ANISA NURSHOFIA_ SAMPAI UJUNG USIA _MTSN 2 SUBANG

WhatsApp-Image-2021-04-09-at-20.27.22.jpeg

SAMPAI UJUNG USIA

 

Namaku adalah Atha Rayhaan Pratama, kawanku di kampus sering sekali memanggilku Rayhaan, entah apa yang mereka pikirkan memanggilku dengan nama tengah ku. Aku sedang kuliah di salah satu universitas swasta di Bogor, dengan jurusan sistem komputer.

Tepat waktu itu, tepat hari Sabtu, di mana aku akan menuju ke lab Robotika untuk menguji alat yang ku buat. Tapi siapa sangka, sesampainya aku di sana aku bertemu dengan dosen yang mengajarkan ku pada semester 6 lalu. Dia adalah Pak Angga mengajar mata kuliah Matematika Diskrit waktu itu.

Aku sangat menghormatinya karena dia adalah salah satu dosen senior di kampusku. Bagaimana tidak, di usianya yang sudah menginjak 70 tahun dia tetap bugar dan semangat mengajar mahasiswanya. Bahkan tidak jarang dialah orang pertama yang sudah datang di kelas.

Di lab tersebut, di sela aku membuat data pengamatan, mataku selalu tertuju ke arahnya. Pak Angga begitu serius dengan apa yang di kerjakan di hadapannya. Sesekali aku mendekatinya, lalu melihat apa yang dia kerjakan.

“Pak, sudah jam segini, apa yang bapak kerjakan di lab?”. Aku bertanya dengan wajah                                           penasaran.

“Oh ini, bapak sedang riset alat yang bapak kembangkan untuk pentas robot nanti. Makanya banyak kesini mau minta ajarin ke Pak Ade”. Ujarnya

Pak Ade sendiri adalah kepala lab Robotika yang kini menjadi kepala jurusan ku.

“Loh, bapak seharusnya tidak perlu repot-repot datang dan belajar di lab ini. Biar mahasiswa bapak saja yang datang kesini” sambungku.

“Bukan begitu, ko. Bapak sendiri dari dulu ingin belajar mengenai system gerak pada robot ini, kebetulan kan sekarang Pak Sultan ada di sini” balasnya.

Kekagumanku kepadanya semakin menjadi-jadi, mengingat usianya yang sudah lanjut tapi keinginan belajarnya masih saja tinggi. Berbeda denganku, di umurku yang masih muda kadang aku masih saja berjibaku dengan rasa malas yang meradang. Benar kata orang tuaku, mencari ilmu itu sebenarnya bukan sampai ke negeri China, tapi sampai ujung usia.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan