PERJUANGAN ORANG TUA DEMI ANAK SUKSES_LIA RAHMAWATI_SMPN 2 SUBANG

WhatsApp-Image-2021-04-19-at-11.57.03.png

PERJUANGAN ORANG TUA DEMI ANAK SUKSES

Oleh: Lia Rahmawati

 

Aku adalah bungsu dari 3 bersaudara. Sama seperti kakakku yang pertama yang ingin menjadi Abdi Negara. Pada saat test kakakku yang pertama gagal menjadi tentara (AD) padahal kakakku sudah test berulang-ulang dan banyak mengeluarkan biaya. Tapi anehnya orang tua aku tidak marah dan selalu menyemangati anaknya agar tetap semangat padahal kita tau posisi mereka yang ekonomi yang sedang anjlok, mereka hebat menutupi nya agar anak-anak tidak sedih dan bisa meraih cita-cita yang di inginkan samapi sukses. 1 tahun kemudia, Allah memberikan rezeki dengan jalan beda sekarang kakakku menjadi angkat laut (AL). Sedangkan kakakku yang ke 2 yang berkeinginan punya cita-cita sebagai Dokter.

Tetapi tersingkirkan karna nilai rapot yang anjlok. Saat itu pun orang tua ku hanya sedikit marah karna hanya dengan rapot pun di permasalahkan, tetapi orang tuaku tetap membiayai kakakku yang ke 2 ingin sekali kuliah di Yogyakarta, padahal biaya nya gede. Orang tua ku sangat sayang kepada anak-anak nya, orang tuaku bekerja keras agar bisa membiayai anak nya agar bisa menggapai cita-cita yang kita inginkan. 7 bulan kakakku yang sedang kuliah ia sukses membuka cabang tempat nongkrong (tempat makan) di daerah Istimewa Yogyakarta.

Saat aku naik SMA kelas 2 aku mempersiapkan diri dari mulai fisik maupun otak, karna aku pun mempunyai cita-cita sebagai polwan. Saat itu orang tuaku tidak setuju, mereka berkeinginan aku menjadi kowad. Tetapi aku melawan dan aku tetap dan tidak mendengarkan orang tua. Setelah aku lulus SMA orang tuaku mengalah mereka setuju aku memilih polwan di banding kowad. Kebetulan ayahku sendiri yang bekerja di Kodim (sebagai Sipil) aku di latih oleh ayahku sendiri dan di situ aku senang sekali walaupun ayahku udah mau berusia lanjut tetapi tetap mau menemani aku latihan. Mama juga ikut menemani latihan terakhirku yang mau test polwan pada saat itu.

Aku gagal 2x test polwan. Tapi anehnya orang tua ku tidak marah padahal biayaku udah besar yang di keluarkan, seketika aku memikirkan mau mencoba 1x untuk menjadi polwan. Tetapi ekonomi yang menghancurkanya, keesokanya ayahku bilang

“nak kamu kalau mau mencoba lagi tidak apa, ayah masih ada tabungan yang mungkin insyallah cukup” kata ayah. “beneran yah? aku janji bakal berjuangan sesungguh-sungguhnya supaya cita-cita ku tercapai dan bisa membahagiakan ayah sama mama” jawabku.

Setelah 1 tahun aku menunggu test di buka akupun sangat bersemangat, dan allhamdullilah aku masih bisa dikasih rezeki untuk bisa menjadi apa yang aku mau. Dari sini aku bangga mempunyai orang tua seperti ayah mama, yang selalu pantang mundur dalam mencari nafkah supaya anak-anak nya tidak kelaparan. Dan aku tidak lupa selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada aku.

 

Subang,  April 2021

(Visited 2 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan