Kejenuhan Siswa dalam PJJ

IMG-20210416-WA0009.jpg

Kejenuhan Siswa dalam PJJ

Pembelajaran Jarak Jauh atau (PJJ) merupakan keputusan pemerintah untuk para pelajar dengan kondisi merebaknya virus corona di seluruh daerah Indonesia,sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Subang pun tidak diperbolehkan untuk bertatap muka karena kondisi yang tidak memungkinkan seperti ini. Pelajar di wajibkan untuk setiap harinya mengikuti pembelajaran daring di rumah dengan dibimbing oleh guru masing-masing mata pelajaran,media Pembelajaran Jarak Jauh pun menggunakan aplikasi yang dapat mempermudah pembelajaran contohnya aplikasi WA. Aplikasi tersebut nantinya dipakai untuk absen,memahami materi yang diberikan guru,dan mengerjakan tugas yang telah diberikan.

Saat itu,penjadwalan yang ditetapkan oleh setiap guru mata pelajaran belum kondusif di setiap harinya ada tiga sampai empat mata pelajaran yang harus diikuti oleh murid. Belum lagi ada tugas daring yang sangat bertumpuk dan pengumpulan tugas yang harus dikumpulkan saat itu juga,Tia yang mengikuti pembelajaran daring itu pun merasa bingung dengan tugas yang bertumpuk belum terselesaikan ditambah dengan materi yang disampaikan masih belum paham. Setiap hari ia menatap layar ponselnya untuk mengikuti pembelajaran daring, lama-kelamaan matanya terasa lelah dan sedikit buram apabila melihat ke arah sekelilingnya. Tidak hanya Tia yang merasakan itu,teman-temanya pun sama mengeluh karena dampak dari pembelajaran daring di rumah seperti ini, mata yang digunakan setiap hari untuk mengikuti pembelajaran daring terasa lelah dan buram,ingin rasanya beristirahat sebentar tetapi dengan banyaknya tugas yang diberikan tidak memungkinkan untuk mencoba beristirahat sebentar.

Tia yang bingung dengan tugasnya yang menumpuk lalu ia memikirkan ide bagaimana caranya tugas tersebut bisa selesai tepat pada waktu pengumpulan tugas,lalu ia sempat memikirkan ide bagaimana ajak saja temannya untuk barter tugas supaya cepat selesai. Barter tugas dilakukan oleh Tia dan temannya itu dengan cara Tia memberi tugas yang sudah diselesaikannya maka temannya pun akan memberi tugasnya yang sudah selesai juga,dengan itu ia dan temannya tidak lagi bingung dengan tugas yang menumpuk karena sudah terselesaikan dengan barter tugas tadi.

Setelah mengikuti dan selesai mengerjakan tugas daring tadi, Tia langsung menonton tv untuk mengetahui info tentang virus corona. Rupanya sekarang ini virus tersebut sedang marak sekali diperbincangkan karena setiap harinya virus tersebut mampu menelan banyak korban,berita menyebutkan kasus virus corona hari ini memecahkan tiga rekor yaitu pada 27 November 2020, dengan 5.828 kasus baru. Kedua, Indonesia kembali memecahkan rekor penambahan harian kasus Covid-19 pada 29 November 2020 dengan 6.267 kasus baru. Tia yang menonton berita tersebut kaget betapa berbahayanya virus itu,di hari itu banyak juga pasien yang menjadi korban akibat virus corona.

Selang beberapa hari setelah Tia menonton berita tersebut,seminggu setelahnya di Kabupaten Subang pun mengalami hal yang sama di hari itu orang yang terkena virus corona mencapai 20 orang perharinya. Miris sekali penyebaranya sangat cepat dan para dokter yang merawatnya pun sangat kewalahan dengan rekor di hari itu. Di hari itu juga tetangga Tia ada yang terpapar virus corona dari rekan kerjanya,Tia yang mendengarnya pun kaget ternyata benar penyebaran dari virus mematikan itu sangatlah cepat dan tentunya mempunyai efek yang sangat berbahaya bagi tubuh kita. Dari efek terkena virus tersebut tetangganya mengalami panas tinggi,batuk-batuk,dan panas tenggorokan,tidak hanya itu ia pun tidak bisa mencium bau. Kemudian ia langsung melakukan isolasi mandiri di rumahnya,ia tidak boleh keluar rumah sebelum dinyatakan sembuh oleh dokter yang biasanya menangani pasien yang terkena virus corona.

Tidak hanya Tia yang tahu tentang adanya berita tersebut namun teman-teman dan para guru pun sudah mengetahuinya,untuk itu walikelas dan guru-guru yang lain menghimbau agar selalu ingat 3M (Memakai masker,Mencuci tangan dan Menjaga jarak) dan sementara waktu jangan dulu ke luar rumah untuk hal-hal yang kurang penting. Hal ini diperlukan untuk menghentikannya rantai penyebaran virus corona di Kabupaten Subang.

Waktu terasa begitu cepat bulan berganti bulan,hingga pada saat itu kondisi maraknya virus corona di Kabupaten Subang mulai mereda dan baru saja mulai membaik. Pada saat itu Tia mendapatkan tugas dari gurunya untuk menggambar sebuah poster tentang virus corona,awalnya saat itu Tia dan teman-temanya senang karena mereka mendapatkan tugas gambar dari guru mata pelajaran seni budaya,khususnya Tia sangat bersemangat sekali untuk tugas kali ini karena menggambar merupakan hobinya. Namun pada saat ibu menyebutkan alat dan bahan untuk membuat poster yaitu cat akrilik dan kertas gambar berukuran kurang dari a5,teman-teman yang melihat alat dan bahan yang digunakan pun kaget karena harus membeli cat akrilik yang lumayan mahal. Saat itu juga kondisi baru saja membaik akibat melonjaknya kasus virus corona,perekonomian orang tua mereka pun sangat menurun sehingga mereka bingung untuk membeli cat akrilik yang lumayan mahal,alhasil mereka harus menabung dari uang jajan yang diberikan oleh orang tua mereka untuk membeli cat akrilik tersebut. Dan kondisi saat itu juga memang baru membaik, kondisi di hari itu tidak memungkinkan kita untuk keluar rumah apalagi anak-anak yang sangat rentan terkena virus corona, tetapi mau bagaimana lagi itu merupakan tugas dari guru mata pelajaran yang harus dikerjakan dan dikumpulkan pada waktu yang telah ditentukan. Tia yang merasa iba kepada temannya yang tidak mempunyai cat akrilik ingin rasanya meminjamkannya, namun dengan kondisi seperti ini ia tidak memungkinkan untuk keluar rumah.

Dengan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran tersebut teman Tia merasa jenuh,ia merasa bahwa kondisi saat ini adalah kondisi tersulit yang pernah ia alami saat menjadi seorang pelajar. Jika saja Pembelajaran Jarak Jauh tidak terjadi,mungkin ia bisa mencari jalan keluar dengan mudah. Kondisi sekarang membuat kita tidak diperbolehkan keluar rumah dikarenakan maraknya virus corona di daerah Kabupaten Subang dan kondisi saat itu memang baru saja membaik. Salah satu jalan ke luar saat kondisi seperti ini adalah temanya harus ke luar rumah dengan mempertimbangkan situasi yang baru saja membaik dan ia juga harus memperhatikan imbauan dari pemerintah untuk memakai masker ketika keluar rumah dan menjaga jarak dengan orang-orang di sekitarnya. Selanjutnya ia langsung pergi ke luar rumah untuk membeli cat akrilik dan kertas gambar yang akan digunakan untuk mengerjakan tugas menggambar.

Untuk mengurangi kejenuhan ketika Pembelajaran Jarak Jauh Tia menyarankan kepada teman-temannya bagaimana jika kita membuat kerajinan dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah seperti memanfaatkan botol bekas minuman Aqua,kardus bekas yang masih bagus dan masih bisa dipakai,apapun itu barang-barang bekas yang masih bisa dimanfaatkan untuk membuat kerajinan. Contohnya seperti memanfaatkan botol bekas minuman yang dapat dijadikan sebagai tempat pensil,celengan untuk menabung,mainan robot untuk menemani kita ketika pembelajaran daring supaya tidak jenuh,pot tanaman lucu yang digantung di atas,selain itu tutup botolnya juga bisa dimanfaatkan untuk membuat keranjang sampah. Dengan membuat kerajinan tersebut kita tidak perlu keluar rumah untuk mencari barang-barang bekas,dengan memanfaatkan saja barang yang sudah tidak terpakai di rumah, selanjutnya kita tinggal mencari ide saja untuk menjadikannya kerajinan yang indah.

Di hari itu kabetulan guru bimbingan konseling memberi tugas kepada seluruh kelas 8 untuk membuat kerajinan dari barang-barang bekas atau barang yang sudah tidak terpakai,Tia dan teman-temannya pun segera mengerjakan tugasnya karena tadi sudah terpikirkan ide untuk membuatnya. Selanjutnya Tia akan membuat kerajinan dari stik eskrim yang ada di rumahnya,stik tersebut diwarnai menggunakan pewarna, kemudian ditempel dengan lem dan jadilah tempat pensil yang lucu.

Kegiatan untuk mengurangi kejenuhan saat pembelajaran daring tidak hanya membuat kerajinan dari barang-barang bekas yang ada di rumah,namun ada banyak sekali kegiatan yang dapat mengurangi kejenuhan kita saat berada di rumah yaitu salah satunya dengan rutin berolahraga. Berolahraga sangat penting untuk kesehatan dan imun kita saat kondisi seperti ini,apalagi jika kita rutin melakukanya di pagi hari karena panas matahari di waktu tersebut banyak mengandung vitamin D yang banyak manfaatnya untuk tubuh.

Kejenuhan para pelajar yang sudah lama mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh pun akan segera berakhir,karena Tia dan teman-temannya mengetahui berita tersebut yang menyatakan bahwa Nadiem Makarim mengatakan semua sekolah di seluruh daerah akan dibuka mulai Juli 2021. Jadi ini benar-benar keputusan beliau sebagai pembuat kebijakan dan keputusan pemerintah dan semua instansi yang peduli ke anak-anak bahwa pemerintah harus secepat mungkin mengembalikan anak untuk melakukan tatap muka. Reaksi Tia dan teman-temannya saat mendengar berita tersebut adalah sangat bersyukur karena sudah setahun lebih ia dan teman-temannya mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh di rumah,dan akhirnya tidak lama lagi ia dan teman-temanya akan belajar seperti biasa lagi di sekolah.

Namun belum ada konfirmasi di daerah Kabupaten Subang tentang dibukanya seluruh sekolah pada bulan Juli mendatang,karena dalam hal ini pemerintah Kabupaten Subang sangat berhati-hati sebab tidak ingin ketika seluruh sekolah dibuka muncul suatu kejadian yang sama yaitu tidak ingin anak-anak menjadi korban akibat maraknya virus corona di hari itu,karena untuk korban anak-anak akibat terpaparnya virus corona di Kabupaten Subang lumayan banyak. Untuk itu pemerintah di Kabupaten Subang tidak mau terburu-buru membuka seluruh sekolah. Tetapi kalau rencana untuk dibukanya sekolah tatap muka sudah ada,maka di setiap seluruh sekolah harus menyiapkan prasarana pendukung protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah seperti tersedianya wastafel cuci tangan,adanya masker dan pengecekan suhu ketika masuk ke ruangan kelas.

Di sekolah Tia pun sama sekali belum ada pengumuman tentang dibukanya sekolah pada awal bulan Juli,namun sekolah telah menyediakan sarana dan prasarana ketika akan dimulainya tatap muka kembali. Tia dan teman-teman yang lain pun sudah tidak sabar dengan dibukanya kembali sekolah,mereka rindu suasana kelas pada saat belajar,rindu ramainya kantin saat jam istirahat dan ingin seperti biasanya sesaat sepulang sekolah langsung mengikuti ekstrakurikuler bersama teman-temanya. Ia dan teman-temanya berharap pengumuman itu disampaikan saat mereka sudah menikmati libur hari raya Idul Fitri.

Kapan Berakhirnya Pandemi Virus Corona?

Sejak akhir bulan Desember tepatnya tahun 2019,munculnya berita dari luar negeri yang mengagetkan seluruh masyarakat Indonesia. Asal dari berita tersebut munculnya dari Wuhan,China. Pemerintah daerah Wuhan mengatakan munculnya penyakit baru yang sangat membahayakan manusia bahkan bisa menyebabkan kematian dan menjadi pandemi global. Penyakit tersebut berupa virus corona,virus corona merupakan virus yang mengakibatkan terjadinya infeksi pada saluran pernafasan,oleh karena itu virus ini dikatakan sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian. Ada gejala umum yang menandakan bahwa orang tersebut terkena virus corona yaitu ditandai dengan demam yang cukup tinggi hingga beberapa hari,batuk disertai dengan lendir,sesak napas hingga terjadi beberapa kali,batuk hingga panas tenggorokan,dan gejala yang terakhir yaitu nyeri dada saat bernapas. Mendengar gejala yang disebutkan di berita tersebut Tia sangat takut jika virus tersebut muncul di Indonesia dan menyebar ke daerah-daerahnya khususnya di daerah tempat tinggal Tia di Kabupaten Subang. Namun pemerintah di Indonesia juga mengetahui adanya berita yang menyatakan munculnya sebuah virus yang sangat berbahaya bagi manusia dan pemerintah juga tidak lupa untuk menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik dengan berita virus corona tersebut,jaga kesehatan kita dan jangan keluar rumah hingga kondisi telah membaik.

Pemerintah di China mengatakan bahwa virus corona dapat menular begitu cepat karena apabila orang yang terkena virus tersebut bernapas dan mengalami batuk, maka percikan yang keluar dari mulutnya dapat menularkan ke orang-orang sekitarnya termasuk orang-orang yang sering berkontak dengan mereka yang sudah menjadi pasien virus corona. Percikan dari orang tersebut bisa terlontar hingga sekitar satu sampai dua meter jauhnya,jika orang terkena percikan langsung dari pasien virus corona,maka orang tersebut akan langsung tertular juga oleh pasien virus corona tersebut. Untuk itu kita bisa mencegah dan membantu memutus rantai penyebaran virus Corona dengan menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan memakai masker jika keluar rumah,menjaga jarak dengan orang-orang sekitar,dan jangan lupa sering-seringlah mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

Dengan penyebarannya yang sangat cepat, virus tersebut muncul di Indonesia pada pertengahan bulan Maret,dan pemerintah Indonesia langsung mengumumkan kepada masyarakat tentang kasus pertama virus corona di Indonesia. Kasus pertama terjadi kepada dua orang warga Depok,Jawa Barat. Mereka adalah seorang ibu dan anak,ibunya berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun. Pemerintah mengatakan mereka diduga tertular virus corona karena kontak dengan warga negara Jepang yang datang ke Indonesia.

Kondisi penyebaran virus corona yang sangat cepat,pemerintah memprediksi bahwa virus ini akan menyebar juga ke daerah-daerah di Indonesia yang dimana banyak para pelajar masih bersekolah di sana. Maka pemerintah pun tidak mau mengambil resiko yang tinggi akibat penyebaran virus ini,pemerintah mengambil keputusan bahwa seluruh sekolah di Indonesia saat ini harus melakukan Pembelajaran Jarak Jauh di rumah. Sekolah Tia yang berada di Kabupaten Subang pun mengikuti keputusan yang diambil pemerintah untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh di rumah. Selanjutnya kepala sekolah menyampaikan pengumuman itu kepada seluruh siswa dan siswi lewat sebuah aplikasi WhatsApp melalui grup dari masing-masing kelas untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh di rumah,awalnya kepala sekolah meliburkan para siswanya selama dua pekan untuk melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh di rumah. Namun,kondisi di Kabupaten Subang akibat adanya virus corona menjadi lebih buruk sehingga sekolah terus melakukan Pembelajaran Jarak Jauh di rumah sampai menunggu kondisinya membaik.

Pembelajaran Jarak Jauh yang dilakukan di rumah pun berjalan dengan lancar, Tia yang selalu hadir untuk mengikuti pembelajaran daring absen dan menyimak ketika guru mata pelajaran sedang menerangkan materi. Berbeda dengan belajar tatap muka,kini ibu dan bapak guru memberi materi lewat sebuah vidio YouTube atau lewat file yang sudah dibuat dengan menggunakan gambar-gambar yang menarik agar Tia dan teman-temanya tidak bosan ketika proses belajar mengajar berlangsung. Dengan kondisi seperti ini, bapak dan ibu guru tidak terhalangi untuk tetap berkreativitas baik ketika menyampaikan materi maupun ketika menerangkannya. Tia yang melihat materi dari guru mata pelajaranya pun sangat senang dan tidak mudah bosan,begitu juga dengan teman-temanya mereka sangat berantusias ketika bapak dan ibu guru mengirimkan materi pembelajaran hari itu. Namun menurut Tia, tetap saja pembelajaran tatap muka di sekolah lebih seru dan efektif dibandingkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh di rumah.
Dengan kondisi sekarang ini aktivitas pembelajaran menjadi sedikit berubah, karena Pembelajaran Jarak Jauh di rumah menggunakan handphone sebagai media pembelajarannya, dengan alasan itu Tia dan bahkan orang-orang menyebut Pembelajaran Jarak Jauh di rumah masih belum efektif karena guru dan murid tidak bebas berinteraksi dan berkomunikasi saat pembelajaran di mulai. Jujur dengan kondisi saat ini Tia mulai merasa jenuh dan bosan karena dengan Pembelajaran Jarak Jauh ia tidak bisa melakukan interaksi dan komukasi tersebut secara langsung kepada guru dan teman-temannya. Saat sesudah gurunya menerangkan Tia malu-malu untuk bertanya ketika ia tidak terlalu mengerti dengan materi yang disampaikan,karena itu ia ingin secepatnya pandemi virus corona berlalu agar ia,teman-teman dan guru-gurunya bisa melakukan interaksi dan komunikasi secara bebas dalam melakukan aktivitas pembelajaran maupun aktivitas di luar pembelajaran.

Namun Tia tidak boleh merasa jenuh dan bosan dengan adanya Pembelajaran Jarak Jauh di rumah,meskipun sekarang ia dan teman-temanya yang lain sedang berada di rumah itu berarti kita mempunyai banyak waktu untuk berkreativitas dengan ide kita sendiri. Misalnya kita akan melakukan kegiatan bersih-bersih rumah sebelum pembelajaran daring dimulai,berolah raga di setiap pagi dan sore hari,dan melakukan hobi kita di hari libur. Ibu kepala sekolah dan walikelas Tia pun ikut menyerankan agar kegiatan di rumah di isi dengan kegiatan yang bermanfaat karena masih banyak waktu yang belum dipakai untuk di isi dengan kegiatan yang produktif. Tia yang tidak ada kegiatan apa-apa setelah mengikuti pembelajaran daring akhirnya melakukan kegiatan yang disarankan oleh ibu kepala sekolah dan walikelasnya,yaitu membuat kerajinan dari barang-barang yang bekas dan sudah tidak terpakai lagi. Setelah dibuat menjadi kerajinan,barang-barang tersebut menjadi sesuatu yang berharga lagi dan kerajinan tersebut sekarang dapat dijadikan pajangan untuk hiasan di ruang tamu.

Di pagi hari pun Tia biasanya sibuk dengan pembelajaran di rumah dan tugas yang diberikan oleh ibu bapak guru,tanpa menunda-nunda tugas yang diberikan Tia pun langsung mengerjakannya dengan teliti dan saat sudah selesai ia langsung mengirimkan tugas tersebut ke bapak ibu guru melalui aplikasi WhatsApp. Kegiatan setiap harinya itu pun terus berlangsung hingga tidak terasa ia telah mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di rumah selama satu tahun lebih,rasa jenuh dan bosan mengikuti pembelajaran daring sering Tia ungkapkan terhadap teman-teman dan keluarganya,hingga ia mengatakan kepada dirinya sendiri kapan berakhirnya pandemi ini? Ia sudah benar-benar jenuh dan bosan dengan kondisi saat ini.

Sementara waktu berita tentang virus corona mengalami kenaikan di Kabupaten Subang pasien yang terpapar virus corona terus saja berdatangan ke ruang isolasi, hingga dalam dua hari pun ruang yang digunakan isolasi pasien Corona penuh,alhasil pasien corona dipindahkan ke rumah sakit lain yang terletak di Kabupaten Subang. Dalam rumah sakit lain pun sama, pasien terus berdatangan memenuhi rumah sakit hingga rumah sakit sudah tidak ada lagi ruangan kosong untuk isolasi pasien corona. Di saat itu perawat dan dokter sangat sibuk dan kelelahan merawat pasien corona yang terus menerus berdatangan akibat terpaparnya dari virus tersebut. Hingga dokter mengusulkan kepada pasien yang baru terpapar virus tersebut untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama dua minggu,setelah itu dokter dan perawat akan melakukan swab kembali terhadap pasien yang melakukan isolasi mandiri tersebut.

Akibat dari kenaikan pasien Corona di Kabupaten Subang tersebut,semua sekolah-sekolah kembali menjalankan pembelajaran daring dan terus berlanjut sampai hari itu ada informasi yang disampaikan oleh pemerintah tentang prediksi berakhirnya pandemi virus Corona. Kapan pandemi ini akan berakhir belum bisa dipastikan,namun berakhirnya pandemi tergantung pada perilaku masyarakat dengan mematuhi anjuran dan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah.Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19 bapak Wiku Adisasmito mengatakan, “Kapan pandemi berakhir? tergantung pada kedisplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan” Beliau juga mengatakan target penyelesaian pandemi COVID-19 ini tentu bisa selesai sesegera mungkin. Keberhasilan COVID-19 ini sangat ditentukan oleh kedisiplinan kita semuanya, seluruh elemen masyarakat, tanpa kecuali, dalam mematuhi protokol kesehatan.Tia yang menonton berita tersebut di tv ruang tamunya ia berharap pandemi ini segera berakhir dalam waktu yang cepat, supaya ia cepat masuk sekolah dan orang-orang juga dapat beraktivitas seperti sediakala sebelum adanya pandemi ini.
Dengan menonton berita tersebut diharapkan masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dengan sangat ketat dan tidak ada lagi orang melalaikan imbauan dari pemerintah,seperti tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak saat di tempat keramaian. Kebiasaan itu harus kita tinggalkan,jika kita semua ingin segera pandemi ini menghilang.Apabila semua masyarakat patuh kepada imbauan pemerintah pasti prediksi berakhirnya pandemi ini akan lebih cepat dan kita semua bisa menjalankan aktivitas masing-masing seperti sediakala. Jika ada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan,pemerintah pun tidak segan-segan untuk memberi sanksi pada pelanggar tersebut yaitu denda dengan uang Rp.250.000 atau kerja sosial selama 1 jam sanksi tersebut dapat terus berlipat jika pelanggar protokol kesehatan terus mengulanginya kesalahannya.

Akibat pemerintah memberi sanksi kepada pelanggar protokol kesehatan dengan membayar denda,masyarakat pun kini mematuhi imbauan dari pemerintah setempat,tidak ada lagi masyarakat yang melanggar imbauan tersebut. Hingga pada hari itu kondisi melonjaknya pasien dari virus corona telah menurun dan membaik,pasien di rumah sakit telah banyak yang sembuh dan kembali ke rumah masing-masing. Ruangan yang digunakan untuk isolasi mandiri pun kini tidak lagi penuh seperti dulu,dokter dan perawat yang bertugas pun merasa lega dan tenang karena pasien virus corona mulai berkurang. Tia semakin yakin dengan kondisi hari itu,ia sangat senang mendengar kabar kalau pasien virus corona mulai berkurang dan tidak ada lagi pasien yang datang ke rumah sakit untuk melakukan isolasi mandiri.

Kondisi terus saja membaik akibat menurunnya pasien virus Corona dan pemerintah yang memberi sanksi apabila ada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan,namun pemerintah di daerah-daerah tertentu masih belum mengumumkan perkembangan virus Corona hingga kini. Sudah satu tahun lebih virus corona ada di tanah air dan kini pemerintah masih belum mengumumkan perkembangannya. Padahal semua orang ingin sekali aktivitasnya kembali normal seperti dulu,khususnya para pelajar ingin sekali sekolah dibuka kembali dan melaksanakan tatap muka. Namun kita tidak boleh terburu-buru untuk kondisi saat ini,pemerintah akan mengumumkan berita itu di waktu yang sangat tepat nanti. Untuk saat ini kita kembali melakukan aktivitas di rumah seperti biasanya dan banyak berdoa agar pandemi ini cepat berlalu.

(Visited 15 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan