Masa Pandemi Tak Lagi Sunyi

foto-vika-2021-04-18-at-20.11.58.jpeg

Cerpen 2
Masa Pandemi Tak Lagi Sunyi
Viki Indriani_SMPN 2 Subang

Karena adanya Virus Covid-19 ini, seluruh pelajar yang ada di Kabupaten Subang sesuai surat edaran pemerintah yang mengharuskan semua melakukan semua hal hanya di rumah saja . Karena ketika kita ke luar rumah mungkin kita akan terinfeksi Virus Covid-19 ini atau sebaliknya.
Sebaiknya melakukan semua hal di rumah saja , kalau ke luar rumah pun mungkin untuk kepentingan keluarga atau apa pun itu, tapi kalau bisa jangan dulu ke luar rumah .
Kondisi belajar di Indonesai, bahkan dunia pada umumnya, saya belajar di rumah saja selama covid-19 ini. Untuk ibadah, bekerja, dan lain lain kita hanya melakukannya dengan berdiam di rumah saja. Karena kalau ke luar pun harus memakai 3M yaitu: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
Selama pandemi covid-19 ini, saya pun belajar secara daring (dalam jaringan) . Biasanya ketika daring seperti biasaya saya memakai aplikasi WhatsApp, classroom, google meet, dan zoom.
Ketika jam pelajaran pertama biasanya sekitar pukul 08.00 – 09.30 WIB. Ketika guru menjelaskan materi yang sedang kita pelajari biasanya kita google meet. Begitulah aktivitas keseharianku dari bulan ke bulan, bahkan tahun.

Terkadang saya tidak mengerti apa yang guru saya jelaskan tapi, saya mencoba untuk bertanya. Kemudian guru pun menjelaskannya kembali. Ternyata guruku malah senang kalau banyak bertanya. Mulai dari situ, aku tak lagi malu untuk bertanya.
Pada jam kedua pembelajaran biasanya sekitar pukul 09.30 – 11.00 WIB. Sama seperti jam pelajaran pertama guru menjelaskan materi dan memberikan tugas kepada muridnya, setelah pembahasan materi, baru bapak dan ibu guru memberikan tugas, guru memberikan google form yang berisi absen, tugas, kuis, dan lain-lain
Rasa bosan menyeruak, beruntung saya bunuh rasa bosan dengan menggambar/melukis obyek apa saja, terutama alam, karena saya sangat menyukai alam dan saya mencoba untuk menggambar pemandangan tersebut dan hasilnya lumayan tidak buru-buruk amat, sebagai pelukis pemula.
Selama di rumah saja kurang lebih satu tahun lebih, saya terkurung di rumah hanya berteman sunyi, paling ditemani tugas-tugas yang berlangsung setiap hari dari Senin sampai dengan Jumat.
Pandemi Covid-19 ini melumpuhkan semua aktivitas baik sekolah, perkantoran, tempat niaga, dn lain-lainnya. Saya belajar di rumah kurang lebih sudah satu tahun, Pandemi Covid-19 menjadi mala petaka bagi dunia, semoga Alloh.Yang Maha Kuasa segera melenyapkan dari bumi ini. Amin ….
Di tengah kondisi ini kita harus pandai-pandai bersyukur, karena kita diberi sehat. Maka kita tidak boleh lengah untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat, kapan dan di mana pun berada. Sebagai pelajar, kita belajar pun seharusnya kita tetap semangat, agar dapat meraih keinginan kita atau cita – cita kita, walau di tengah pandemi.

Terkadang membosankan ketika di rumah saja,, tapi saya tetap melawan rasa bosan dengan membantu orang tua , dan mengerjakan tugas yang belum selesai. Sehingga semua tugas saya kerjakan sampai selesai.
Apabila kita menunda – nunda nantinya kita akan malas dan kita tidak akan menyelesaikan tugas tersebut dengan tepat waktu.
Ketika semua tugas selesai dan kita pun tidak terlalu pusing karena semua tugas tersebut selesai semua.
Berbeda dengan yang suka menunda-nunda tugas, dia mungkin akan pusing dengan tugasnya sendiri, karena dia akan mengerjakannya yang mana dulu yang akan dia kerjakan. Pastilah dia pusing sendiri, baru tahu rasa.
Kesibukan saya ketika di rumah selain mengerjakan tugas, saya pun membantu orang tua, seperti mengepel , menyapu, menyetrika pakaian, mencuci piring, dan lain lain.
Untuk itu jangan pernah menyerah ketika mendapat banyak tugas, hadapi dengan senyum dan semangat yang gigih, biar rasa sunyi dengan sendirinya terkikis. Kita belajar dan tetap semangatlah dalam belajar .kaerna kalau tidak semangat belajar nantinya kita akan bodoh dan tertindas.
Saya ingin mencapai apa yang saya inginkan dan yang pertama dan utama, yaitu membahagiakan kedua orang tua dan membuat mereka bangga dengan keberhasilan saya.

Pengalaman belajar di masa pandemi ini, walau sunyi, mungkin susah untuk dijelaskan. Tapi saya tidak akan pantang menyerah akan ku coba untuk menjalani sebagai pengalaman belajar di rumah yang tidak akan aku lupakan sepanjang hayat hidupku.
Pembelajaran di masa pandemi ini ternyata banyak sekali hikmah dan pengalaman, yaitu kita belajar melalui telepon pintar, jadi banyak mengenal berbagai informasi asal kita pandai memanfaatkannya dengan bijak dalam penggunaanya. Mungkin melaui hp itu kita bisa memilki banyak teman yang belum dikenal sebelumnya, kita kenalan lewat handphone atau video call yaitu google meet atau zoom. Tapi ingat harus tetap hati-hati dan cerdas dalam penggunaanya.

Wabah Virus Covid-19 ini mungkin susah untuk melakukan aktivitas di luar rumah dan melakukannya hanya di rumah saja.

Dalam kondisi ini terkadang kita tidak bisa bertemu dengan tatap muka dan melakukannya dengan video call saja. Saya sangat sedih karena saya tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya dan saya juga sedih tidak bertemu dengan teman-teman saya.
Rasa bosan dan sunyi, aku bermain dengan kakak, adik di rumah dengan besenda gurau atau menggambar pemandangan, mengerjakan tugas yang belum terselesaikan. Karena kalau tidak dikerjakan tugas akan terus menambah dan bahkan menumpuk.
Beruntung sekali kedua orang tuaku sangat memperhatikan kami, sehiungga setiap ada tugas mereka selalu mengingatkan, bahkan mengeceknya.
Rutinitas keseharian yang membosankan ini, saya pun melakukan aktivitas bermain dengan teman dekat rumah atau saudari perempuan saya, kebetulan saya kembar . Dan ketika bosan saya dan kakak kembar langsung bermain, bahkan menjahili satu sama lain. itu pun dengan protokol kesehatan dengan ketat. Selain itu saya dan saudara kembarku punya hewan peliharaan kucing, jadi kesunyian di masa pandemi ini tidak sunyi lagi.

(Visited 20 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan