TENANG   Walau tenang tak kunjung datang Kita tetap hebat Situasi selalu membuatku kebingungan Entah sampai kapan dunia akan menutup kebebasanya Dan entah sampai kapan kita akan bernaung pilu Melatih sendiri Mentertawakan rintihan asa yang tak kunjung tercapai Membuat diri

SOSOK KECIL   Sosok kecil terbujur kaku Mentertawakan pemimpim kala dunia merintih Mentertawakan paradoks yang kian tertentang Disaat sporadis kian menyebar Dalam estimasinya Ada kalanya dirgantara terlihat sontok Kau bukan rumah Meraup kesengsaraannya ‘tuk didaur ulang menjadi bahagiamu Meraup lembar

SUBANG   Subang paripurna Dingin bak kristal membeku Pun juga hangat bagai sang surya Subang paripurna Baik bukit berkayu Pun hamparan air asin dimilikinya Subang paripurna Berbagai suku dan budaya dihidupinya Subang majulah maju dan jangan malu Subang kau paripurna

UJUNG MANGATA     Mentari dan hujan saling membantu Menghadirkan lengkung warna warni Jiwa dan raga saling membantu Menghadirkan sesosok manusia adiwarna ejawanta sang pelangi Terdengar sukar, lengkara, nan aksa Bak candramawa berisi kelam sang malam dan cahaya sang surya

TAWA dan KAWAN (yang KURINDUKAN)   Tangan lusuh penuh tinta. Ruang lingkup penuh tawa. Perdebatan tanpa makna. Membuatku lupa bahwa segalanya bersifat sementara.   Bersabarlah sayang… Semuanya akan baik-baik saja. Senyap, seakan mati tanpa kata. Aku terbuai dan tergugu dalam

METAMORFOSIS KUPU-KUPU   Sabar… kamu belum menetas. Sabar… kamu belum cukup dewasa. Sabar… cangkangmu belum terkelupas.   Lihat… sabar membawamu terbang bebas. Lihat… perjuanganmu tak sia-sia. Lihat… pengalamanmu memberi ilmu yang indah.   Rasakan… betapa berartinya pembelajaranmu selama ini. Metamorfosis

MERDEKA   Penciuman terpaksa ditutup Pengecapan terpaksa ditutup Hanya dua indra yang tetap merdeka Mengeluh bukanlah penyelesaian Yang penting perasaan dan fikiran tetap jalan Mereka menutup mulut dan hidungnya Bukan yang mereka inginkan, tapi sebuah keharusan. Mereka bersekolah dari rumah.

SUBANG DINI HARI   Binar arunika sang mentari. Menghantarkan helaian kelopak kanigara yang kian bermekaran. Deburan ombak yang menghanyutkan. Menghantarkan sanubari untuk ikut menari. Bak permata sang maharani. Lazuardimu berkilau cantik tuk dipandang. Kamu terlihat apik dari atas sini. Bagaikan

BESTARI   Teruji berkali-kali Terhantam ombak berulangkali. Terikat takdir bertali-tali. Berulang kali melirik jalan kembali. Semua demi menjadi manusia bestari. Menimba ilmu memang sukar. Namun sepadan cahaya terpencar. Tatkala takdir berpihak sekali. Maka terbentuklah manusia bestari.

MERAIH  MIMPI   Ada dua orang anak bernama Fika dan Rika. Mereka berdua adalah anak dari seorang petani bernama Pak Hartono. Pak Hartono Ayah sekaligus Ibu bagi mereka berdua, namun kedua anak tersebut memiliki sifat dan kepribadian yang berbeda walaupun