Bumi Pasundan_laeli Nurwasilah9G_SMPN1Cibogo

WhatsApp-Image-2021-04-20-at-19.34.05.jpeg

                                                                                   Bumi Pasundan

   Seminggu pun berlalu dan akhirnya libur semester pun di mulai,keluargaku berencana untuk berlibur di kota kelahiran ayahku yaitu kota Subang,setiap aku libur atau idul fitri kami selalu berlibur di kota Subang,karena di sana ada rumah nenekku yang sederhana.Aku tak sabar untuk mengunjungi kota Subang karena di sana aku masih bisa melihat sawah dan pepohonan yang lebat,sedangkan di kota ku tidak,pepohonan memang ada tapi itupun hanya sedikit ketika aku main keluar rumah pun yang terlihat hanya keramaian dan kemacetan kota.

“Athareza ayo siapkan barang-barang yang akan di bawa ,nanti sore kan kita berangkat ke Subang”ujar ibuku.

“Iya udah kok bu” jawabku.

Ya sudah ibu mau beres-beres rumah dulu ,kamu tolong belikan ibu soklin lantai ya ke warung sebelah”ujar ibuku.

“Sebentar bu aku nyelesain game nya dulu tanggung nih”balasku.

“Nah ini alasan ibu bawa kamu ke Subang supaya gak maen handphone terus”ujar ibuku.

“Apaan di sana juga pasti pada main handphone semua,mana ada yang gak kenal handphone”balasku.

“Iya ada tapi kan kamu di sana gak sering main hp,di sana kan banyak permainan lainnya kayak main bola atau semacamnya tapi kalau di sini sepanjang hari hp terus”ujar ibu.

“Iya-iya bu udah kok,mana uangnya katanya mau beli soklin lantai”jawabku.

Setelah aku membeli soklin lantai aku membantu ibuku untuk membersihkan rumah,dan waktu pun tidak terasa dan sekarang menunjukkan pukul 5 sore dan saat nya kami siap-siap untuk liburan ke Subang.Di perjalanan aku tertidur lelap karena kecapean membersihkan rumah dan karena aku tidak tidur siang seperti biasanya,di tengah perjalanan aku pun terbangun melihat kebun teh yang begitu sejuk dan segar terlintas dimataku dan aku sadar bahwa aku akan segera sampai di rumah nenekku ku lihat juga sebuah tugu ganas besar yang menandakan kota Subang telah dekat.

“Yah udah sampai belum ini?”ujarku.

“Ini sebentar lagi sampai Za nah tinggal belok sudah sampai rumah nenek mu”balas ayah.

“Asyik akhirnya liburan ke Subang lagi”ujarku.

Walaupun aku tidak lahir di Subang ,tapi ayahku selalu menceritakan tentang kota kelahirannya kepadaku dan mengajakku berlibur di sini ketika ada waktu luang,dan kata ayah kota Subang banyak banget budayanya mulai dari lahir sampai dewasa pasti tidak jauh dari adat dan budaya,seperti hajatan atau syukuran,dan juga terkenal dengan sisingaan yang di dalamnya ada aki lengser ada juga badut yang mengiringi sisingaan tersebut,pokoknya banyak kata ayahku.Yang paling aku suka dari kmakanan sunda itu adalah jengkol,walaupun membuat mulutku menjadi bau tapi rasanya enak sekali seperti rasa daging hehe,apa lagi jengkol buatan nenekku.

Setelah sampai aku pun langsung bergegas berlari menuju rumah nenek ku,disana aku melihat teman-temanku yang berada di subang,mereka menyapaku aku pun menyapanya kembali.

“Hai kamu yang waktu itu kesini kan?,em Eza bukan sih namanya aku lupa hehe”ujar Fikri temanku.

“Oh halo,iya aku Eza nama panggilan sih kalau nama asli aku Athareza hehe”balasku.

“Ah iya aku lupa waktu dulu kan udah kenalan,ayok mau main nanti kesini aja tuh temen-temen lagi main bola”ujar Fikri.

“Oke siap Kri nanti aku kesini,tapi aku sekarang mau istirahat dulu soalnya baru datang”balasku.

Setelah sedikit berbincang dan menyapa teman-teman aku langsung menuju rumah nenekku .

“Assalamualaikum nek,ini aku Eza”ucapku.

“Waalaikumussalam,eh Eza apa kabar mana ayah ibumu ayo sini masuk”balas nenekku.

“Ayah sama ibu lagi bawa barang-barang dulu nek,aku duluan deh hehe”ucapku.

“Kamu mau minum apa nenek ambilkan dulu pasti haus kan!”ujar nenekku.

“Air putih aja nek”balasku.

Setelah berbincang dengan nenek,ayah dan ibuku datang sambil membawa barang-barang serta oleh-oleh,lalu setelah itu aku minta izin pada nenekku untuk beristirahat sebentar di kamar atas,karena kamar atas adalah kamar favoritku,kenapa begitu sebab di kamar itu aku bisa melihat pemandangan yang indah dan menyejukkan hati.Setelah melihat pemandangan aku pun tiba-tiba tertidur lelap dan bangun-bangu sudah menunjukkan pukul 7 malam.

“Eza udah bangun belum,ayo bangun sebentar lagi adzan isya kamu gak sholat maghrib lagi”ujar ibuku.

“Iya bu Eza cape jadi Eza ketiduran”balasku.

“Ya udah sekarang ke bawah dulu sambil nunggu adzan trus sholat,nenek udah masakin masakan kesukaanmu tuh”ujar ibuku.

“Wah masak jengkol ya,asyikk makan enak ni”balasku.

Suara adzan pun berkumandang aku bergegas mengambil wudhu dan melanjutkan sholat,setelah itu dilanjutkan makan malam.Ketika aku sedang makan tiba-tiba terdengar suara dari luar.

“Eza…Eza…main badminton yuk”ujar Fikri.

“Sebentar Kri aku lagi makan dulu kamu duluan ya nanti aku nyusul”jawabku.

“Oke Za di tunggu ya”ujar Fikri.

“Nek emang sekarang ada lapang badminton ya disini?”ujarku.

“Iya Za sekarang sudah ada lapang badminton makannya jadi rame kalau malam”balas nenekku.

“Kalau orang luar kayak Eza emang boleh main nek?”tanyaku.

“Boleh dong Eza bebas kok”balas nenek.

“Oh gitu ya nek,yaudah nanti Eza udah makan mau liat ah main hehe”ujarku.

Setelah makan aku bergegas menuju lapang badminton itu,aku melihat banyak sekali orang di sana salah satunya Fikri,Alif,Randi,Salsa,dan Fatimah itu sebagian orang yang ku kenal sisanya tidak,ketika aku disana aku di sapa oleh mereka , dan kami sedikit berbincang,ketika kami sedang berbincang tiba-tiba ada 3 orang perempuan yang menyapaku.

“Hai kamu Eza ya anaknnya nenek Asri,kenalin aku Jelita”ujarnya.

“Oh iya,hehe iya salam kenal juga”ucapku.

“Yaudah ya Eza aku ke sana dulu,nanti kita main lagi”ujarnya.

Setelah 3 orang perempuan itu pergi teman-temanku memberi peringatan padaku.

“Eza hati-hati sama dia,Jelita itu orangnya ganjen liat orang cakep baru di sapa giliran teman sekampungnya enggak”ucap Fikri.

“Oh gitu ya,tapi keliatannya baik dia”balasku.

“Hem…kamu tergoda ya Za sama Jelita,emang sih dia cantik tapi sayangnya mukannya gak sama kayak hatinya”ucap Fatimah.

“Eh enggak kok gak suka,cuman sepertinya baik itu juga kan keliatannya gak tahu aslinya gitu maksudnya”Ujarku.

“Ya iya sih Za kamu bener awalnya aku juga ngiranya gitu ternyata berbeda”ucap Salsa.

“Ah aku kan orang baru waktu dulu ,maksudnya buka orang asli sini tapi gak pernah tuh di sapa,dia mah bener ganjen orangnya aku mah gak cakep jadi gak di sapa,udah tahu sih dari dulu”ucap Alif.

“Emmm yaudah kalau gitu,ini kita bisa main badmintonnya gak sih aku bawa raket hehe soalnya mau nyoba main”ucapku.

“Eh iya boleh Za ayo kita bilang aja sama penjaga poinnya”balas Fikri.

Ketika kami akan bermain tiba-tiba datang 2 orang laki-laki dia juga mengotot supaya dia bisa bermain ,serta dia juga menghina dan merendahkanku,aku pun tidak jadi untuk bermain badmintonnya karena itu.Waktu pun berlalu sekarang jam menunjukkan pukul 10 malam,aku pamit pada teman-temanku untuk pulang karena takut di marahi oleh ibu kalau pulang terlalu malam.

Sesampainya di rumah ternyata ibu,ayah dan nenekku sedang mengobrol dengan seseorang yang ternyata itu adalah kakekkku,kakekku baru pulang bekerja yaitu mengurus usaha pertanian miliknnya,lalu aku bersalaman pada kakekku dan sedikit berbincang setelah itu aku melanjutkan tidur.

“Eza bangun udah subuh ayo sholat subuh dulu nanti kesiangan”uajr ibu.

“Iya bu mau wudhu kok ini juga”jawabku.

Setelah melaksanakan sholat aku jalan-jalan memakai sepeda berkeliling kampung halaman nenekku,tiba-tiba aku bertemu dengan Jelita anak yang tadi malam menyapaku,dan pagi ini juga Jelita juga menyapaku,ketika kami sedang sedikit berbincang tiba-tiba datanglah anak yang kemari menghina dan merendahkanku ketika di lapangan badminton,lalu ku bergegas pergi karena tidak enak dengan dia.

 

Ketika aku berkeliling aku juga melihat teman-temanku yang sedang bermain sisingaan ada juga yang menari Jaipong dan ada juga yang memainkan angklung,itu semua adalah kebudayaan adat sunda di Subang dan Provinsi Jawa Barat lainnya,bukan hanya itu orang-orang di sini juga ramah dan baik terhadap orang baru,ketika aku sedang melihat kesenian tadi tiba-tiba anak yang menghinaku datang.

“emm halo!,kamu Eza kan, kenalin aku Rizky soal kemari aku minta maaf ya,karena aku sedikit kesal tidak di perbolehkan main dari kemarin dan tiba-tiba kamu datang menggantikannya jadi aku marah padamu sekali lagi maaf ya”ujar Rizky.

“Oh iya gak papa kok Rizky kalau aku jadi kamu juga pasti marah kok hehe”balasku.

“Iya sekali lagi maaf ya,eh kamu cucunya nenek Asri kan ya,yang dari luar kota itu?”tanya Rizky.

“Iya Rizky gak papa aku udah maafin kok jangan minta maaf terus hehe,iya aku cucunya nenek Asri”balasku.

“Nah kalau gitu sekalian aku jelasin kenapa aku tadi pas kamu ngobrol sama Jelita aku potong soalnya dia orangnya genit Za jadi aku pisahin”ujar Rizky.

“Ah iya soal itu aku juga dikasih tahu temenku katanya emang gitu”balasku.

“Eh yaudah kamu bisa main angklung ga ayok kita mainin seru tahu,biasanya pagi-pagi anak-anak di kampung kami suka belajar kesenian,tujuannya untuk melestarikan budaya,dan nanti kalau ada lomba kita sudah siap”ujar Rizky.

“Wah keren juga ya,aku mau belajar Ky nanti tolong ajari aku ya”balasku.

“Iya siap,ayo masuk aja gak apa-apa kok ini tempat umum”ujar Rizky.

Setelah aku berbincang dengan Rizky aku baru tahu bahwa dia orangnya sangat baik bahkan mau memberitahu aku tentang kesenian dan alat-alat nya,jadi jangan melihat orang dari tampang atau luarnya saja siapa tahu di baliknya ada hati yang baik dan tulus.

(Visited 3 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan