Kejujuran Membawa Kebahagiaan_YOSTRA FAUZAN ZULFAN_SMPN 2 SUBANG

YOSTRA.jpeg

Kejujuran Membawa Kebahagiaan

Oleh : Yostra Fauzan Zulfan

 

Pagi hari, aku terbangun dari tidurku karena cahaya matahari yang masuk ke dalam kamarku melalui jendela. Hari ini adalah hari Senin, di mana aku harus pergi menuntut ilmu di sekolah, lalu aku pun segera mandi. Setelah mandi, ibu telah menyiapkan bekal sarapan untukku, aku pun membawa bekal sarapanku dan memasukkannya ke dalam tas. Lalu aku berangkat ke sekolah diantar oleh ayahku. Sebelum berangkat, aku berpamitan terlebih dahulu kepada ibuku. Setelah itu, aku dan ayah pun berangkat menggunakan motor. Udara di perjalanan sangat dingin, aku lupa membawa jaketku, sehingga aku kedinginan. Beberapa menit di perjalanan, akhirnya aku sampai di sekolahku. Aku pun berpamitan pada ayahku. “Kamu baik-baik di sekolah ya, dan juga belajar yang benar” perintah ayahku. “Siap bos. Ayah juga hati-hati di jalan ya, jangan lupa nanti jemput aku lagi” kataku, dan ayah pun membalasnya dengan mengacungkan jempolnya padaku. Lalu aku pun segera masuk ke dalam sekolah.

 

Setelah tiba di dalam kelas, aku langsung duduk di mejaku dan mengobrol bersama Tania temanku sambil menunggu upacara. Lalu guru-guru menyuruh kami semua untuk segera keluar dari dalam kelas dan berkumpul di lapangan untuk melaksanakan upacara. Setelah semua siswa berkumpul, upacara pun di mulai dengan khidmat. Selesai upacara, seluruh siswa pun kembali ke dalam kelas masing-masing untuk menerima ilmu dari gurunya masing-masing. Di dalam kelas, aku pun bermain-main dengan teman-temanku. Setelah itu, guru kami pun datang, semua anak-anak di dalam kelasku langsung segera duduk dan bersiap untuk menerima materi. Setelah guru kami memberikan materi, lalu ia memberitahu bahwa sesudah istirahat akan ada ulangan harian hingga besok. Semua murid pun dipersilakan untuk beristirahat dan menggunakan waktu tersebut untuk belajar. Aku pun mengeluarkan sarapan yang aku bawa dari rumah dan memakannya. Setelah makan, aku tidak belajar untuk ulangan harian, tetapi aku langsung bermain kembali bersama temanku. Setelah istirahat selesai, kami pun segera duduk kembali di bangku kami sambil menunggu guru kami datang. Setelah itu, guru kami pun datang lalu membagikan soal ulangan dan memberikan waktu 1 jam untuk ulangan. Lalu kami pun mulai mengerjakan soal ulangan. Aku sangat kebingungan karena aku tidak belajar, lalu aku pun menyontek kepada temanku. 1 jam telah berlalu, aku dan semua murid pun mengumpulkan hasil ulangannya kepada guru kami, lalu kami pun disuruh membaca materi sambil menunggu hasil ulangan. Setelah selesai dinilai, akhirnya guru kami pun membagikan kembali kertas hasil ulangan kepada semua murid. Aku pun terkejut karena mendapat 100, tetapi anehnya aku tidak bangga sama sekali terhadap diriku karena hasil ini bukan didapatkan dari kerja kerasku, melainkan dari temanku. Lalu bel pulang sekolah pun berbunyi, Semua murid langsung bersiap-siap untuk pulang. Sebelum pulang, kami berdoa terlebih dahulu. Setelah itu, aku pun langsung keluar kelas bersama Tania. Kami pun menuju keluar gerbang sekolah, lalu kulihat ayahku telah menunggu kepulanganku. Aku pun berpamitan pada Tania, dan segera berlari menuju ayahku lalu memeluknya. Setelah itu, aku pun pulang ke rumahku.

 

Sesampainya di rumah, ibu langsung menyapaku dan memeluk, “Anak ibu kok dari tadi mukanya cemberut, ada apa?” tanya ibuku. Aku pun menceritakan kejadian tadi di sekolah. Setelahku ceritakan semua, ibu pun memberikan nasihat kepadaku, “Kamu besok masih ulangan kan, nah kamu harus belajar terlebih dahulu, supaya nanti kamu bisa mengerjakan ulangan dengan kerja keras kamu sendiri.” kata ibuku. Lalu aku pun mengangguk mengiyakan perintah ibuku. Setelah itu, aku pun pergi ke kamarku untuk berganti pakaian dan belajar karena besok ada ulangan lagi. Setelah belajar, aku pun tertidur di kasurku. Beberapa jam kemudian, aku terbangun dari tidurku. Kulihat langit sudah gelap melalui jendela kamarku. Perutku terasa lapar sekali, aku pun segera menuju meja makan. Ternyata tidak ada makanan sama sekali di meja makan, lalu aku pun pergi memasak sendiri. Selesai masak, aku langsung menyantap makanan buatanku yang ternyata sangat enak. Setelah makan, aku langsung pergi ke kamar orang tuaku, dan kulihat ibu dan ayahku sedang tertidur. Lalu aku pun pergi ke kamarku dan kembali belajar. Selesai belajar, aku pun kembali tidur.

 

Keesokan harinya, aku dibangunkan oleh ayahku karena ibuku sedang memasak di dapur. Lalu aku pun turun dan menuju dapur bersama ayahku untuk sarapan pagi. Selesai sarapan, aku pun langsung pergi mandi dan bersiap-siap untuk pergi sekolah. Setelah itu, aku pun berlari menuju depan rumah karena ayahku telah menungguku untuk berangkat sekolah. Sebelum berangkat, aku pun berpamitan kepada ibuku. “Semangat ya ulangannya, tunjukan hasil kerja kerasmu” kata ibuku. “Iya, Bu” jawabku. Lalu aku pun berangkat sekolah diantar ayahku.

 

Sesampainya di sekolah, aku pun kembali membuka buku untuk menghafalkan materi ulangan nanti, berbeda dengan temanku yang sedang asyik bermain. Lalu guru kami pun datang, dan mulai membagikan soal kepada kami. “Seperti biasa, ibu memberikan waktu 1 jam untuk kalian mengerjakan soal” kata guru kami. “Baik, Bu” jawab seluruh murid di dalam kelasku. Lalu aku pun mulai mengerjakan soal dengan bersungguh-sungguh, supaya hasilnya memuaskan. Soal hari ini lumayan sulit dari hari kemarin, tetapi aku tetap mengerjakannya sebisaku. Tak terasa 1 jam telah berlalu, lalu guru kami pun menyuruh semua murid untuk mengumpulkan hasil ulangannya. Setelah mengumpulkan ulangan, aku pun membaca buku sambil menunggu guruku selesai menilai ulangan. Akhirnya guru kami pun membagikan hasil ulangan kepada semua murid di kelasku. Lalu aku segera melihat kertas ulanganku, dan ternyata aku mendapatkan nilai 85. Walaupun tak sebagus kemarin, tetapi aku merasa bangga kepada diriku sendiri karena ini hasil kerja kerasku. Setelah itu, bel istirahat pun berbunyi dan aku pun pergi ke kantin, lalu makan di sana karena aku tidak membawa bekal dari rumahku. Selesai istirahat, aku pun langsung segera menuju ke kelasku. Karena ulangan telah selesai, aku pun bermain bersama temanku sambil menunggu guru kami tiba. Beberapa menit kemudian, guru kami pun masuk ke dalam kelas, lalu kami pun segera duduk di bangku masing-masing. Setelah itu, guru kami pun memulai pembelajaran dengan membahas materi yang ada dibuku.

 

Beberapa jam kemudian, bel pulang pun berbunyi. Lalu guru kami pun mengakhiri kegiatan pembelajaran dan berpamitan kepada semua murid di dalam kelas. Aku pun segera memasukkan buku-buku ke dalam tasku dan pergi menuju depan gerbang. Tiba-tiba seseorang memanggilku, dan ternyata itu adalah Tania. Lalu kami berdua pun berjalan menuju depan gerbang sekolah bersama. Di depan gerbang, terlihat ibu Tania sedang menunggu Tania, lalu Tania pun mengajakku untuk ikut bersamanya dan mengantarkanku pulang. Lalu aku menerima ajakannya, dan aku pun diantarkan pulang oleh Tania dan ibunya.

 

Sesampainya di rumahku, aku berterima kasih kepada Ibu Tania dan juga Tania. Lalu mereka pun berpamitan untuk pergi pulang ke rumahnya. Setelah itu, aku pun masuk ke dalam rumah. “Ibu, aku pulang” teriakku memberitahu bahwa aku sudah pulang dari sekolah. Lalu ibu pun berlari dari arah dapur dan memelukku. “Gimana ulangannya?” tanya ibuku. “Aku mendapatkan nilai 85 bu, dan itu hasil kerja kerasku” kataku. Ibu pun bangga akan hasil kerja kerasku lalu memelukku. Setelah itu, ibu menyuruhku untuk segera berganti pakaian lalu makan dan aku pun menuruti perintah ibu. Setelah berganti pakaian, aku langsung menuju meja makan untuk makan. “Ibu, ayah ke mana” tanyaku. “Ayah masih kerja di kantor” jawab ibuku. Lalu setelah makan, aku pun pergi ke kamarku untuk beristirahat dan akhirnya aku pun tertidur.

 

Beberapa jam kemudian, ibu membangunkanku. “Bangun, sudah sore” kata ibuku, lalu aku pun segera bangun dan pergi mandi. Setelah mandi, aku melihat ayah dan ibu sedang menonton televisi di ruang keluarga, aku pun segera menghampiri mereka untuk ikut menonton televisi juga. Lalu tiba-tiba, ayah mengajakku dan ibu pergi jalan-jalan. Aku terheran karena biasanya kami jarang pergi jalan-jalan. Ternyata ibu menceritakan kejadian saat aku ulangan disekolah kepada ayahku. Aku pun senang, lalu aku segera bersiap-siap. Setelah selesai bersiap-siap, kami pun langsung berangkat pergi jalan-jalan. “Ayah, kita mau ke mana?” tanyaku. “Kita mau pergi ke pasar, nanti kita makan malam di sana sekalian belanja kebutuhan dapur” jawab ayahku. Lalu sesampainya di pasar, kami pun langsung ke tempat makan, lalu makan malam bersama. Setelah makan, kami pergi untuk berbelanja kebutuhan dapur. Setelah itu, kami pun pergi ke taman bermain.

 

Sesampainya di taman bermain, aku sangat senang karena ayah mengajakku ke sini. Lalu kami pun membeli beberapa camilan di sekitar taman bermain. Setelah itu, kami menikmati pemandangan malam yang sangat indah sambil memakan camilan. Lalu aku pun pergi berlari-larian bersama ayahku, ibuku hanya duduk menonton kami sambil tertawa. Setelah menghabiskan waktu di taman bermain, kami pun langsung pergi pulang ke rumah karena sudah malam. Di perjalanan, aku berterima kasih kepada ayah karena sudah mengajakku pergi jalan-jalan.

 

Sesampainya di rumah, aku pun langsung membantu ibu menyimpan semua kebutuhan dapur yang telah di beli. Lalu setelah itu, kami pun pergi menonton televisi bersama lagi. Setelah menonton televisi, aku pun pergi ke kamarku untuk belajar. Tiba-tiba, ibu dan ayahku pun masuk ke kamarku untuk menemani aku belajar. Setelah belajar, ibu dan ayah pun menyuruhku untuk segera tidur karena sudah larut malam, lalu aku pun membereskan buku-buku belajarku. Setelah itu, aku pun berbaring di kasurku. Sebelum tidur, ibu dan ayah pun memelukku. Aku pun sangat senang dan bersyukur karena mereka sangat menyayangiku. Lalu setelah itu, mereka pun pergi dari kamarku. Sebelum tidur, aku pun membaca doa terlebih dahulu agar bermimpi indah malam ini. Setelah berdoa, aku pun segera pergi tidur karena besok aku harus sekolah.

 

Subang,  April 2021

(Visited 7 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan