Belajar di Rumah Tuai Berkah

foto-vika-2021-04-18-at-20.11.58.jpeg

Cerpen 1
Belajar di Rumah Tuai Berkah
Viki Indriani_SMPN 2 Subang

Sudah tidak betah bahkan bete rasanya saya diam di rumah saja, karena adanya virus covid-19 yang ada di Indonesia. Saya belajar di rumah dengan memakai handphone atau mungkin yang mempunyai laptop , belajarnya dengan laptop.
Diam di rumah saja, bukan berarti saya boleh bermalas – malasan untuk mengerjakan tugas . Oleh karena itu saya tidak mau menundanya. Justru saya hipnotis diri, biar tidak malas ketika belajar karena ketika kita malas bagaimana kita bisa meraih cita-cita kita atau keinginan kita. “Malas itu temannya setan,” kata Mamahku
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pukul 08.00 – 11.00 siang aku daring . Pukul 08.00 – 09.30 itu aku pembelajaran pertama dan 09.30 – 11.00 adalah pembelajaran kedua. Ketika belajar aku memakai aplikasi WA, google classroom, google meet , dan zoom. Ketika belajar dan guru ingin menjelaskan apa yang sedang diajarkan , biasanya kami memakai google meet ketika menjelaskan materi pembelajaran.
Dalam pembelajaran tersebut terkadang aku tidak mengerti apa yang guru jelaskan kepadaku. Aku pun mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
” Bu/pak maaf saya kurang paham apa yang Bu/pak jelaskan , bisa diulang kembali?”
(guru pun menjelaskan materi yang sedang kita pelajari).
Menurutku ketika kita tidak mengerti apa yang guru jelaskan, sebaiknya bertanya dan jangan pernah malu untuk bertanya. “Malu bertanya sesat di jalan.” Itu kata guru Bahasa Indonesiaku.

Aku pun terkadang ketika ingin bertanya aku malu, tapi ketika aku malu dan tidak paham apa yang guru jelaskan , Dan aku pun melawan rasa malu itu dengan keberaniaan , agar apa yang guru sampaikan , aku pun paham.
Ketika kita malu untuk bertanya , kapan kita maju, dan meraih cita² atau keinginan yang ingin kita raih.
Dan kedua orang tua saya pernah berkata:
“Ketika kita menjadi orang yang sukses, bukan berarti kita harus sombong, pamer, dan pelit kepada orang lain. Bahkan kita harus memperbanyak sedekah kepada orang-orang yang lebih membutuhkan daripada kita. Dan satu yang gak boleh kalian lupakan yaitu solat. Mau sesibuk apapun kita , tapi jangan pernah meninggalkan sholat walau hanya satu saja!”
Itulah yang dikatakan oleh kedua orang tua saya dan insya Allah saya akan menjaga amanah yang mereka katakan .
Di sekolah pun aku dinasehati pula oleh bapak ibu guru pengajar di mana aku sekolah. Kini dala konidisi seperti ini aku berusaha tetap semangat di tengah kondisi pandemic dengan mengikuti aturan 3 M (Menggunakan Maker, Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta Menghindari kerumunan).
Adanya Covid-19 ini di Subang , kami dianjurkan untuk diam di rumah saja dan tidak boleh untuk jalan – jalan dan lain melaukan kegiataan lainnya kecuali yang benar-benar penting. Misanya untuk kepentingan keluarga yang mendesak, itu pun boleh, tapi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.
Kami sebagai pelajar sekolah dari mulai jenjang SD, SMP, SMP/SMK, Mahasiswa, Guru – guru, pekerja dan pekerja lainnya harus Work For Home (WFH). Bekerja, belajar, dan mengajar hanya di rumah saja. Dan waktu itu pernah ada luring (luar jaringan), untuk mengumpulkan tugas – tugas yang guru berikan.
Berada dirumah saja mungkin membosankan , tapi terkadang saya mengisi waktu luang saya dengan menggambar, bermain, dan membantu orang tua.
Sudah banyak tugas yang diberikan oleh guru dan saya mengerjakan satu per satu kemudian mengumpulkannya. Walaupun diberi waktu untuk mengumpulkan, tetap saja tugas saya menumpuk karena saya sering menunda untuk mengerjakannya. Setelah selesai mengerjakan, sudah ada tugas baru lagi yang diberikan.
Walau demikian saya pun mengerjakan kembali tugas tersebut. Banyaknya tugas tidak membuat saya ngoyo, tapi saya tetap semangat untuk mengerjakannya. Mudahan-mudahan dengan semangat dan bahagia, membuiat imun tetap stabil.
Ada saatnya saya bosan, yaitu saat semua tugas selesai dan pada hari – hari saya libur biasanya saya mengerjakan tugas yang belum selesai dan ketika bosan saya memilih untuk menggambar/ melukis. Itu semu aku lakukan untuk mengusir kejenuhan.
Untuk mengisi kejenuhan yang lain, saya mencoba untuk mencoba hobi baru, yaitu dengan melukis. Saya sangat menyukai alam dan saya pun ingin menggambar alam tersebut. Dan saat itu saya tidak percaya diri bahwa gambarnya akan terlihat bagus atau cantik, yang terpenting adalah saya membuatnya dengan cara saya sendiri, dan ketika saya melihat hasilnya ,ternyata tidak terlalu jelek atau buruk. Mulai timbul rasa percaya diri. Alhamdulillah …
Saya sangat menantikan saatnya belajar lagi, biar saya tidak bosan lagi. Saya mulai PJJ seperti biasa seprti hari-hari lainnya, ada tugas yang diberikan guru kepada muridnya, saya pun segera mengerjakannya , karna ketika saya menunda – nunda untuk mengerjakannya. Hal itu akan semakin banyak dan semakin menumpuk tugasnya. Karena itulah saya tidak ingin menundanya, sehingga semua tugas-tugasnya saya pun kerjakan sebisa dan semaksimal mungkin, kalau pun ada yang tidak dipahami. Pasti saya bertanya kepada bapak dan ibu pengajara, bahkan kepada orang-orang yang ada di rumah, teerutama ibu atau kakaku, karena kalau ayah kasihan sibuk dan capek seharian kerja. Ayah saya berjualan di pasar.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan