BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU

IMG-20200605-WA0068.jpg

Belajar Menulis Gelombang 12

Pertemuan ke-3 : Jumat 5 Juni 2020

Pukul : 19.00 – 21.00 WIB

Pemateri : Dra. Sri Sugiatuti, M. Pd.

Di Jumat malam ini saya bersiap menyimak materi dari tuturan lembut yang disampaikan secara lisan seorang penulis best seller dengan sejuta aktivitas berprofesi sebagai guru, pegiat literasi, pengurus TPQ, dan blogger ternama yaitu Kanjeng Sri Astutiana (nama pena kompasiana). Bu Sri Astutiana terlahir pada tanggal 8 April 2020 dikaruniai 4 orang anak. Beliau memulai kegiatan menulisnya jelang usia lima puluh tahun (jelita). Walaupun merasa terlambat, tapi semangat dan ulet dengan prinsip ‘_better late than never_. Beliau berusaha tanpa lelah dan keluhan sehingga kegiatan ini menjadi sebuah kesenangan yang ketagihan untuk terus menulis buku dan meng-upgrade diri dengan berbagai pelatihan dan seminar menulis.

Pada tahun 2007 Kanjeng Sri kuliah S-2 di sinilah mulai mengenal internet dan medsos. Suka membeli buku-buku ke toko buku sampai beliau menemukan sebuah buku yang menginspirasinya, yaitu karya Ersis, bahwa menulis itu gampang dan menyenangkan. Dari buku itulah beliau termotivasi dan meyakini harus bisa menulis. Tahun 2009 diajak menulis buku ajar berjudul “Seri Pendalaman Materi (SPM) Ujian Nasional Bahasa Inggris untuk SMK” Penerbit Erlangga dalam kurun waktu 6 bulan. Akhirnya pada bulan Oktober 2010 diterbitkan. Melalui buku tersebut berbagai keuntungan baik secara finansial atau kepuasaan batin ia nikmati karena buku tersebut berskala Nasional sehingga royalty yang diperolehnya mengalir setiap semester masuk ke rekeningnya. Berbagai pengalaman dari mulai penerbitan Indie diantaranya 3 buku, yaitu bahan ajar, parenting Seni Mendidik Anak Secara Islami. Buku biografi “Kugelar Sajadah Cinta” setebal 418 halaman berkisah tentang perjalanan hidup orang tua penulis dari mulai remaja dan penulis sendiri hingga usia 50 tahun. Ada 25 buku antologi, 20-25 grup komunitas. Buku “The Stories of Wonder Woman” (Faksi) berkisah perempuan tangguh. “Perempuan Terbungkus” (2018). Buku parenting “Merawat Harapan”, “Wow English is so Easy Kids”, Tipuan Asmara.

Untuk menjadi seorang penulis harus

1. Banyak membaca, mencoba menulis, dan disiplin melakukannya.

2. Buat kerangka tulisan, buat target, fokus pada target berikan reward dan punishment

3. Kirimkan tulisan yang telah kita buat ke media masa dan kalau sudah banyak bisa dibukukan.

4. Terus menulis walau naskah kita ditolak.

5. Asah terus keterampilan menulis sampai menghasilkan banyak karya.

Dalam sesi tanya jawab kelas begitu hangat karena banyak sekali yang bertanya. Kanjeng Sri begitu senang dengan semangat para peserta dan beliau menjawab dengan lugas dan jelas. Menurut Kanjeng Sri dalam menulis kesulitan terbesarnya adalah waktu yang terkadang tidak konsisten. Cara mengatasinya adalah dengan mengubah _mindset_ kita. Jadikan menulis sebagai kebutuhan han bukan kewajiban.

Kesimpulannya, ada beberapa tips dalam menulis

1. Menulis setiap hari dengan penuh konsentrasi

2. Ubahlah mindset dan bergaulah dengan pegiat literasi

3. Punya target yang cukup tinggi

4. Menulis itu keterampilan bukan bakat

5. Harus sering berlatih menulis ide-ide di sekitar kita

6. Menulis yang disukai dan dikuasai

7. Menulis dan membaca sebagai gaya hidup

8. Istiqomah dan upgrade diri agar naik kelas

9. Biarkan tulisan menemui takdirnya.

Demikianlah resume yang mampu saya tuliskan. Mohon kiranya masukan yang membangun demi perbaikan tulisan yang masih belajar dan belajar.

“Teruslah menulis dan menghasilkan karya yang akan menemui takdirnya”

Penulis: Eni Kartini, S. Pd. (Guru SMPN 2 SUBANG)

(Visited 63 times, 1 visits today)

2 thoughts on “BERBAGI PENGALAMAN MENERBITKAN BUKU

Tinggalkan Balasan