Pagi di Sekolahku

Pagi di Sekolahku

Pagi ini seperti biasa, aku berangkat ke tempatku bekerja. Suasana masih sepi. Hari ini aku janjian dengan anak-anak yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lewat jalur afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua. sesampainya di sekolah suasana masih lenglang, hanya nampak seorang guru dan dua orang caraka sedang membersihkan sekitar sekolah.

Aku mengitari sekitaran sekolah sambil menunggu anak-anak yang mau memberikan persyaratan. aku mulai berjalan dari sebelah barat melewati kelas 9 A, B, mesjid, 9C, 9D, gazebo, lalu berhenti di taman kebanggaan kami yaitu taman Ekobrik. Taman ini dirancang dan diprakarsai oleh Bapak Kepala Sekolah yang saat ini sudah purna.

Adapun latar belakang dibuatnya taman ekobrik ini adalah untuk mengurangi sampah plastik yang selalu bertebaran di sekitaran sekolah. Beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk mengumpulkan barang bekas yaitu bekas botol minuman mineral. Setelah terkumpul maka botol tersebut diisi dengan sampah plasti yang ditemukan di sekeliling sekolah. Semua beraksi seperti motto sekolah kami” KAMI SIAP BERAKSI” mengisi botol mineral dengan sampah sampai penuh dan tidak ada ruang udara di dalamnya. Setiap siswa diwajibkan mengumpulkan sepuluh botol yang terisi.

Setelah terkumpul banyak lalu beliau merancang bentuk tamannya. Beliau turun tangan sendiri mengomandoi pembuatan taman tersebut. Tentunya dibantu oleh guru-guru dan staf kependidikan lainnya. Tak ketinggalan siswa kami,  selang beberapa waktu sudah mulai tampak bentuknya walau belum cantik.

Bersamaan  dengan adanya program sekolah Adiwiyata, Beliau tampak bersungguh-sungguh oingin cepat mewujudkan taman tersebut sebagai bentuk karya unggulan sekolah kami. Alhamdulillah hasil sudah kelihatan. Sekolah kami berhasil menjadi sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten bersama sekolah lainnya.

Setahun kemudian, atas rekomendasi BLH Kabupaten Subang, kami mengikuti program sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi. Berbagai usaha mulai dilakukan bahkan kami mampu membuat taman ekobrik kedua di halaman belakang sekolah. Tempat yang semula mmenjadi tempat sampah diubah mendadi taman ekobrik dua berdekatan dengan kolam yang berfungsi sebagai embung.

Usaha tidak menghianati hasil, sekolah kami berhasil menjadi sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi. kami diundang ke Gedung sate untuk menerima penghargaan dari  Gubernur jawa Barat, Bapak Ridwan kamil.

Itu sekilas tentang perjalanan pagiku mengenang beberapa tempat di sekolah. lalu aku kembali menyusuri tempat lain. Sedih karena biasanya aku melintasi pelataran itu tiap hari tetapi karena pandemi ini hanya dilakukan sesekali kalau kebetulan ke sekolah untuk piket.
Semoga wabah ini cepat berlalu sehingga kami dapat bersenda gurau bersama anak-anak di sekolah.
Tak terasa aku sudah kembali ke lobi sekolah dan bertemu dengan teman-teman yang lain.                                                                       

(Visited 20 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan