Aku Telah Berubah Oleh: Yostra Fauzan Zulfan   Hai, namaku Gery, umurku 15 tahun. Kini aku harus pindah sekolah karena aku dikeluarkan dari sekolah lamaku. Aku termasuk murid yang pintar di sekolah lamaku. Tetapi aku mempunyai kebiasaan buruk, yaitu suka

Keringat di Balik Baju Hazmat Oleh: Sulthan “Dua warga negara Indonesia positif terjangkit virus corona usai melakukan kontak dengan seorang warga negara Jepang yang juga terinfeksi virus corona. Sontak, banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kepanikan akibat wabah virus corona yang

BERITA COVID-19 DI INDONESIA Oleh: M Yogi Pratama   Hari ini adalah hari senin,dimana saya harus mengikuti upacara bendera di sekolah saya.dimana saya harus berangkat lebih awal dari hari hari biasanya,setiap malam senin saya selalu menyiapkan perlengkapan yang harus saya

RINDU TEMAN -TEMAN SEKOLAH Oleh: M Yogi Pratama Pagi Ini Aku Dibangunkan Oleh Alarm Yang ku Pasang Malam Tadi,Aku langsung Bergegas Pergi Kekamar Mandi Untuk Mengambil Air Wudhu Untuk Melaksanakan Sholat Shubuh.Sesudah Sholat Aku Pun Langsung Membereskan Tempat  Tidurku.Aku Pun

KEJUJURAN ITU PENTING Oleh : Lia Rahmawati   Ketika itu, Fio melihat seorang bapak-bapak sedang memanjat dirumah pak Anto. Gerak-geriknya sangat mencurigakan, ia pun memberitahukannya kepada ibu nya “ibu itu kenapa orang yang memanjat di rumah pak Anto, padahal ada

AKU DAN KELUARGAKU Oleh : Lia RAhmawati   Kebersamaan bersama keluarga adalah kebahagiaan tersendiri dimana kita bisa bermain bersama keluarga. Ada mulai dari ayah, ibu, kakak, dan juga aku. Walaupun waktu berkumpul  semakin berkurang, seperti ayah yang harus kerja, ibu

PERSAHABATAN YANG INDAH Oleh : Lia Rahmawati         Aku Nazwa, aku sangat beruntung mempunyai sahabat yang tulus membantu dan selalu ada untukku, kami melewati suka duka bersama. Saat suatu itu aku dan sahabatku berantem dengan hal sepele, baru aku

KEHIDUPAN DI MASA PENDEMI Oleh : Lia Rahmawati          Hari itu Senin tanggal 9 November 2020, Shinta yang berumur 13 tahun. Sore itu Shinta sedang bermain bersama teman-teman sebayanya di lapangan tempat tinggal nya. Keesekoan harinya Shinta merasa

MENGEJAR MIMPI Oleh : M Akbar Febriana   Kedua mataku lelah menatap layar Pun tak ada kawan Ketika belajar   Virus korona tiba tiba datang Ku tak tahu kapan menghilang   Satu warsa lebih kami hanya terdiam Berusaha patuh dengan

VIRUS CORONA Oleh : M Akbar Febriana   Corona datang membawa bencana Virus nya mewabah dimana mana   Tak butuh waktu yang lama Menghancurkan isi dunia   Merenggut banyak jiwa Semua manusia jadi sengsara   Menaburkan benih kesedihan Dilahan yang

SAHABAT Oleh: M Akbar Febriana   Selagi… masa masih pandemi Kita tak boleh saling menemui   Selama… virus corona masih mewabah Kita tak bisa saling berjumpa   Apa kabar teman teman? Semoga kalian baik baik saja   Apa kabar sahabat?

DOA-DOA KU Oleh: M Akabr Febriana   Ya Tuhanku Yang Maha melindungi Lindungi kami dari virus yang berbahaya ini   Ya Tuhanku Yang Maha mencegah Cegahlah corona agar tidak terus menerus mewabah   Ya Tuhanku Yang Maha pemberi Berikanlah kami

SEKOLAHKU Oleh: M Akbar Febriana   Sekolahku Tempat kami menimba ilmu Bertemu guru dan teman teman ku   Disana kami belajar bersama Dengan riang dan gembira   Sekolahku Aku sudah rindu sekali Begitu lama tak kukunjungi   Karena masa tengah

ILMU Oleh: M Akbar Febriana   Ilmu… Namanya sungguh sederhana Hanya dengan empat huruh dan satu kata saja   Namun dirimu benar benar bermakna Semua insan mencarimu   Ilmu… Engkau begitu penuh arti Dimana pun engkau selalu dicari   Ilmu…

RINDU GURU Oleh: M Akbar Febriana   Sekian lama tak bertemu Kami rindu Kepadamu   Kami ingin kembali belajar Disekolah Bersamamu   Belajar menjadi lebih seru Waktu engkau Disampingku   Belajar lebih Menyenangkan Saat engkau Disisiku   Akibat virus yang

SABAR Oleh: M Akbar Febriana   Hari demi hari telah ku jalani Tanpa pelangi Menemani   Dalam kesendirian yang menyelimuti Kesunyian datang Menghampiri   Lisanku tak mampu Berteriak Ragaku tak mampu Bergerak   Bagai burung dalam sangkar Tak bisa terbang

SETIAP PAGI Oleh: M Akbar febriana   Setiap pagi seperti biasa Ku tak pergi ke sekolah   Hanya duduk sendiri saja Sambil menatap layar kaca   Menunggu tugas yang diberikan Dan berusaha menyelesaikan   Terkadang aku merasa bosan Hanya saling

OH,CORONA Oleh : M Akbar Febriana   Satu warsa lebih sudah Engkau masih saja mewabah   Membuat hati gelisah Semua orang kau buat susah   Kami bosan berdiam dirumah Tak bisa kemana mana   Corona.. oh,corona… Lekas lah engkau sirna

BELAJAR DARING Oleh: M Akbar Febriana   Hari pertama belajar daring Semua terasa asing   Hanya ditemani sebuah jam dinding Menunggu ponselku berdering   Namun semangatku tak akan terbanting Karena aku tahu belajar itu penting   Semua materi aku pelajari

PAHLAWAN PANDEMI Oleh: M Akbar Febriana   Mereka memang bukan prajurit perang Namun jasanya tak terbilang   Sungguh mereka tak angkat senjata Tapi pengorbananya begitu nyata   Demi menyelamatkan banyak jiwa Kau tinggalkan keluarga tercinta   Bekerja keras berhari hari

KOTA SUBANG TERUSIK Oleh : M Akbar Febriana   Kota subang negeri nan unik Dengan panorama begitu cantik   Wisata alam sangat menarik Air panas yang terbaik   Semua mata pun melirik Bangunan bersejarah teramat antik   Nanas simadu segar

PANDEMI TAK BERTEPI Oleh: M Akbar Febriana Hatiku iri menatap kupu kupu menari bersama melepas rindu   Hatiku iri memandang kumbang pergi datang ketaman kembang   Diriku ingin seperti semut saling berbagi saling menyambut   Diriku ingin seperti elang Terbang

TAAT ITU HEBAT Oleh: M Akbar Febriana   Kami sungguh tak berada dibalik jeruji besi Namun langkah langkah kami benar benar terbatasi   Kita bagaikan terbelenggu Tangan dan kaki kerasa kaku   Diantara teman tidak berdekat Diantara kawan tidak berjabat

REMBULAN DIMASA KELAM Oleh: M Akbar Febriana   Satu dekade sudah terlewatkan Tanpa sinarmu kami kegelapan   Berbulan bulan engkau tenggelam Dibalik masa yang begitu kelam Tapi sinarmu teramat dalam Dihati kami engkau bersemayang   Hanya dengan Sebuah telepon genggam

DI BILIK SEPI Oleh: M Akbar Febriana   Raganya tak dapat bergerak lemah tanpa daya Lisan pun terbungkam tidak mampu berkata   Napasnya tersendat sendat Begitu sesak Sangat sesak   Sekujur tubuhnya Memanas Laksana terbakar api   Namun jiwanya menggigil

PANDEMI DIBULAN SUCI Oleh: M Akbar Febriana   Hari pertama dibulan suci Mari kita sambut dengan bersuka hati   Walau dibulan nan penuh berkah Virus corona masih mewabah   Tetap selalu menjaga jarak Patuhi protokol dengan bijak   Semoga dibulan

JANGAN MENUNGGU   Dia sungguh kecil tidak dapat dilihat Namun penyebaranya meluas begitu cepat   Mewabah dimana mana Mulai dari kota hingga ke pelosok desa   Tak pandang bulu tak mengenal usia Semua bisa menjadi mangsanya   Kedatanganya benar benar

PANDEMI DIKOTA SUBANG Oleh: M Akbar Febriana   Terbayang sudah bumi nan indah Rangkaian gunung hamparan sawah   Curug agung hendak ku kunjung Tangkuban perahu akan kutuju   Rumah bersejarah pondok bali Telah lama saya menanti   Ingin daku langkahkan