KEHIDUPAN DI MASA PENDEMI_LIA RAHMAWATI_SMPN 2 SUBANG

WhatsApp-Image-2021-04-19-at-11.57.03.png

KEHIDUPAN DI MASA PENDEMI

Oleh : Lia Rahmawati

 

 

     Hari itu Senin tanggal 9 November 2020, Shinta yang berumur 13 tahun. Sore itu Shinta sedang bermain bersama teman-teman sebayanya di lapangan tempat tinggal nya. Keesekoan harinya Shinta merasa lemas dan terserang flu dan batuk. Shinta yang merasa tidak enak badan langsung beristirahat dikamar nya karna kecapean sehabis pulang bermain bersama teman-teman nya di lapangan tempat tingga lnya.

      Ibu Shinta kemudian bergegas keluar rumah untuk cepat membelikan obat Shinta di apotek deket rumahnya. Tak lama ibu Shinta pun bergegas memberikan obat kepada Shinta agar cepat di minum. Sementara ibu meminta Shinta tidak di  perbolehkan main sebelum kondisi membaik serta kondisi sudah benar-benar fit.

Ibu Shinta yang sedang menonton tv di kamarnya melihat berita yang sedang merajalela yaitu virus corona atau covid 19 penyakit yang mematikan dan belum ada atau ditemukan obat penyakit tersebut, yang bermula awal dari Negara China dan sekarang masuk ke Negara Indonesia Pemerintah kini waspada dengan penyakit mematikan itu dan menyuruh rakyat agar mematuhi protokol kesehatan yang sudah di umumkan yaitu selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan selalu memakai masker ke luar rumah atau pun yang sedang sakit agar selalu memakai masker.

Karna itu pun ibu Shinta waswas takut putri nya terkena virus corona atau covid 19 itu. Hari demi hari kondisi Shinta tidak ada perubahan atau sama saja demam yang bertambah naik flu yang nambah buruk tentu saja membuat ibu Shinta sangat khawatir yang kondisi putrinya tak kunjung membaik. Ibu Shinta cemas melihat keadaan Shinta, ibu Shinta segera menelpon ayah Shinta yang sedang bekerja di Perusahaan Industri “ayah cepat pulang bawa Shinta ke rumah sakit karna keadaan Shinta tambah memburuk” Ucapnya. Ayah Shinta pun langsung bergegas berangkat pulang agar cepat membawa putrinya ke rumah sakit terdekat di rumahnya.

Usai sampai ternyata putri nya yang bernama Shinta benar kecurigaan ibu Shinta terjadi atau nyata. Shinta terserang penyakit virus corona atau covid 19, ibu dan ayah Shinta kaget mendegar kabar anak nya yang terkena virus atau penyakit mematikan yang awal datang di Negara China, mereka masih tidak nyangka putri nya karna ibu nya mengira putri nya hanya terkena penyakit biasa atau kecapean saja. Sudah 1 Minggu Shinta dirawat di rumah sakit, kabar baik tidak kunjung datang. Membuat ibu dan ayahnya semakin cemas dan takut Shinta kenapa-kenapa karna beliau merupakan anak satu-satunya.

2 hari keesekoanya ibu dan ayah Shinta menengok atau menjenguk putri nya di rumah sakit pada pagi itu. Tetapi sedih nya tidak bisa ngomong secara tatap dikarenakan harus jaga jarak dengan di batasi kaca saja. Tak lama mereka pun pergi untuk pulang “nak ibu sama ayah pulang ya. Jaga diri baik-baik disini minum obat jangan sampe telat dan banyakin istirahat supaya bisa pulang kumpul keluarga lagi. Ibu sama ayah udah ga sanggup hidup tanpa kamu nak.” Ucap ibu nya. “iya bu Shinta bakal jaga diri di sini, supaya bisa cepat-cepat pulang dari tempat ini karna Shinta udah kangen tidur di rumah.” Jawab Shinta. Tak lama mereka pun berangkat pulang, Shinta pun langsung melanjutkan istirahat.

3 Minggu Shinta dirawat Allhamdulilah ibu ayah Shinta mendegar kabar baik tentang kesehatan anak nya yang sudah membaik dan sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Shinta dan keluarga lainya pun sangat senang karna sudah diperbolehkan pulang. Jadi dari disini kita belajar karna menjaga kesehatan itu penting dan menjaga pun tak mudah bagi diri sendiri. Jangan sampe melanggar peraturan Pemerintah selalu memahami protokol kesehatan supaya penyakit mematikan ini cepat hilang dari Negara Indonesia serta cepat ditemukan obat nya.

 

Subang, April 2021

(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan