Liburan Santai_Giska Amelia 9G_SMPN 1 Cibogo

WhatsApp-Image-2021-04-04-at-20.35.13-1.jpeg

Malam ini adalah malam yang ditunggu-tunggu, dimana Jessica akan bertemu dengan keluarga dari ibunya. Mereka tinggal di Bandung sedangkan Jessica tinggal diperkampungan tepatnya di Subang. Keluarga Jessica berencana akan silaturahmi serta liburan di Subang karena mereka menginginkan buah khas Subang, antara lain buah nanas.

Tepat pukul 21:30, keluarganya telah sampai dirumah Jessica. Pertama kali datang langsung disambut hangat oleh Jessica bahkan sampai memeluk sepupunya, namanya Lion dan ia berumur 15 tahun. Sedangkan Jessica berumur 16 tahun, dari kecil mereka memang saling akrab.

Keluarga Jessica pun mulai masuk kedalam rumah, ada yang langsung duduk dan ada juga yang langsung ke kamar mandi dengan alasan mandi atau bahkan buang air kecil. Sedangkan di pojok sana tanpa rasa malu, Jessica malah asyik-asyikan dengan Lion. Sudah tak heran lagi mereka seperti itu.

“Jessica jangan berduaan mulu sama Lion, bantu ibu sebentar nak!” Perintah ibunya.

“Lion, Jessica bantu ibu dulu ya! Jangan lupa itu tembak lawan nya!” Ucapnya kepada Lion, karena mereka tadi bermain game.

Jessica menuju arah dapur, “Jess bawa apalagi bu?” Tanyanya.

“Ini, sama bawa cemilannya ya.” Jelas ibunya, sambil memberikan nampan berisi air minum dan beberapa snack.

Jessica pun menerima dengan senang hati, “Baik bu.” Jawabnya.

Begitulah hari pertama keluarga Jessica datang, keluarganya memutuskan untuk istirahat telebih dahulu karena masih capek dalam perjalanan tadi. Keluarga yang datang hanya nenek, kakek, bibi, paman dan sepupu yang bernama Lion tadi.

☣☣☣

Matahari pagi menyinari sela-sela jendela kamar Jessica, lantas ia langsung bergegas keluar dari kamarnya dan menuju kulkas untuk mencari minuman. Setelah minum, Jessica berinisiatif untuk membangunkan sepupunya itu.

“LIONNN… BANGUNNN…” Jessica berteriak kencang dihadapan sepupunya.

Keluarganya yang lain sebenarnya sudah bangun, hanya tinggal sepupunya saja yang belum bangun sama sekali. Sungguh rasanya Jessica kangen momen dimana ia mengguyur Lion dengan air segayung supaya bangun.

Lion tersentak, “Astagfirullah kak Jessica! Jangan gitu dong ah, aku capek nih! Gak inget apa kemaren kita pas malem diem-diem main game?” Kata Lion.

Jessica dengan spontan menutup mulutnya Lion, “Ih Lion! Kenapa harus diomongin? Gimana kalo ibu sama ayahku denger?” Tanyanya.

“Ya terserah aku dong, itu balasan setimpal buat kak Jess yang gak bisa liat aku tidur dengan tenang!” Ledek Lion dan Jessica melototkan matanya.

“Ibu tahu kok Jess, awasnya kalo kamu kayak gitu lagi!” Suara ibunya muncul dengan tiba-tiba.

Jessica menoleh, “I-iya bu maafin Jessica.” Lalu menunduk.

Setelah acara ribut tadi, satu persatu mulai membersihkan badan dan berniat untuk membeli buah nanas di toko favorit keluarga Jessica. Cukup satu mobil saja untuk belanja dan mencari udara segar.

Paman yang menyetir serta disebelahnya terdapat bibi, kemudian dibarisan kedua ada nenek, ibu, dan ayahnya Jessica. Serta di barisan yang terakhir terdapat dua remaja, antara lain Jessica dengan Lion yang sedari tadi sibuk bertengkar.

“Ibu, ayah, Lion nya ngeselin!” Jessica badmood.

“Kamu nya juga usil Jess, ya pantes Lion ngusilin balik.” Jawab ibunya.

“Lion, jangan gangguin kakak Jessica nya dong.” Ujar bibinya Jessica.

“Ih bunda, kak Jessica duluan lho!” Balas Lion tak terima.

Jessica meledek secara diam-diam, “Mamam tuh, dimarahin!” bisiknya.

“Tuh kan, kak Jessica duluan!” Ucap Lion.

“Jessica!” Tegas sang ayah.

“E-eh, iya yah maaf-“ lalu melihat kearah sepupunya, “Lion, maafin kak Jessica deh.”

“Nah gitu dong cantik, harus berani terima kenyataan!” Ledek Lion, dan penghuni mobil pun tertawa.

☣☣☣

Setelah beberapa menit diperjalanan, akhirnya mereka telah sampai ditujuan. Dengan penuh semangat Jessica menyapa penjual buah tersebut, karena sering beli ditoko itu sampai penjual nya pun ingat dengannya.

Tujuan Jessica adalah, membeli durian kesukaan nya. Meskipun awalnya mereka hanya akan membeli nanas, tapi mereka juga menyukai durian. Bisa disebut keluarganya memiliki kesukaan yang sama.

“Yah, biasa ya! Jessica mau durian ini!” Girang Jessica dan hanya dibalas anggukan oleh ayahnya.

“Jangan terlalu banyak Jess, nanti sayang kalo gak habis!” Ujar sang ibu yang dibalas dengan anggukan oleh Jessica.

“Nenek, ikut Jessica yuk!” Ajaknya kepada nenek.

“Kemana Jess?” Tanya neneknya.

“Dibelakang toko ini ada perkebunan teh, cuacanya sangat sejuk!” Jelas Jessica.

“Ajak Lion juga nak”

“Siap nek!”

Jessica pun menarik sepupunya, “Lion ikut kebelakang yuk sama nenek!” Ajak Jessica.

“Ngapain? Males ahk! Sana sama neneka aja!” Balasnya tanpa minat.

Jessica dengan cepat menarik sepupunya dengan kencang, “Aw! Sakit kak Jess! Pelan-pelan kenapa?” Keluh Lion.

“UDAH AYOK CEPET! NENEK AKU DATANG !!” Girang Jessica, dan Lion hanya pasrah.

Jessica mengajak nenek dan sepupunya kebelakang, dan itu membuat mereka merasakan kesejukan. Sedangkan ayah, ibu, paman dan bibinya sibuk memilih buah-buahan yang akan mereka beli.

Keluarga Jessica akan menginap selama seminggu saja. Dan rencana untuk esok hari, mereka akan berkunjung ke tempat pemandian air hangat yang berada di Subang. Serta untuk hari-hari berikutnya masih belum terpikirkan.

☣☣☣

Disinilah Jessica dan keluarganya berada, diluar terasa sangat dingin ketika subuh dan terasa sejuk ketika siang hari. Mereka telah sampai pada siang hari, dan tidak sabar untuk mandi air hangat yang disuguhkan langsung pemandangan alam.

Jessica memanglah masih sekolah, hanya saja ia telah diliburkan oleh sekolahnya sebagai acara akhir tahunan, selama dua minggu. Maka dari itu Jessica bahagia ketika mendengar kabar bahwa keluarganya akan datang dan tinggal selama seminggu.

Sebelum ikut berendam, Jessica mencoba untuk memfoto pemandangan yang indah supaya bisa mengisi jurnal kesehariannya. Karena ia memiliki hobi yang sangat positif dan menghasilkan karya yang baik.

“KAK JESS AYOK BERENDEM!” Teriak Lion diujung sana.

Jessica pun menoleh, “SEBENTAR, MAU FOTO-FOTO DULU! LUMAYAN BUAT ISI JURNAL KESEHARIAN KU!” Jawabnya dengan berteriak.

Untungnya, ditempat pemandian itu sekarang masih sepi. Sebenarnya ada juga orang lain, hanya jauh saja tempat nya. Sedangkan keluarganya telah berendam semua, bahkan ia bisa melihat ibunya naik dari rendaman air dan menuju tempat duduk untuk menyeduh pop mie.

“Akhirnya selesai!” Ucap Jessica dengan penuh bahagia.

“LION, JESS DATANG!!” Girangnya sambil tertawa.

Beberapa menit kemudian, keluarga nya makan nasi timbel yang telah dibuat oleh ibunya Jessica, serta pop mie yang diseduhkan oleh ibunya Jessica adalah untuk anaknya dan Lion. Sungguh baik sekali ibunya Jessica.

Mereka makan dengan lahap, karena suasana yang mendukung dan membuat perut akan selalu lapar dalam kondisi dingin. Hari pertama liburan saja sudah bahagia seperti ini, apalagi hari berikutnya.

☣☣☣

Pada malam hari, Jessica mencetak foto yang telah diambil siang tadi. Karena ia mempunyai alatnya sendiri, jadi dengan bebas mencetak beberapa foto. Lion, yang kurang kerjaan masuk kedalam kamarnya Jessica.

Awalnya Lion tidak tertarik dan hanya tiduran biasa dikasur Jessica yang empuk dan lembut, serta ruangannya pun bersih dan wangi. Karena Jessica bukan tipikal orang yang jorok dan menaruh barang dimana saja. Lalu, Lion makin jenuh dan mencoba untuk mendekati Jessica.

“Ngapain sih kak? Banyak banget nyetak foto?” Lion membuka suaranya.

“Masih inget kan tadi siang aku foto-foto? Nah hasilnya pasti akan aku cetak dan ditempelkan dibuku jurnal ini.” Balas Jessica sambil menunjukan buku jurnalnya.

“Ohh, terus itu yang ditempel didinding kenapa harus foto cowok? Mana kayak perempuan dandanan nya.” Ucap Lion dengan enteng, lalu Jessica pun memukul mulut Lion.

“Ngomong sembarangan kamu Lion! Dia itu oppa-oppa korea yang Jessica suka!” Jelas Jessica.

“I-iya deh maaf, emangnya siapa sih?” Tanyanya kembali.

“Dia itu BTS boygrup kpop yang lagi hits banget!! Apalagi jeon jung kook oppa!” Girang jiwa fangirl nya Jessica.

“Ya udah terserah deh, asal jangan kebabablasan ngehalunya nanti bisa sakit hati terus gila!”

Jessica pun mencubit tangan Lion, “A-ahk! Sak-sakhit kak!” Jerit Lion.

“MAKANYA KALO NGOMONG JANGAN SEMBARANGAN!” Kesal Jessica.

Akhirnya Lion harus meminta maaf berkali-kali dan membujuk Jessica yang tengah kesal kepadanya. Lion bingung, dan ia berjanji akan membelikan satu barang yang Jessica inginkan asal dengan syarat Jessica tidak marah lagi.

Jessica pun setuju dan ia menginginkan sebuah lighstick army bomb yang diinginkan sejak lama. Awalnya Jessica hanya mengerjai sepupunya, namun caranya bisa menghasilkan hadiah yang luar biasa. Karena hadiah ini harganya cukup mahal padahal barangnya hanya berbentuk seperti lampu senter namun berdesain mewah.

☣☣☣

Hari terus berganti, tak terasa bahwa ini adalah hari terakhir keluarganya menginap. Setelah beberapa hari kemarin jalan-jalan ke tempat pariwisata yang berada di Subang, jujur saja bila Jessica puas dengan kesehariannya. Dan rencana hari ini adalah berbelanja apapun yang dibutuhkan.

Sehari sebelum keluarga Jessica akan pulang, paket hadiah lighstick dari sepupunya telah datang. Lion yang melihat nya pun ikut senang, karena bisa dibilang itu adalah hadiah yng digantikan setelah tiga tahun tidak memberi kado kepada Jessica.

Hari semakin sore, dan kelurga Jessica pun harus segera pulang. Dikarenakan, supaya tidak macet saat perjalanan pulang. Mereka pun saling bersalaman dan saling memeluk satu sama lain.

Disisi lain, Jessica tengah memeluk Lion dengan erat. Lion pun tak kalah memeluk erat, karena jarang sekali mereka bertemu dan merindukan canda dan tawa bersama. Namun, waktunya untuk Lion pamit.

“Makasih atas waktu bersenang-senang nya kak Jess, Lion sayang kak Jess dan lain kali kak Jess yang nginap disana ya!” Ajak Lion.

“Siap komandan, jangan main game terus kalo udah disana oke! Sama-sama semangat belajar nya!” Jessica menyemangati Lion.

“Oh iya, anggap aja hadiah kemarin adalah kado ulang tahun kakak untuk tiga tahun yang lalu ya!” Ledek Lion.

Jessica pun tertawa, “Iya deh, sekali lagi makasih ya.” Dan Lion hanya mengangguk.

Semuanya telah berpamitan dan Jessica memandang kepergian keluarganya. Baru saja, ia bertemu dengan sepupunya malah harus ditinggal kembali dalam waktu dekat.

“Ayah, ibu lain kali kita yang nginap disana ya!” Ajak Jessica.

Kedua orang tuanya pun menoleh, dan menyetujui ajakan Jessica. Lalu mereka pun masuk kedalam rumah dan beristirahat seperti semula.

(Visited 7 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan