Bukan begini negriku dulu Semua penuh asap dan debu Senapan mengeluarkan peluru Dengan suara yang bergemuruh Jeritan terdengar tanpa henti Suara tangisan di seluruh penjuru bumi Sungguh tak kuasa membayangkan hati ini Jika ketika itu ku hadir bersaksi Para pahlawan

Dimana lagi kan kutemukan keberanianmu Dimana lagi kan kutemukan teriak semangatmu Dimana lagi kan kutemukan sosok sepertimu Wahai pahlawan… Beribu hari telah kulalui Jutaan hari telah kuhitung dengan jam Namun tak mampu juga kutemukan Sosok pahlawam sejati Kumentini jalanan penuh

Jika tidak ada sebuah tantangan Apalah arti sebuah perjuangan Berdirilah Untuk apa kau terdiam Bangunlah Lalu buka matamu Engkau masih muda Waktumu masih ada Dan bergeraklah sekarang Cobalah melangkah ke sana Dan buktikan ke seluruh dunia Bahwa kau bisa dan

Aku masih di sini Menunggu hari yang dinantikan Aku sudah menatapmu lekat Dalam sebuah harapan yang ku nanti Hari demi hari berlalu begitu cepat Aku disini masih menunggu hari istimewa Masa depan yang tak akan pernah kuhinggapi Perjuangan menggapai sebuah

Aku masih disini Menunggu hari yang dinantikan Aku sudah menatapmu lekat Dalam sebuah harapan yang ku nanti Hari demi hari berlalu begitu cepat Aku disini masih menunggu hari istimewa Masa depan yang tak pasti kuhinggapi Perjuangan menggapai sebuah harapan terus

Jika cita-cita semua orang adalah menjadi pintar Namun tidak dengan diriku Pasti diriku akan memilih yang lain Jika manusia ditakdirkan untuk saling mencintai Diriku sudah mencintai orang-orag di sekelilingku Begitupun sebaliknya Aku hanya ingin beda dengan yang lain Dan tidak

DUNIA MELIHATKU   Pandemi Covid-19 menjadi pesta para hewan dan tumbuhan. Pandemi Covid-19 juga menjadi ruang kebebasan kita meski harus terjadi karantina masal. Siapa sangka, ada senja cantik di tengah Pandemi Covid-19. Senja memang cantik, tapi aku tak pernah benar-benar

CORONA “Dua warga negara Indonesia positif terjangkit virus Corona usai melakukan kontak dengan seorang warga negara Jepang yang juga terinfeksi virus Corona . Sontak, banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kepanikan akibat wabah virus Corona yang telah masuk ke Indonesia.” Suara

CORONA “Dua warga negara Indonesia positif terjangkit virus Corona usai melakukan kontak dengan seorang warga negara Jepang yang juga terinfeksi virus Corona . Sontak, banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kepanikan akibat wabah virus Corona yang telah masuk ke Indonesia.” Suara

MENJEMPUT TOGA   Perempuan berhijab itu namanya Bela. Gadis pendek namun supel, dia mempunyai banyak teman di sekolahannya. Bela lulusan SMA tahun ini. Usianya kini sudah menginjak 19 tahun dan sudah waktunya dia untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih

MERAJUT KEDISIPLINAN Disuatu hari di SMP Bintang angkasa 1, terdapat seorang murid yang begitu percaya diri, ia bernama Dila, Dila adalah seorang murid kelas 9, Dila mendapat kepercayaan sebagai OSIS di sekolahnya dan ia adalah ketuanya, Dila mempunyai wajah yang

Guru… Saat kau terima kami dengan tulus Saat pertama langkah kaki ini Kami tak mengerti…bahkan kami tak tahu Arah yang kami cari… Tapi cita cita kami Hanya ingin…..menjadi manusia berguna Kini…..setelah hari ini…. Ketika hari berganti menjadi pasti… Kami akan

Guru… Saat kau terima kami dengan tulus Saat pertama langkah kaki ini Kami tak mengerti…bahkan kami tak tahu Arah yang kami cari… Tapi cita cita kami Hanya ingin…..menjadi manusia berguna Kini…..setelah hari ini…. Ketika hari berganti menjadi pasti… Kami akan

Pernah aku di tegur Katanya untuk kebaikan Pernah aku di marah Katanya membaiki kelemahan Pernah aku diminta membantu Katanya supaya aku pandai Mamah.. Aku pernah merajuk Katanya aku manja Pernah aku menangis katanya aku lemah Setiap kali aku bersilap Dia

Gemerisik suara ranting pepohonan Nyanyikan lagu indah tentang alam Teriring semilir angin disore ini Membuatku terbuai alam nan permai Alamku, pepohonanku tercinta Kiniku hanya dapat ku kenang Setelah deru mesin memotong kayu itu Merampas indah pepohonanku Membakar tanah ini dengan

Kucingku yang manis… Engkau amat lucu di mataku… Suaramu yang melengking tapi indah… Membuat suasana ramai di rumahku… Dikala ku sedih… Kau menghiburku dengan gerakanmu yang lucu… Dikala ku marah… Kau meredamkan amarahku hingga ku tersenyum kembali… Kucingku yang ku

Sejuk udara lingkunganku Tak ada sampah dua atau satu sehat lingkunganku Kerja bakti setiap minggu Keruk sampah setiap rabu masyarakatnya tertib selalu taati tata tertib desa milikku Senangnya hatiku tinggal disini Lingkungan bersih lingkungan tak ada penyakit akut yang menyerangku

Sinar mentari pagi sejukan jiwa Hembuskan helaan nafas hidup Menusuk menyejukan jiwa Nikmat sehat syukuri hidup Tumbuh seiring berjalan waktu bersama Anugerahkan nikmat sehat nikmat tak terhingga Darinya tuhan semesta alam raya Waktu berjalan dan terus berjalan menjalani hidup Betapa

Guru…. Hari ini tak lagi puisi yg ku tulis untukmu Hari ini tiada lagi kata kata indah yg ku ungkapkan untukmu Semua terdiam dan termagu hanya air mata yg menetes di pipimu Oh guruku,hapuslah air matamu  ku tak sanggup melihat

Berjalan dengan seiringnya waktu Hari demi hari telah berlalu Ada berbagai cara untuk meraih kesuksesan Namun tak banyak orang yang mengetahui akan hal itu Hidup memang pilihan Sebagai orang beruntung atau tidak Mengeluh karena keterpurukan Padahal ada berbagai cara yang

Kau tetap tersimpan Di buku catatanku Kau selalu ku pelajari Di dalam ingatanku Ilmu… Semuanya takkan terlupakan olehku Akan ku ingat sampai hayat Demi suatu hari nanti yang penuh harapan Alangkah indahnya… Kau berada dimana-mana Selalu di pelajari lalu di

Berawal dari wuhan Menyebar kemana-mana tanpa diketahui Memapar segala bangsa dan negara Menunggu nasib baik penuh harapan Hari demi hari penuh dengan kekhawatiran Melawan virus yang mematikan Selalu berdo’a, berusaha,dan semangat Agar semua baik-baik saja Semoga hari demi hari berjalan

Jika suka membaca buku Pasti akan bertambah ilmunya Membacalah selagi dirimu bisa Bacalah buku setiap hari Dengan membaca dirimu akan tahu segalanya Ayo membaca… Jika dirimu tidak bisa membaca Belajarlah dengan tekun Dengan itu dirimu pasti bisa

Tidak ada yang paling Menyenangkan selain belajar Dengan belajar kita tahu semuanya Belajar telah membuatku bisa Aku bisa membaca Aku bisa menulis Aku bisa berhitung Aku bisa mengenal dunia Aku bisa mencintai keluarga Aku bisa menghargai sesama Aku bisa membedakan

Kau tempatku menabur ilmu Kau adalah jendela di hidupku Kau tempat berbagi rasa Meski engkau hanya diam dan membisu Buku… Kau mengajariku tentang arti kehidupan Tentang rasa yang selalu ada dihidupku Dan mengajakku melihat ribuan bahasa Buku… Kau adalah jembatan

Semua orang pasti mempunyai cita-cita Namun berbeda-beda Cita-citaku ingin menjadi orang besar Mengharumkan nama orang tua Dan bangsa serta agama Membaca,menulis dan berkarya Belajar tanpa henti Sedikit demi sedikit Demi suatu hari yang dinantikan Mulai detik ini… Aku akan berusaha

Wahai guruku… Kau sinari kami dengan ilmu yang kau berikan Kau pahlawan tanpa tanda jasa Kau mengajar kami dengan setulus hati Tanpa rasa lelah Wahai guruku… Kau adalah orang tua kami di sekolah Yang selalu sabar dalam mengajar Tanpa ada

Ibu guruku baik sekali Pandai berdoa dan menyanyi Lemah lembut sepanjang hari Selalu membelai dan memuji Ibu guruku Terimakasih atas bimbinganmu Dari kami tidak mengerti Sampai kami mengerti Pandai menulis dan membaca Pandai sholat dan mengaji Terimakasih guruku Atas jasa

Bagaimana tidak hebat Rutinitas pagi harus serba hemat Bangun tepat Mandi cepat Sarapan pun kalau sempat   Guruku hebat Jam 05.00 subuh sudah wangi Menjemput sang pelangi Mengantarkannya meraih mimpi Demi ibu pertiwi   Guruku hebat Bertahun tahun menahan diri

Ketika matahari terbit Membakar semangatku Untuk menuntut ilmu Demi masa depanku Demi kebahagiaanku   Kau selalu ada Dalam pikiranku Kau selalu aku ingat Tidak bosan akan mencarimu Hingga aku bisa   Semakin banyak aku belajar Semakin banyak ku tahu Semakin

Musim kemarau panas berkepanjangan Musim penghujan hujan berdatangan Itulah hebatnya dirimu   Panas hujan tetap untuk kau berdiri Kau hanya tumpukan bata merah Tulangmu hanya dari besi   Seindah dirimu namamu sama Seburuk bentukmu tidak kurangi gunamu Kaulah taman kehidupan

Kau tempatku menabur ilmu Kau jendela di hidupku Kau tempatku goreskan jutaan pena Namun, terkadang orang Mengabaikannya Kau tertumpuk deraian debu     Buku….. Kau tempatku berbagi rasa Meski engkau hanya diam membisu Lembaran demi lembaran yang terisi   Tertancap

Kau yang selalu bersamaku Kau yang selalu menjagaku Kau yang selalu menerimaku Kau yang selalu membelaku   Canda menghiasi hari kita Kebersamaan selalu menyertai kita Sedih kita selalu bersama Senang kita lalui bersama Kau yang selalu menemaniku Aku ingin di

  • 1
  • 2