Aku Telah Berubah_YOSTRA FAUZAN ZULFAN_SMPN 2 SUBANG

YOSTRA.jpeg

Aku Telah Berubah

Oleh: Yostra Fauzan Zulfan

 

Hai, namaku Gery, umurku 15 tahun. Kini aku harus pindah sekolah karena aku dikeluarkan dari sekolah lamaku. Aku termasuk murid yang pintar di sekolah lamaku. Tetapi aku mempunyai kebiasaan buruk, yaitu suka merokok. Aku dikeluarkan dari sekolah lamaku karena aku sering merokok. Ketika aku merokok, banyak murid-murid yang melihatku tetapi mereka tidak berani menegurku karena mereka takut kepadaku. Aku mempunyai nama julukan di sekolah lamaku, yaitu Si Tukang Merokok. Para guru di sekolah lamaku sudah tidak tahan lagi dengan perbuatanku, lalu mereka mengeluarkanku dari sekolah. Setelah kejadian itu, orang tuaku marah besar kepadaku. Aku pun menyesali perbuatanku dan berjanji akan memperbaikinya. Kini aku telah pindah sekolah, dan akan memulai suasana baru di sekolah baruku.

 

Pagi hari, suara ayam berkokok begitu kencang sehingga membuatku terbangun. Aku langsung segera shalat. Setelah itu, aku langsung pergi mandi. Selesai mandi, aku bersiap-siap memakai seragam sekolahku yang baru. Ya, hari ini adalah hari pertama aku bersekolah di sekolah baruku. Aku pun segera turun ke bawah. Di bawah terlihat ayahku yang sedang sarapan sementara ibuku sedang memasak, lalu aku pun duduk di meja makan dan sarapan bersama ayahku. Setelah selesai sarapan, aku pun berpamitan pada ibuku, dan diantarkan sekolah oleh ayahku. Sesampainya di depan gerbang sekolah, aku langsung berpamitan pada ayahku, lalu segera masuk ke dalam sekolah.

 

Di sekolah, aku pun segera menuju ke ruang guru. Sesampainya di ruang guru, salah satu guru di dalam situ memanggilku. Ternyata guru tersebut adalah Wali Kelasku. Lalu Wali Kelasku pun mengantarkanku menuju kelasku. Sesampainya di dalam kelas, Wali Kelasku pun memperkenalkanku pada murid-murid di dalam kelas dan meminta mereka untuk berteman baik denganku. Setelah itu, Wali Kelasku pun menyuruhku untuk duduk. Tiba-tiba, seseorang melambaikan tangan dan memperkenalkan dirinya kepadaku, “Hai, namaku Farel” kata orang itu. Dan aku pun membalasnya dengan memperkenalkan diriku juga, lalu kami pun saling berbincang. Aku dan Farel pun mulai akrab seperti teman yang sudah lama berkenalan. Setelah itu, guru kami pun memulai pembelajaran.

 

Kringgg… Bel istirahat berbunyi. Murid-murid di kelasku pun langsung berhamburan keluar kelas. “Kamu tidak pergi ke kantin?” tanya Farel. “Di sana masih banyak orang” jawabku. Lalu aku pun bercerita kepada Farel bahwa aku memiliki kebiasaan buruk, yaitu suka merokok. Tetapi aku sudah berjanji untuk memperbaiki kebiasaan burukku dengan tidak merokok lagi. “Iyalah, itu tidak baik buat kesehatan kamu. Menurutku orang yang merokok itu tidak bisa membaca, sudah jelas tertulis dalam bungkusan rokok bahwa merokok itu membunuhmu, tetapi mereka tetap saja merokok” jawab Farel sambil menepuk jidatnya. Aku baru menyadari bahwa aku selalu mengabaikan peringatan itu, padahal itu adalah peringatan yang sangat penting. “Terima kasih Farel karena telah mengingatkanku” kataku. Lalu kami pun pergi ke kantin bersama.

 

Kringgg… Bel istirahat telah selesai. Semua murid pun berlarian menuju kelas masing-masing. Sesampainya di kelas, aku pun segera duduk di bangkuku. Tiba-tiba, salah satu murid di dalam kelas memberitahu bahwa katanya kelas kami akan didatangi oleh Kepala Sekolah. Tak lama setelah itu, Kepala Sekolah pun datang ke kelas kami. “Mohon perhatiannya sebentar anak-anak. Di sini, Bapak akan memberikan informasi bahwa besok lusa akan diadakan perlombaan menulis cerpen, tempatnya di Ciater Subang. Bagi yang berminat, silakan hubungi Wali Kelas kalian.” Lalu semua murid menjawab, “Baik, Pak” berbarengan. “Karena besok adalah hari libur, jadi gunakan waktu tersebut untuk berlatih. Bapak harap kalian ada yang berminat untuk mengharumkan nama sekolah kita.” sambung Kepala Sekolah sambil berpamitan dan meninggalkan kelas kami. Setelah Kepala Sekolah pergi, murid-murid pun tampak membicarakan informasi tadi, tetapi kebanyakan dari mereka mengatakan tidak ingin ikut perlombaan. “Ger, kamu mau ikut tidak?” tanya Farel kepadaku. “Aku mau ikut” jawabku. “Ya sudah, aku ikut juga” kata Farel.

 

Kringgg… Bel pulang sekolah pun berbunyi. Guru kami pun mengakhiri kegiatan pembelajaran dan berpamitan meninggalkan kelas. Lalu aku dan Farel pun pergi menemui Wali Kelas untuk mendaftar lomba. Setelah mendaftar, kami pun menuju gerbang bersama. Sesampainya di depan gerbang, aku melihat ayah sedang menungguku pulang. Setelah itu, aku berpamitan kepada Farel karena pulang terlebih dahulu. Farel pun tidak keberatan, ia pun melambaikan tangan kepadaku. Lalu, aku pun langsung pergi pulang ke rumah. Sesampainya di depan rumah, kulihat wajah ibu yang tadinya penuh kekhawatiran kini berubah menjadi senyuman karena kedatangan kami. Ibu pun menghampiri kami dan langsung memelukku, “Gimana tadi di sekolah barunya?” tanya ibuku. “Di sana seru bu. Oh iya, besok lusa ada perlombaan menulis cerpen, dan Gery sudah daftar untuk mengikuti perlombaan itu” jawabku. “Bagus itu, ya sudah cepat masuk lalu ganti bajunya sana” kata ibuku. Lalu kami pun masuk ke dalam bersama sambil merangkul satu sama lain.

 

Pagi hari, aku terbangun dari tidurku karena ada yang meneleponku. Ternyata itu telepon dari Farel, ia berkata akan berlatih cerpen di rumahku bersama Rendi, yaitu teman sekelasku yang ikut mendaftar lomba juga. Setelah menunggu lama, akhirnya Farel dan Rendi pun datang. Aku merasa canggung sekali terhadap Rendi karena kami belum saling mengenal. Lalu Rendi pun memperkenalkan dirinya kepadaku, dan aku pun membalasnya dengan memperkenalkan diriku juga. Kami pun berlatih membuat cerpen bersama. Tak terasa matahari sudah mulai tenggelam, lalu Farel dan Rendi pun berpamitan pulang. Setelah mereka pulang, aku pun segera mandi lalu makan malam bersama kedua orang tuaku. Setelah itu, aku pun pergi tidur agar besok tidak terlambat.

 

Keesokan harinya, “Gery, bangun, cepat shalat terus mandi sana” perintah ibuku. Lalu aku pun segera pergi shalat dan meminta doa kepada Allah untuk dilancarkan nanti saat perlombaan. Selesai shalat, aku pun pergi mandi. Setelah mandi, aku pun bersiap-siap dan seperti biasa turun ke bawah untuk sarapan. Ibu dan ayah sudah menungguku di meja makan, lalu aku pun langsung duduk di samping ibuku. “Sarapan dulu supaya nanti di sana kamu tidak pusing” kata ibuku, dan aku pun langsung menyantap nasi goreng buatan ibuku yang sangat enak. Selesai makan, aku pun langsung berpamitan pada ibuku. “Hati-hati ya di sana, ibu doakan semoga lancar” kata ibuku yang membuat pagi hariku tampak lebih cerah berkat doa darinya. Lalu aku pun pergi ke sekolah bersama ayah.

 

Sesampainya di sekolah, aku berpamitan kepada ayahku, lalu masuk ke dalam sekolah. Di sana, aku bertemu dengan Farel dan juga Rendi. Lalu kami dipanggil oleh Pak Rudi, yaitu pembimbing kami untuk berkumpul bersama sebelum berangkat. Kami pun berdoa terlebih dahulu, agar dilancarkan di perjalanan. Selesai berdoa, kami pun langsung berangkat menggunakan mobil pribadi Pak Rudi. Beberapa jam kemudian, kami pun sampai di tujuan. Lalu kami segera turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam. Kami pun mencari ruangan untuk tempat kami beristirahat, dan akhirnya kami menemukannya. Lalu kami beristirahat sejenak melepas penat selama di perjalanan. Setelah beristirahat, panitia pun memberi pengumuman untuk segera berkumpul di aula, dan kami pun langsung menuju aula. Lalu aku melihat murid dari sekolah duluku ikut berlomba di sini juga, aku pun menyapa mereka tetapi mereka mengabaikanku. Farel yang melihat hal itu pun berusaha menghiburku agar tidak bersedih.

 

Setelah berkumpul, panitia pun menyuruh para peserta untuk duduk di kursi meja yang telah disiapkan panitia. Setelah semua siap, kami pun berdoa terlebih dahulu agar diberi kelancaran. Lalu juri pun memberitahu bahwa waktu menulis cerpen hanya 3 jam. Setelah itu, perlombaan pun dimulai. Kami pun mulai menulis cerpen. Tak terasa 3 jam telah berlalu, dan kini waktunya para juri mengumpulkan hasil cerpen para peserta lomba. Setelah hasil cerpen dikumpulkan, kami pun dipersilakan untuk kembali kepada para pembimbing masing-masing dan menunggu hasil kejuaraan. Lalu Pak Rudi pun menyuruh kami untuk beristirahat. Akhirnya yang telah ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu pengumuman pemenang perlombaan. “Baik para peserta lomba, di sini saya sebagai juri akan mengumumkan hasil perlombaan. Saya akan menyebutkan 3 orang pemenang yang akan mendapatkan medali. Juara ke 3 diraih oleh peserta atas nama Arya. Juara ke 2 diraih oleh peserta atas nama Ayu. Juara ke 1 diraih oleh peserta atas nama Gery. Silakan untuk para pemenang segera naik ke atas panggung.” Aku yang mendengar bahwa diriku meraih juara 1 pun terkejut. Lalu Farel, Rendi, dan Pak Rudi pun memberikan ucapan selamat kepadaku dan menyuruhku untuk segera naik ke atas panggung. Di atas panggung, aku pun diberi hadiah medali serta ucapan selamat oleh juri perlombaan.

 

Perlombaan pun selesai. Kami pun segera membereskan barang-barang kami, lalu pergi pulang. Saat aku hendak naik ke mobil, tiba-tiba seseorang memberi ucapan selamat kepadaku dan meminta maaf karena sempat mengabaikanku. Rupanya ia murid dari sekolah duluku. Aku pun berterima kasih kepadanya dan telah memaafkannya. Lalu, aku pun berpamitan pada mereka karena akan pergi pulang. Di perjalanan, kami berhenti sebentar membeli oleh-oleh untuk keluarga kami. Kami pun membeli buah nanas yaitu buah khas Subang yang sangat enak. Setelah beli nanas, kami pun melanjutkan perjalanan kami. Aku dan temanku yang kelelahan karena perlombaan tadi, akhirnya kami tertidur di mobil. Tak terasa kami telah sampai di sekolah. Sebelum pulang, aku dan temanku pun berterima kasih kepada Pak Rudi. Setelah itu, kami pun di jemput oleh orang tua kami masing-masing. Sesampainya di rumah, aku turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah. Lalu ibu pun segera mengupas nanas yang telah aku beli di sana. Sambil memakan nanas, aku pun kembali menceritakan tentang perlombaanku kepada orang tuaku. Ayah dan ibuku pun sangat bangga kepadaku, dan mereka pun memelukku dengan erat.

 

Subang, April 2021

 

 

 

(Visited 13 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan