AKU DAN KELUARGAKU_LIA RAHMAWATI_SMPN 2 SUBANG

WhatsApp-Image-2021-04-19-at-11.57.03.png

AKU DAN KELUARGAKU

Oleh : Lia RAhmawati

 

Kebersamaan bersama keluarga adalah kebahagiaan tersendiri dimana kita bisa bermain bersama keluarga. Ada mulai dari ayah, ibu, kakak, dan juga aku. Walaupun waktu berkumpul  semakin berkurang, seperti ayah yang harus kerja, ibu yang harus menjaga toko, kakak yang sudah menikah melakukan kewajiban yaitu hidup degan keluarga barunya, dan aku yang sibuk mengerjakan tugas sekolah. Aku yang anak terakhir dari 3 bersaudara, aku dan kakak-kakak ku yang pertama selisih 7 tahun dan yang ke dua 3 tahun. Walaupun umur kita jauh tapi sering kali bertengkar dengan hal yang sepele seperti rebutan kipas angin atau yang sering adalah rebutan menonton tv. Karna itu kakak-kakakku juga sering mengalah sebabnya aku adalah anak yang terakhir atau yang paling manja dalam 3 bersaudara itu. Semua yang aku inginkan selalu dituruti.

Tetapi itu dulu, karna kakakku yang pertama sudah mempunyai anak, sedangkan aku sekarang harus terbagi oleh adik iparku. Aku yang selalu iri melihat dia yang selalu minta apapun dibelikan, dan aku biasanya melampiaskan kekamar berdiam sendiri dikamar dan keluar merasa cukup dan tenang. Tapi sering kali aku yang sering mara-marah tidak jelas dan adik iparku yang selalu kena imbasnya tetapi tetap aku saja yang kena di omelin, di sisi lain aku kangen dan teringat omelan itu yang mengingatkan jauh dari mama. Tetapi jika ada ayah anehnya kami selalu akur, entah karna takut atau apa, kami berdua selalu memendam kekesalan itu. Dan akan di lampiaskan jika sudah tidak ada ayah di sekitar kami. Emang unik cara kami bertengkar, walau sering bertengkar kebersamaan kami pun tetap lebih banyak. Aku bukanlah keluarga yang berada tetapi aku adalah keluarga yang biasa saja tetap bahagia. Masih bisa melihat senyum ayah, ibu, kakak-kakaku dan keluarga kakak iparku sendiri.

Memang didalam keluargaku bermacam watak keras dan keegoisan tersendiri. Terkadang aku suka merasakan bosan dengan keluarga ini entah ayah dan mama sangat membela dan sayang sama cucunya dibanding anaknya sendiri. Tapi mungkin itu hanya perasaan aku saja, tapi aku benar-benar bahagia dilahirkan dikeluarga ini, aku yang selalu bisa bersyukur apa yang aku dapat dan tempat maupun kasih sayang orang tua atau keluarga itu pun belum tentu orang bisa dapatkan. Dan aku sangat bersyukur mama yang masih ada. Keluarga ku masih lengkap dari mulai kakek, nenek, dari ayah atau mamah. Di tambah masih ada buyut. Kita belajar dewasa bukan karna umur, tetapi belajar dengan keadaan.

 

Subang, April 2021

(Visited 10 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan