pun pergi menonton televisi. Selesai mencuci piring, bunda pun datang menghampiri kami lalu ikut menonton televisi bersama kami. Sambil menonton televisi, ayah pun menceritakan bagaimana dirinya saat diisolasi di rumah sakit. “Ayah merasakan batuk, sesak nafas, serta pusing kepala yang hebat. Ayah kesepian di sana, tidak ada siapa pun yang menemani ayah. Jadi kalian harus waspada terhadap virus ini agar tidak sampai merasakan hal yang ayah rasakan.” Lalu setelah itu, bunda pun menyuruhku untuk tidur karena sudah larut malam. Sebelum tidur, aku meminum vitamin terlebih dahulu, lalu aku memeluk kedua orang tuaku. Setelah itu, aku pun pergi ke kamarku untuk tidur.

 

Subang,  April 2021

(Visited 5 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan